Edisi 21-04-2017
Anies-Ahok Siapkan Transisi


JAKARTA–Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergerak cepat. Sehari setelah unggul dalam Pilkada DKI, Anies langsung menemui Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menyiapkan transisi pemerintahan dan membangun rekonsiliasi.

Koordinasi calon gubernur dengan petahana ter sebut dibutuhkan agar semua janji yang di sampaikan selama kampanye bersama pasang an nya, Sandiaga Uno, bisa secepatnya diwujudkan. Salah satu pintu masuknya adalah sinkron isasi anggaran. Apa - lagi siklus pembahasan anggaran dengan siklus pilkada itu jadwal nya tidak nyambung. Seperti diketahui, Pilkada DKI digelar April dan gubernur-wakil gubernur terpilih baru akan dilantik pada Oktober. Sementara pada massa Oktober itu, pem bahasan anggaran 2018 sudah dilakukan.

“Jadi kalau tidak ada pembicaraan sekarang, ang - garan 2018 yang disusun saat ini tidak mencerminkan rencana yang dijanjikan dalam kam panye gubernur baru. Kalau tidak ada pem bicaraan ini nanti rencana gubernur baru, baru bisa dilaksanakan 2019,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta kemarin. Dalam pertemuan singkat tersebut, tim ang garan Anies-Sandi diberi kesempatan Gubernur Ahok ber temu dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menerjemahkan program yang dijanjikan untuk di - laksanakan pada 2018. Hanya program apa saja men - dapat prioritas utama, yakni pada tahun anggaran 2018, Anies belum bersedia mengungkapkan.

Dia masih ingin memastikan kemenangan dalam hitungan resmi KPU DKI Jakarta. “Nanti sesudah KPU menetap kan baru kita berbicara tentang rencana program,” ungkapnya. Selama kampanye, Anies- Sandi melontarkan puluhan program. Program dimaksud antara lain merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus untuk semua anak usia sekolah (6-21 tahun) yang juga dapat di guna - kan untuk Kelompok Belajar Paket A, B dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren dan kursus keteram pilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.

Anies-Sandi juga ingin me - revisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat Plus dengan menambahkan fasilitas khususuntukpara guru mengaji, pengajar sekolah Minggu, pen - jaga rumah ibadah, khatib, pen - ceramah, dan pe muka agama. Ada juga janji mem buka 200.000 lapangan kerja baru, mem - bangundanmengaktifkan44pos pengembangan kewira usahaan warga untuk meng hasilkan 200.000 wirausaha baru selama lima tahun. Ahok membenarkan pem - bahasan anggaran 2018 me - mang perlu disinkronisasi de - ngan program Anies-Sandi yang akan menjabat pada Oktober 2017.

Namun dia meminta Anies menyampaikan kepada partai pendukungnya agar pem bahas - an Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Per - ubah an 2017 dipercepat. Sebab, menurut Ahok, apa - bila Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Muhammad Taufik sebagai wakil ketua Badan Anggaran (Banggar) menghambat dengan me nitip - kan pokok pikiran (pokir) da - lam APBD Perubahan, dirinya akan menolak dan diperkirakan akan terjadi perselisihan se perti yang terjadi sebelumnya.

“Di sini saya sampaikan, misal contoh kan kita pengen ada Kartu Jakarta Lansia. Saya sampaikan kepada Pak Anies ini kan APBD-P saya yang nyusun, nah tentu kita mesti duduk bareng mesti disampaikan ke partai pendukungnya jangan sampai nanti deadlock. Kalau begitu, saya keluar Oktober, APBD-P baru disusun gak ke - buru pengerjaannya. Nah itu yang kita harap bisa dipercepat,” ungkapnya. Sementara itu Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik memastikan pihaknya akan memuluskan program transisi hasil pembahasan TAPD dengan tim anggaran Anies-Sandi yang akan diajukan dalam APBD mendatang.

Terpenting, kata dia, program tersebut sesuai dengan janjijanji kampanye. Karena itu, lanjut Taufik, ketika Anies-Sandi masuk, janji-janji kampanyenya bisa langsung dikerjakan dan dapat diselesaikan pada lima tahun kepemimpinannya. “Sejak tiga tahun lalu pembahasan anggaran dilakukan secara terbuka. Bisa kita lihat semuanya. Ahok mending laksanain aja program yang benar di sisa kepemimpin annya,” ujar dia. Taufik lantas menyam paikan optimismenya, walaupun kekuatan parpol pendukung Anies-Sandi di DPRD DKI Jakarta hanya 3 fraksi, yakni Fraksi Partai Gerindra, FPKS dan FPAN, 7 fraksi lainnya tidak akan menghambat jalannya pemerintahan.

“DPRD mendukung selama kepenting-annya untuk rakyat. DPRD tidak begitu (menghambat), kita bukan seperti DPR, kita akan dukung selama untuk rakyat,” jelasnya. Pengamat politik dari Poltracking Indonesia Hanta Yuda menilai Anies-Sandi harus mulai fokusmemikirkanimplementasi janji kampanye walaupun baru akan dilantik 6 bulan lagi. Secara khusus dia menyebut programprogram populis urgen di lak - sana kan agar jalannya pemerintahan lancer tanpa hambatan. “Terutamaprogramyangpo pulis seperti lapangan peker ja an, DP rumah 0%, dan program populis lainnya,” ucap Hanta Yuda kemarin.

Ciptakan Suasana Kondusif

Selain menunaikan janji politik, Anies-Sandi nantinya diharapkan mampu men cipta - kan suasana agar kondusif dan memberi imbauan kepada para pemilih untuk bersatu kembali mendukung pembangunan Jakarta. “Sebagai pemimpin dan pelayan publik harusnya bisa mengimbau para pemilih menjadi bersatu dan fokus rekonsiliasi. Pertemuan Anis dan Ahok tadi perlu diapresiasi, itu awal yang positif dan harus dijaga,” kata Hanta Yuda.

Tak kalah penting, Anies-Sandi juga harus memiliki ko - munikasi politik yang baik dan efektif kepada semua stake-holder agar jalannya kebijakankebijakan terobosan tidak dihambat pihak-pihak lain, salah satunya di DPRD. “Ini tidak menjadi hambatan asal berpegang teguh pada prinsip ke - sejahteraan rakyat, kebijakan akan didukung rakyat dan sulit dihambat DPRD. Menjaga ama - nah warga Jakarta, tunaikan program, maka akan didukung publik, toh DPRD juga mewakili rakyat,” katanya. Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno juga me - lihat perlunya Anies-Sandi me - redam suasana panas yang ter - jadi selama ini dengan mem - bangun rekonsiliasi antar pen - dukung di pilkada. Konfrontasi, gesekan, dan segala bentuk dinamika politik lainnya selama pilkada harus diakhiri.

“Pasca-pilkada, Anies-Sandi harus mam - pu merajut kembali ke mesraan antarsesama warga Jakarta. Tautan serta kohes ivitas emosi sebagai satu-kesatuan warga Jakarta penting untuk ditenun kembali,” katanya. Dia meyakini Anies-Sandi mampu melakukan re kon siliasi dengan mudah tanpa hambatan berarti dengan se jum lah modal sosial yang ada. Hal ini karena sosok Anies-Sandi yang ber - perawakan santun dan lembut membuat mereka bisa masuk ke semua lini warga Jakarta tanpa sekat-sekat pri mordial apa pun.

Tak hanya itu, bekal lain yang sudah dimiliki Anies-Sandi untuk melakukan rekonsiliasi adalah sikap legawa Ahok-Djarot yang dengan gentlement mengakui kekalahannya dalam pilgub. Bahkan juga mengucapkan sela mat pada pasangan calon no mor 3 tersebut. “Sebuah modal sosial yang cukup penting untuk merajut kembali persatu - an,” ungkapnya.

Bima setiadi/ mula akmal