Edisi 20-02-2017
Malaysia Buru Empat Warga Korut


KUALA LUMPUR – Kepolisian Malaysia bersama Interpol tengah mengejar empat orang asal Korea Utara (Korut) yang diduga kuat ikut terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam.

Mereka diketahui berada tak jauh dari lokasi saat Siti Aisyah dan Doan Thi Huong beraksi di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (13/2) lalu. Peran mereka pun kuat karena diduga menjadi pengarah lapangan terhadap dua perempuan asal Serang, Indonesia dan Vietnam tersebut. CCTV di lokasi menunjukkan bahwa tiga warga Korut mengamati aksi Aisyah dan Huong. Lokasi mereka pun dekat karena hanya sekitar 50 meter, tepatnya di sebuah restoran bandara. Satu tersangka lagi terpantau membuntuti Jong-nam hingga saat pembunuhan.

Dari hasil penyelidikan Kepolisian Malaysia, juga terungkap bahwa empat warga Korut tersebut meninggalkan Bandara Internasional Kuala Lumpur beberapa saat setelah tewasnya Jong-nam. Empat laki-laki tersebut diketahui Ri Ji-hyon, Hong Song-hac, O Joong-gil, dan Ri Jae-nam. Pengejaran mereka merupakan hasil pengembangan atas penangkapan Ri Jong-chol, Sabtu (18/2). Jongchol diketahui pakar teknologi informasi yang selama ini tinggal di Kuala Lumpur. Atas keterlibatan lima warga Korut ini, Korea Selatan (Korsel) semakin meyakini bahwa Pyongyang sebenarnya di balik pembunuhan terhadap kakak tiri pemimpin Korut tersebut.

”Para tersangka semuanya pria berusia antara 33 dan 57 tahun,” papar Deputi Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Noor Rashid Ibrahim kemarin. Selain keempat orang itu, tiga warga Korut lainnya juga dicari untuk membantu proses penyelidikan. Guna mempercepat pengungkapan kasus ini, Malaysia sedang berkoordinasi dengan Interpol untuk melacak empat warga Korut tersebut. Meski demikian, Noor Rashid tidak menjelaskan ke negara mana empat orang itu melarikan diri.

Dikutip kantor berita Reuters, empat tersangka itu diketahui memegang paspor biasa, bukan diplomatik. Kepolisian Malaysia menyatakan penyebab kematian Jong-nam masih belum dapat dipastikan. Polisi menunggu tes patologi dan toksikologi setelah melakukan autopsi. Di sisi lain, Korut menegaskan akan menolak hasil laporan autopsi Malaysia dan menuduh Malaysia berkolusi dengan kekuatan asing atau merujuk pada Korsel. ”Mereka dapat mengatakan apa pun, tapi sejauh ini kami tetap mengikuti prosedur hukum negara kami,” tegas Noor Rashid.

Malaysia menegaskan jasad Jong-nam tidak akan dipindahkan hingga ada identifikasi menggunakan sampel DNA dari anggota keluarganya. Hingga kemarin juga belum ada anggota keluarga Jong-nam yang datang. Mengutip dari Channel News Asia, otoritas Malaysia memberikan waktu paling lambat dua pekan bagi keluarga korban untuk datang dan mengidentifikasi jenazah. Jong-nam memiliki dua istri dan enam anak. Istri kedua dan anak-anaknya berada di Makau, termasuk putranya, Kim Han-sol. Kasus ini pun menciptakan ketegangan politik baru antara Malaysia dan Korut.

Para pejabat Korsel dan Amerika Serikat (AS) yakin Jong-nam dibunuh oleh para agen dari Korut. Jongnam merupakan putra tertua mendiang Pemimpin Korut Kim Jong-il. Dia terkenal sangat kritis menentang kontrol dinasti keluarganya di Korut. Upaya pembunuhan terhadap dirinya beberapa kali gagal. Korsel menyebut investigasi Malaysia terkait pembunuhan Jong-nam menunjukkan pemerintah Korut sebagai dalang pembunuhan kakak tiri pemimpin Korut tersebut.

”Dengan mempertimbangkan lima tersangka itu warga Korut, kami menilai pemerintah Korut di balik insiden ini,” ungkap Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korsel Jeong Joon-hee, dikutip kantor berita AFP. Sementara pria Vietnam, Joseph Doan, mengakui saudari kandungnya yang jadi tersangka pembunuhan Jong-nam dan ditahan di Malaysia bernama Doan Thi Huong. Joseph menjelaskan, Thi Huong lahir pada 1988 di Provinsi Nam Dinh, tenggara ibu kota Hanoi, Vietnam.

”Kami hanya mendengar di internet dan orang lain juga mendengar di internet, tapiberdasarkangambarnya itu seperti dia. Saya tidak bisa 100% yakin karena kami belum bertemu langsung dengannya,” kata Joseph. Petani padi itu menjelaskan, saudarinya mirip dengan foto perempuan yang menggunakan baju putih dengan tulisan LoL. Saat ini otoritas Vietnam sedang bekerja sama dengan Malaysia untuk menyelidiki kasus tersebut. Menurut Joseph, saudarinya meninggalkan rumah saat berusia 18 tahun dan hanya pulang beberapakalitanpamenjelaskan kapan dia akan pulang lagi. ”Saat dia pulang ke rumah, saya hanya menasihatinya untuk belajar dan bekerja keras,” paparnya.

Akses Aisyah Masih Ditutup

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, akses untuk bertemu dengan Siti Aisyah belum diperoleh karena Hukum Acara Pidana Malaysia mengatur bahwa tersangka tidak dapat ditemui siapa pun selama proses investigasi. ”Namun demikian, Kemlu dan Kepolisian Malaysia akan terus berkoordinasi dengan institusi penegak hukum lainnya sehingga akses kekonsuleran bagi KBRI dan pengacara dapat segera diberikan,” kata Iqbal.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia Anifah Aman untuk meminta akses kekonsuleran terhadap Siti Aisyah. Akses kekonsuleran dibutuhkan agar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dapat memastikan hak-hak hukum Siti Aisyah terpenuhi sepanjang proses hukum yang dijalaninya. Kemlu juga sudah menunjuk Gooi & Azura, retainer lawyer yang telah ditugaskan KBRI untuk melakukan pendampingan dan pembelaan hukum.

Syarifuddin/ andika mustaqim