Edisi 29-03-2017
Utamakan Pembangunan Manusia


BOGOR – CEO & Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengingatkan pentingnya pembangunan manusia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa.

Sumber daya manusia ini harus dibangun dengan jiwa kewirausahaan yang tinggi dan berpikiran terbuka serta bisa mengikuti perkembangan teknologi. HT mengungkapkan hal tersebut di hadapan sekitar 500 pelajar SMA-SMK Kosgoro, Kota Bogor, Jawa Barat, dalam acara sharing session bertema ”Kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia” yang digelar kemarin.

”Kalau tidak (mengikuti perkembangan teknologi) kita akan ketinggalan. Jadi, saya terjun ke dunia politik sebetulnya bukan mencari ketenaran. Kalau mencari ketenaran saya itu punya 91 layar. Empat televisi nasional, 63 televisi lokal, 22 channel produksi sendiri, 2 home shopping channel, dengan durasi siaran 25.000 jam. Saya hanya ingin melihat Indonesia maju, lapangan kerja makin banyak,” ungkapnya.

Di negara ini perekonomian bergerak lambat. Itulah yang membuat terlalu banyak pencari kerja ketimbang lapangan pekerjaannya. Kondisi ini membuat gaji pegawai sulit naik. ”Jika provider (penyedia pekerjaan) banyak, kemudian job seeker (pencari kerja) sedikit, dipastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia naik dan maju. Makanya adik-adik di sini harus jadi orang, jadi entreprener atau provider lapangan pekerjaan,” ujar HT.

Negara ini dibentuk oleh founding fathers untuk mencapai kemakmuran, namun hingga kini belum juga tercapai. Itulah pentingnya membangun sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan kemakmuran. HT bertanya, ”Kenapa Indonesia belum makmur? Karena kebijakan dibuat hanya untuk kepentingan bisnis, akhirnya yang tumbuh hanya orang besar.

Itu kita belum siap, kesejahteraannya masih di bawah, pendidikannya masih di bawah. Akhirnya ada kesenjangan sosial. Kalau seperti itu, mana bisa sejahtera?” Lebih lanjut HT mengungkapkan, kesejahteraan itu harus didukung oleh pilar ekonomi dengan memperbanyak lapangan pekerjaan atau investasi. ”Maka, membangun Indonesia harus juga membangun daerah.

Kalau membangun daerah, apakah masyarakatnya dulu atau gedung yang dibangun? Ya masyarakatnya dulu, kalau infrastrukturnya terus yang dibangun tapi masyarakatnya tak bisa pakai ya percuma,” katanya. HT mengapresiasi SMASMK Kosgoro yang sudah memiliki jurusan atau program studi komputer, digital media, dan broadcast.

Namun HT juga menyampaikan tentang pentingnya mempersiapkan visi dan misi yang tepat dalam berwirausaha. ”Karena begini, dalam membangun kerajaan bisnis digital, harus ada platform, sistem, dan konten. Semua media bicara tentang platform,” ungkapnya. Dia mencontohkan sejumlah perusahaan terbesar di dunia dengan nilai kekayaannya yang mencapai dua hingga lima kali lipat dari jumlah APBN Indonesia setiap tahunnya.

Perusahaan terbesar di dunia dengan nilai kekayaan terbesar saat ini yakni Apple, didirikan pada 1970. ”Meski pernah terpuruk dan bangkit lagi pada 1995, perusahaan terbesar di dunia ini anehnya tiap bulan pendapatannya naik terus, dengan nilai kekayaan saat ini mencapai Rp9.500 triliun, bahkan hampir Rp10.000. APBN Indonesia saat ini setahun Rp2.300 triliun.

Seperempatnya Apple. Dulu saingan kita negara lain, tapi sekarang malah perusahaan,” paparnya. Perusahaan terbesar kedua di dunia yakni Google dengan nilai kekayaan mencapai Rp7.000 triliun, ketiga adalah Microsoft, Rp6.700 triliun, ke empat Amazon.com (Rp5.400 triliun) dan kelima adalah Facebook, Rp5.000 triliun.

”Kesimpulannya, dunia ini bergeraknya ke digital, memilih platformnya jangan tradisional terus, karena platform is moving. Indonesia juga mengarah ke sana, hanya bergeraknya pelan,” tuturnya. HT juga sempat melakukan kegiatan serupa di hadapan ratusan pengusaha se-Bogor di Hotel Ori, Citeureup, Kabupaten Bogor. Dia menyampaikan keberhasilan yang didapatnya saat ini merupakan hasil dari visi yang jelas.

Menurut HT, segala sesuatu harus dilandasi dengan visi yang jelas dan pelaksanaannya yang berkualitas. ”Saya bangun MNC ini dari nol. Saya bangun ini dengan visi yang jelas dan pelaksanaannya yang berkualitas. Selain itu, speed juga penting karena kalau pelaksanaannya lambat, kita akan tertinggal di era globalisasi ini,” urainya.

Untuk itu, dia menekankan para pengusaha agar memiliki visi, kualitas, dan kecepatan. Dengan memiliki tiga kunci tersebut suatu perusahaan dapat berkembang dengan pesat. ”Saya yakin kalau punya visi yang jelas perusahaan dapat maju. Tidak lupa juga dan perlu diingat jangan sekali- sekali stres ataupun mengeluh. Terus semangat dan lakukan yang terbaik yang kita bisa,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMA-SMK Kosgoro Bogor Asep Mulyana dalam sambutannya menjelaskan, sekolahnya sengaja mendirikan program kompetensi di sekolahnya dengan keahlian jurusan teknik komputer jaringan, multimedia, dan program penyiaran pertelevisian (broadcast ). ”Saat membuka program broadcast awalnya gambling karena khawatir anak didiknya saat mencari tempat magang tak mudah. Pernah saya berkunjung ke MNC, tapi tidak bertemu dengan Pak HT.

Saat ini alhamdulillah bisa bertemu langsung, diharapkan kita bisa bekerja sama dalam hal praktik kerja lapangan bagi adik-adik yang mengambil jurusan broadcast ,” harapnya. Saat mengunjungi Yayasan Pesantren Madrasah Nurul Huda di kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, HT mengungkapkan bahwa pembangunan ekonomi bangsa harus dimulai dengan menghilangkan ketertinggalan masyarakat di daerah.

”Indonesia dibangun terlalu probisnis. Makanya yang tumbuh masyarakat di kota besar saja, sedangkan yang lain banyak ketinggalan karena kita menerapkan probisnis. Harusnya prorakyat juga,” katanya. Untuk memajukan Indonesia itu mutlak lebih dulu memajukan daerah dan keseluruhan masyarakat, karena itu adalah tujuan dari berbangsa dan bernegara. ”Tujuan akhir bernegara adalah sesuai dengan UUD 1945, menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” katanya.

haryudi/okezon