Edisi 21-01-2017
Berbisnis Kreatif saat Usia Muda


Sukses saat usia muda merupakan dambaan setiap manusia di dunia. Berbekal kreativitas dan usaha, seseorang dapat menjadi pengusaha yang berhasil.Selain mendapat keuntungan materi, berbisnis sesuai bakat juga terasa lebih menyenangkan.

Seperti Ario Kiswinar Teguh (25), pengusaha notebook custome ini telah berdiri pada akhir 2012. Ia bersama kekasihnya, Rara, membuat usaha yang berbahan dasar kertas. Tanpa melihat kebutuhan pasar, Kiswinar tidak merasa takut usahanya akan gagal. “Pas buka usaha ini, targetku bukan apa yang lagi dibutuhkan masyarakat, tapi apa yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Desain yang dipakai di buku-buku Kiswinar, ia dapat dari beberapa seniman yang diajak kerja sama dengannya. Mereka mendapat royalti sekitar 20% per buku. Setiap satu desain, Kiswinar hanya memproduksi selusin, “Aku enggak mau banyak-banyak produksinya, sengaja dibedaindesainnya biar banyak pilihan,” ujarnya.

Selain Kiswinar dan Rara, pasangan muda asal Yogyakarta, Ahmad Munadhir Amri, 23, dan Fella Lestesia, 21, berbisnis cantik dengan bunga. Mereka membuat buket bunga palsu berbahan dasar kain velvet dan satin yang dibentuk menyerupai bunga sungguhan. Bermodalkan Rp5 juta, kini Munandhir dan Fella berhasil mengantongi keuntungan Rp16 juta setiap bulannya.

Cara mereka memasarkan produknya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan market place dengan nama Fv Flowers. Harga per tangkai bunga tersebut senilai Rp12.000, namun jika pelanggan memesan buket bunga, harga yang ditawarkan jauh lebih murah setiap tangkainya.

Wahyu Dikri, 22, pengusaha jam dinding custome ini telah merintis usaha sejak satu tahun lalu yang bekerja sama dengan keempat temannya semasa sekolah dulu. Semua barang yang ditawarkan berbahan dasar kayu dan diproduksi sendiri. Harga yang ditawarkan berkisar Rp100.000 hingga Rp250.00,0 tergantung dari ukuran dan desain yang dipesan.

Saat ini pemilik usaha Ongko Craft tersebut telah mendapat omzet Rp10 juta- Rp15 juta per bulannya. Jangkauan pasar Ongko Craft sudah sampai seluruh Indonesia.Ditanya soal kegagalan, Wahyu mengaku sering mengalami kegagalan. “Pernah juga suatu hari pengin udahin Ongko Craft tersebut, namun kembali lagi ke tujuan awal, capek jadi karyawan dan ingin sukses saat usia muda.

Itu menjadi motivasi kami,” tuturnya. Menjadi pengusaha memang tidak semudah saat menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Banyak lekukan proses yang ekstrem. Jika kamu berusaha, maka kamu bisa memberi rezeki untuk orang lain. Semangat pemuda Indonesia!

VIKA WIDYA ALFIANTI GEN SINDO
Polimedia Kreatif Jakarta