Edisi 21-04-2017
Gaji Belum Dibayar, Guru Ancam Mogok Mengajar


BEKASI - Ratusan guru SMA dan SMK Negeri di Kota Bekasi akan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat di Kota Bandung hari ini.

Mereka kesal lantaran gaji belum dibayar selama empat bulan (Januari-April 2017). Selain mendatangi Disdik, guru juga mengancam mogok mengajar di seluruh sekolah di Kota Bekasi jika hingga akhir bulan ini hak mereka tidak dibayarkan. MenurutAJ, salahsatu guru SMA Negeri di Kota Bekasi, sejak kewenangan pengurusan SMA/SMK negeri diambil alih Pemprov Jawa Barat, besaran tunjangan yang dibayarkan Pemkot Bekasi menurun. Sebelumnya, AJ bisa mengantongi tunjanganRp1jutaperbulan, kinidia hanya memperoleh Rp750.000 per bulan.

Dia menjelaskan, seluruh guru TKK diberi honor Rp60.000 per hari. Guru yangmemberikanmata pelajaran dibayar Rp75.000 per jam dan dibatasi hanya 10 jam selama satu bulan, sementara tunjangan profesi guru PNS dari Pemprov Jabar sebesar Rp600.000 per bulan. Saat ini jumlah guru yang berstatus non-PNS sebanyak 478 orang dan yang berstatus PNS 1.163 orang. ”Kami akan mengupayakan agar hak kami sebagai guru dibayar. Kami rela mogok mengajar,” kata AJ kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Cucu Syamsudin telah menyiapkan anggaran Rp40 miliar untuk membantu SMA/SMK negeri. Hanya, kewenangan pendistribusian anggaran diserahkan kepada Pemprov Jabar. ”Adanya bantuan ini, Pemkot Bekasi menginginkan pendidikan yang sudah terbangun tidak menurun kualitasnya,” ujarnya. Menurut dia, sudah ada beberapa daerah yang memberi bantuan tenaga pendidik melalui APBD. Daerah itu seperti Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Dana tersebut untuk membantu tenaga pendidik yang diambil Pemprov Jabar, karena pemberian honor dan tunjangan jauh berbeda dengan pemberian dari Pemkot Bekasi.

”Makanya kami berikan melalui APBD, kemudian dimasukkan ke APBD Jabar,” ucapnya. Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Ahmad Ustuchri mengatakan, untuk membantu guru SMA dan SMK negeri yang diambil alih Pemprov Jabar, pemerintah daerah setempat sebenarnya telah memberikan bantuan. ”Jadi, ada APBD Kota Bekasi yang dalam pagunya membantu guru SMA/SMK,” ujarnya.

Menurut dia, keterlambatan pembayaran gaji guru oleh Pemprov Jabar sudah terlalu lama. Terlebih sejak Januari sampai April 2017, para guru belum mendapatkan upah apa pun. ”Berbeda dengan guru SD dan SMP yang masih dikuasai Pemkot Bekasi, mereka sudah menerima upahnya,” katanya.

Abdullah m surjaya