Edisi 23-02-2017
Generasi Muda Harus Berani Berwirausaha


INDRAMAYU - Chairman dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengajak generasi muda membuka wawasan dan berani berwirausaha. Generasi muda menurutnya harus memahami potensi agar bisa mengembangkan daerah dan memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin berbagi dengan mahasiswa tentang proses dan tantangan menjadi pengusaha. Saya juga mengajak mahasiswa membuka pandangan untuk dapat menggeluti bisnis dan terjun ke dunia usaha,” ujar HT saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Wiralodra, Indramayu, Jawa Barat, kemarin.

Berwirausaha, menurut HT, harus dimulai dari keberanian dan ketekunan. “Mulai dari usaha kecil-kecilan terlebih dahulu, asal ulet dan rajin, saya yakin ke depan akan menuai hasilnya,” kata dia. Dalam kuliah umum bertema “Kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia”, HT berpesan agar mahasiswa tidak meninggalkan bangku kuliah dengan alasan apa pun.

Semangat kewirausahaan juga ditularkan HT kepada ribuan siswa-siswi SMK Ciasem, Kabupaten Subang. Di sekolah itu HT mengajak generasi muda memajukan potensi daerahnya agar bisa maju dan kuat. Dalam era demokrasi ini, menurutnya, tidak ada alasan untuk melarang mahasiswa berdemonstrasi. Apalagi para mahasiswa juga membawa aspirasi masyarakat, menuntut perubahan ke arah yang lebih baik.

Namun HT juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami masalah terlebih dahulu sebelum menggelar aksi demonstrasi. “Ini negara demokrasi, jadi untuk aksi demo sahsah saja asal mahasiswa tidak sampai meninggalkan kuliahnya,” ujarnya. “Saya juga berharap agar para generasi muda di Indramayu selalu mempunyai motivasi dan ambisi baik dalam sekolahnya dan pekerjaannya untuk bisa membangun daerahnya.”

HT mengingatkan para mahasiswa tentang kesenjangan sosial yang semakin lebar antara golongan masyarakat miskin dan kaya. Persoalan ini, menurutnya, memicu meningkatnya kejahatan dan pemakaian narkoba. Pasalnya demi memenuhi kebutuhan, sejumlah anggota masyarakat lebih memilih jalan pintas meski melanggar aturan. Hal itu, menurutnya, dipicu menurunnya industrialisasi yang membuat produktivitas masyarakat rendah.

Di sisi lain generasi muda tumbuh begitu cepat disertai dengan sifat konsumtif yang tinggi. Kondisi ini semakin membuat konsumsi masyarakat lebih tinggi daripada produksinya. “Ditambah lapangan pekerjaan yang minim, akhirnya banyak masyarakat yang kerja serabutan, banyak kejahatan, dan narkoba yang kian meningkat,” ujar HT.

Menurutnya, masyarakat harus menyadari bahwa kekuatan ekonomi Indonesia saat ini tidak terlalu kuat, apalagi Indonesia masuk dalam sistem kapitalisme global. Akibatnya, lanjut HT, banyak daerah yang tidak terbangun dengan baik hingga timbul kesenjangan sosial. Rektor Universitas Wiralodra Indramayu Ujang Suratno mengatakan kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa untuk menggali ilmu kewirausahaan dan bisnis.

“Mahasiswa diharapkan dapat menjadikan kuliah umum ini untuk meningkatkan keilmuan dan jiwa enterpreuneur ,” kata dia. Sosok pengusaha sukses seperti HT dapat menjadi contoh bagi kalangan mahasiswa untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses. Menurutnya, kuliah umum yang dipaparkan HT memberikan inspirasi dan ilmu baru untuk menekuni dunia usaha dan bisnis dengan basis jejaring usaha.

“Pola pengembangan usaha yang dilakukan Pak HT dalam kurun waktu 27 tahun terakhir memberikan bukti bahwa kerja keras dan daya juang yang tinggi bisa menghasilkan sesuatu yang memuaskan,” ujar dia. Setelah memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Wiralodra Indramayu, HT menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sakienah, Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu.

Di Ponpes As- Sakienah, HT disambut meriah oleh santri ponpes tersebut. Di hadapan ratusan santri, HT mengajak generasi muda untuk meningkatkan kualitas baik kepribadian maupun kemampuan diri. “Disiplin, pantang menyerah, dan terus belajar menjadi salah satu kiat sukses dalam pekerjaan,” kata dia. Santri As-Sakienah juga diharapkan dapat terus belajar dan mengaktualisasi diri dan terus berkembang dengan potensi yang ada.

“Dengan kerja keras,kesuksesan bisa diraih. Kita harus percaya dengan proses seperti itu,” kata dia. Munculnya pengusaha baru diharapkan juga bisa berasal dari kalangan santri. Pesantren juga memiliki peran yang cukup penting dalam pembangunan sumber daya manusia untuk mencetak santri yang berjiwa kewirausahaan. “Pengenalan enterpreuneurship bisa dilakukan sejak usia dini,” sebutnya.

tomi indra/ Okezone