Edisi 21-01-2017
Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Ajang Penggugah Patriotisme


Para pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) merayakan kemenangan sesungguhnya dengan berpesta pada malam menjelang inaugurasi. Mereka merayakan berdansa dan menyanyi bersama untuk menyambut kepemimpinan yang bebas korupsi dan akan membangun AS.

Dalam Perayaan Penyambutan Pelantikan Donald Trump bertajuk ”Make America Great Again! Welcome Celebration . Pesta itu digelar di Lincoln Memorial yang mengombinasikan hiburan patriotik dan menarik pada Jumat (19/1) waktu setempat bertepatan pada malam menjelang inaugurasi.

Salah satu lagu wajib dalam konser itu adalah ”America Beautiful ” yang menjadi bagian penting dalam konser tradisional. Donald Trump dan istrinya Melania bersama dengan Ivanka menikmati konser tersebut. Musisi lain yang meramaikan konser tersebut antara lain Tim Rushlo, Larry Stewart, dan Richie McDonald.

Mereka menyanyikan lagulagu terbaik. ”Ini penghargaan bagi kita untuk mewakili musik dari Nashville, Tennessee,” kata Stewart dilansir Washington Post . Pada akhir konser yang berlangsung dua jam itu, Trump memberikan pidato. ”Saya mengucapkan selamat bagi seluruh penghibur malam ini,” katanya.

Dia memuji ribuan orang yang datang di Lincoln Memorial. Sementara, para peserta konser dan pesta itu bukan hanya datang dari Washington, tetapi berbagai penjuru AS. Mereka juga mengenakan kostum yang beragam mewakili keunikan negara bagian atau seragam unik untuk menarik perhatian.

Pesta inaugurasi itu menjadi perayaan kemenangan bukan hanya bagi pendukung Trump, tetapi pesta bagi seluruh rakyat AS. ”Washington panik. Mereka telah kehilangan kekuasaan,” kata John Workman, mantan wali kota Palm Beach Shores, Florida. Dia mengenakan kostum robot berdansa dengan tema, ”Sweet Home Alabama ”.

Bukan hanya di Washington, masyarakat New York juga menggelar pesta. Bukan hanya dihadiri para pendukung Trump, tetapi banyak pendukung Hillary Clinton juga ikut bergabung. ”Jika Hillary menang, semua ini (pesta) tidak akan terjadi,” kata Brenda Alford, 59. Dia secara khusus membeli tiket pesta dansa tersebut untuk merayakan kemenangan sebenarnya.

Banyak pendukung Republik lainnya ikut pesta dansa bukan untuk merayakan pelantikan Trump. Tetapi, mereka merayakan berakhirnya kepemimpinan Partai Demokrat di Washington. Maklum mereka tidak suka dengan kebijakan Presiden Barack Obama.

ANDIKA HENDRA M