Edisi 12-01-2017
Kans Indonesia Tembus ke Piala Dunia Lebih Besar


JAKARTA – Indonesia diharapkan bisa mengambil keuntungan penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2026.

Sepak bola Indonesia wajib segera berbenah dan menyiapkan blueprint strategi untuk tampil di panggung sepak bola terbesar sejagat itu. Penambahan jumlah peserta tersebut memang membuat peluang Indonesia untuk bermain di Piala Dunia membesar. ”Kami tentu saja mendukung penuh.

Membuat peluang menjadi lebih besar dan tentu saja menggembirakan,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono kepada KORAN SINDO kemarin. Menurut Joko, penambahan jumlah peserta ini bisa memunculkan beberapa pertanyaan dan persoalan. Misalnya mengenai kualitas pertandingan yang bisa sedikit menurun karena dengan banyak tim, seleksi menjadi sedikit longgar.

”Belum termasuk soal siapa tuan rumah dan format pertandingan yang menjadi sedikit rumit,” tambah Joko. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga memberikan apresiasi positif atas penambahan jumlah peserta yang dilakukan FIFA di Piala Dunia 2026. ”Tentu saja kami sambut gembira (penambahan jumlah peserta),” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto.

Menurut Gatot, pemerintah akan segera melakukan koordinasi dengan PSSI dan beberapa pihak atas langkah yang dilakukan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Pemerintah juga sudah melihat bagaimana program kerja PSSI di bawah kendali Ketua Umum Edy Rahmayadi dan dianggap bagus.

Tapi ketika ditanya tentang seberapa besar peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2026, Gatot mengatakan akan terbuka setelah Kemenpora dan PSSI duduk bersama. ”Belum diagendakan karena PSSI baru saja menyelenggarakan kongres,” tutur Gatot. Mantan Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menganggap peluang ke Piala Dunia akan sia-sia jika tidak ada konsistensi serta program untuk mencapai target besar tersebut.

Dia kemudian mencontohkan Jepang yang membuat target menjadi juara pada Piala Dunia 2050. Target tersebut harus didukung dengan berbagai program agar bisa mencapai sasaran yang diinginkan. ”Harus ada rencana dan langkah yang nyata, kalau tidak mustahil Indonesia masuk ke Piala Dunia. Kemudian apakah kita bisa konsisten denganyangsudahkitarencanakan,” tandasnya.

Mantan bomber timnas Indonesia yang sekarang sudah mengantongi lisensi pelatih B AFC Kurniawan Dwi Yulianto mengatakan, jika Indonesia benar-benar mau serius dan prosesnya dijalankan dengan benar, peluang tampil di Piala Dunia sangat besar bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Alasannya, talenta yang dimiliki Indonesia masih di atas negara ASEAN lainnya. Tapi semuanya sudah harus dipersiapkan sekarang. Dibuat strategi apa yang akan dilakukan dengan target jangka panjang. ”Cetak biru program harus jelas, jangan ala kadarnya saja. Semua harus benar,” tegas Kurniawan. Pemain yang biasa dipanggil dengan sapaan si Kurus itu menyebut tiga hal pokok yang harus mendapat perhatian serius dari PSSI dan pemerintah.

Pertama adalah pembinaan usia dini, meliputi metode kepelatihannya, kompetisi untuk kelompok umur, pengetahuan tentang gizi, dan sport science sudah harus dilakukan untuk perkembangan sepak bola usia dini.

Kedua, infrasukturyangstandar karena fasilitas itu sangat penting untuk membantu perkembangan sepak bola, terutama untuk usia dini.

”Ketiga, peningkatan kualitas para pelatih dengan memperbanyak pelatih berlisensi AFC dan memperbanyak instruktur pelatih untuk kursus AFC,” tambahnya.

Perubahan jumlah peserta sebenarnya bukan kali pertama di Piala Dunia. Jika dihitung sejak 1930, perubahan yang akan dilakukan pada Piala Dunia 2026 merupakan yang ketujuh. Pada 1930, PialaDuniahanyadiikuti13 tim. Empat tahun berikutnya, jumlah bertambah menjadi 16 tim. Kemudian pada 1950 turun lagi menjadi 13 tim, pada 1954 kembali menjadi 16 tim.

Adapun pada 1982 menjadi 24 kontestan dan pada 1998 menjadi 32. Penambahan peserta juga berimbas pada format kompetisi. Berdasarkan dokumen yang beredar, nantinya 48 kontestan dibagi menjadi 16 grup (A-P) dengan tiga tim di dalamnya. Dari satu grup diambil juara dan runner-up untuk mendapatkan tiket ke babak 32 besar yang menggunakan sistem gugur.

Pemenang berhak ke 16 besar, perempat final, semifinal, danfinal. Total ada 80 pertandingan, tapi tiap tim tetap menjalani tujuh laga menjadi juara. Penambahan jumlah ini juga memunculkan opsi menggelar Piala Dunia 2026 di tiga negara. Opsi ini diambil karena penambahan peserta dipastikan jumlah pertandingan juga semakin banyak sehingga stadion yang dipakai pasti bertambah pula.

Dailymail menulis ada tiga negara di Amerika Utara yang digadang- gadang bakal menjadi tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Persoalan lain, sejauh ini belum diumumkan persentase pembagian dampak dari perubahan jumlah peserta. Karena dengan menjadi 48 tim, artinya ada 16 kontestan baru.

Jumlah tersebut harus dibagi untuk tiap konfederasi. Memang kabarnya sudah ada proposal terkait berapa besar penambahan untuk tiap konfederasi. Eropa (UEFA) dikabarkan meminta tambahan jatah tiga tim, Afrika (CAF) meminta empat slot, dan Amerika Selatan (CONMEBOL) enam tim yang otomatis mengikuti kualifikasi, Oceania (OFA) mendapat garansi satu tempat langsung, tiga jatah sisa diberikan ke Asia (AFC), dan satu dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).

maruf