Edisi 24-04-2017
Jadi Diri Sendiri di Lapangan


Pasangan ganda putra kebanggaan Indonesia, Marcus/Kevin, mulai mencuri perhatian sesama pemain bulu tangkis dunia.

Tak sedikit dari mereka, secara terbuka melontarkan pujian atas kehebatan pemain yang masingmasing berusia 26 dan 21 tahun itu. “Mencoba menemukan kata-kata yang tepat untuk hasil serta gaya bermain Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi. Luar biasa,” ungkap mantan pebulu tangkis ganda campuran Belanda, Jorrit de Ruiter, pada akun Twitter-nya. Hans-Kristian Vittinghus, pebulu tangkis Denmark, juga mengagumi skillMarcus/Kevin dengan menyebut postur tubuh pasangan Indonesia itu yang dianggapnya seperti tokoh Minions yang mengejutkan dunia.

“Sukamuljo/Gideon alias Minions kembali melakukannya. Enam gelar untuk enam final superseries. Pasangan luar biasa,” ujar Vittinghus, saat Marcus/Kevin merebut titel keenam. Bukan hanya dikenal karena kehebatannya, pasangan ini, terutama Kevin, disorot lantaran kerap membuat kesal lawanlawannya. Pada final All England 2017, Kevin sempat menunjukkan gesture untuk menyuruh diam pasangan China Li Junhui/Liu Yuchen. Menurut Kevin, lawannya itu terlalu berisik saat penentuan bola masuk atau tidak dan bisa mempengaruhi keputusan wasit.

Maka, pemain asal Banyuwangi itu tak segan untuk mengkritik lawan saat di lapangan. Pada semifinal India Open Super Series 2017, setelah duo Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding kalah dari Marcus/Kevin, Mads Conrad bersalaman dan membisikkan sesuatu hal kepada Kevin. Namun, Kevin hanya membalasnya dengan tatapan aneh dan berlalu begitu saja. Peristiwa itu terekam jelas oleh mata penonton karena terjadi persis setelah pertandingan selesai, saat mereka akan bersalaman dengan wasit. Mengenai kejadian itu, Kevin mengatakan tidak ada masalah dan hanya emosi sesaat di lapangan.

“Pemain Eropa rata-rata begitu. Kalau kalah tidak terima, kalau menang berekspresi dilebih-lebihkan,” ujar Kevin. Menanggapi pasangannya yang kerap membuat lawan kesal, Marcus tidak ambil pusing. “Ya…, Kevin masih muda, memang seperti itu. Kami suka mengobrol saat pertandingan, saling membantu dan memotivasi saja,” ucap Marcus, sembari tersenyum melirik pasangannya.

Bagi mereka, selama masih bermain sportif dan tidak dapat teguran wasit, Marcus/Kevin akan menjadi diri sendiri di lapangan. “Tiap pemain pasti ingin menang. Kalau saya hanya menikmati setiap permainan, karena saya memang suka bulu tangkis sejak kecil. Tapi, pasti berkeinginan harus menang juga,” ujar Marcus.

Ananda nararya