Edisi 21-01-2017
Danau Toba Kembangkan Zona Wisata Halal


MEDAN - Pengelola kawasan wisata Danau Toba diminta segera merealisasikan zona halal di tempat tersebut. Mereka harus menyiapkan diri menerima tren perkembangan wisata halal baik nasional maupun global.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemprov Sumut Elisa Marbun mengatakan, banyak wisatawan memilih untuk mencari tempat yang menyediakan makanan dan minuman halal. Hal ini menurutnya bisa diwujudkan dengan membuat zona khusus kuliner halal. Dengan zonasi tersebut, makanan berkategori halal tidak dicampurkan dengan yang tidak halal.

“Kami minta kabupaten/- kota agar ada zona khusus tempat makan yang halal. Jadi, lokasinya tidak berdekatan dengan rumah makan yang nonhalal. Dengan zona khusus ini, wisatawan yang beragama muslim tidak perlu lagi bingung memikirkan mau makan di mana,” ujarnya kemarin. Menurut Elisa, kini kondisi tempat makan di beberapa lokasi wisata di kawasan Danau Toba belum menunjukkan ada zonasi halal.

Misalnya, rumah makan halal berdekatan dengan rumah makan nonhalal sehingga membuat pengunjung yang muslim enggan makan di tempat itu. “Bayangkan saja ada rumah makan halal, di sebelahnya ada rumah makan yang tidak halal. Memang tempatnya berbeda, tetapi asap dan aromanya kan bisa saja terhirup. Itu yang membuat orang enggan datang,” ungkapnya.

Zona halal ini juga mendapat perhatian dari negara tetangga, yaitu Malaysia. Bahkan mereka sudah menawarkan bantuan untuk membangun tempat ibadah di kawasan tersebut, namun hingga kini belum mendapatkan lahan. Prospek pengembangan wisata halal di Indonesia cerah. Beberapa waktu lalu, dalam ajang World Halal Tourism Awards 2016, Indonesia meraih 12 kategori penghargaan.

Beberapa daerah yang fokus mengembangkan destinasi wisata seperti ini antara lain Aceh, Sumatera Barat, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Secara global, belanja muslim untuk wisata halal pada 2012 sebesar USD137 miliar. Angka itu pada 2018 diperkirakan akan naik menjadi USD181 miliar. Laporan Global Muslim Travel Index 2015 yang menyebutkan segmen wisata muslim memiliki nilai USD145 miliar dengan jumlah 108 juta wisatawan.

Angka tersebut diprediksi akan naik menjadi 150 juta tahun 2020 dengan nilai pasar USD200 miliar. Anggota Komisi B DPRD Sumut Aripay Tambunan mengatakan program wisata halal ini sudah menjadi pembicaraan serius pemerintah. Targetnya adalah menarik lebih banyak wisatawan dari Malaysia ke Danau Toba. Menurutnya, bukan hanya soal makan-minum, melainkan tempat ibadah di setiap lokasi wisata.

lia anggia nasution