Edisi 21-01-2017
Dari Hobi Jadi Komunitas


Peri Kertas, nama sebuah komunitas papercraftyang sudah memiliki tak kurang dari 15.000 anggota ini tersebar di 40 regional Indonesia. Terbentuk sejak September 2009, Peri Kertas berhasil menjadi salah satu komunitas yang berkembang cukup pesat dan aktif di media sosial.

“Peri Kertas adalah sebuah komunitas berbasis onlineyang dibentuk berdasarkan kesamaan hobi, yaitu di bidang papercraft. Awalnya, saya dan beberapa teman lainnya suka dengan papercraft, namun saat itu masih individual. Berbekal forum online dan keinginan untuk menyebarkan informasi baru ke teman-teman lainnya, akhirnya kami berhasil membuat komunitas untuk menampung orangorang yang menyukai papercraft,” ujar Rauf Raphanus, founderPeri Kertas.

Awalnya, komunitas Peri Kertas menggunakan pola papercraftyang sudah ada, baik dari hadiah majalah atau mengunduh melalui website luar negeri. Namun, seiring waktu, beberapa orang Indonesia sudah bisa mendesain papercraftsendiri dan membagikan ilmunya di komunitas ini. Desainnya pun beragam, mulai dari bangunan, kendaraan, hingga karakter film.

Komunitas Peri Kertas pernah mendapatkan perhargaan MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada Desember 2012 lalu, atas rekor pembuatan replika anak dari kertas reuse terbanyak, yakni sebanyak 2.692 boneka kertas. Nama-nama desainer andal juga telah tercetak dari komunitas ini, seperti Julius Perdana, Arif Suseno, Rino Liha, Wong Hidayat.

Chistopher Ryan, Roy Sitompul, Antho, dan Rauf Raphanus. Secara umum, komunitas ini berbasis online, di mana para anggota “kumpul” rutin di dunia maya, tepatnya di grup Facebook Peri Kertas atau website perikertas.com. Kegiatan online ini meliputi berbagi tips, cara membuat dan memamerkan hasil karya, serta sharing ilmu mengenai papercraft. Selain itu, ada pula kegiatan offline di komunitas ini.

“Saat offline, kami mengadakan pameran, bazar, training, hingga mengadakan workshop yang dilakukan oleh masingmasing regional, tujuannya untuk mengenalkan papercraftlebih luas lagi. Untuk regional Jakarta sendiri, kita rencananya akan ikut Charity Art Festival bulan depan,” cerita Rauf. Papercraft yang pada dasarnya adalah model kit, maksudnya adalah sebuah mainan atau model yang harus dirakit terlebih dulu sebelum dibentuk ini ternyata memiliki manfaat.

“Untuk usia belia, papercraft sangat baik untuk pengembangan motorik halus, kemampuan spasial, dan pengenalan ruang tiga dimensi dasar. Papercraft juga bisa digunakan untuk sarana mengurangi waktu gadgetanakanak,” tutur Rauf. Selain itu, kerajinan tangan ini juga bisa dijadikan sarana branding yang efektif, bahkan Rauf Raphanus, sang founder, sering kali direquestpapercraft.

“Saya sudah beberapa kali diminta untuk membuatkan papercraft untuk perusahaan dan dipakai untuk iklan, aktivasi, hingga marketing kreatif di dalam dan luar negeri,” sebut Rauf. Tertarik mencoba kerajinan tangan papercraft? Bisa loh, unduh gratis papercraft di www.paper-replika.com.

DWI PUTRI AULIA GEN SINDO
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta