Edisi 24-03-2017
Melinda Gates Bantu Keuangan Inklusif


JAKARTA – Program keuangan inklusif menjadi salah satu sektor yang terus dikembangkan Pemerintah Indonesia.

Bill and Melinda Gates Foundation berkomitmen membantu Pemerintah Indonesia mencapai target 75% masyarakat yang dapat mengakses keuangan inklusif. Co-Chair and Trustee of The Bill and Melinda Gates Foundation, Melinda Gates, bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri kemarin. Melalui yayasannya tersebut, istri Bill Gates itu bertekad membantu program keuangan inklusif di Indonesia. Seperti diketahui, jumlah warga negara Indonesia yang sudah dapat mengakses keuangan inklusif tercatat baru 36%.

Pada 2019 mendatang, pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 75%. ”The Bill and Melinda Gates melihat strategi nasional Presiden tersebut sebagai suatu kemajuan yang luar biasa di antara negara-negara lain sehingga dari negara-negara yang mereka bantu, Afrika, Latin Amerika, terpilih delapan negara yang menjadi prioritas mereka, termasuk Indonesia,” ucap Senior Consultant The Bill and Melinda Gates Foundation Indonesia Maria Dinariati Maris (Inke Maris) seusai pertemuan Melinda Gates dengan Presiden Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Oleh karena itu Billand Melinda Gates bertekad membantu Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan program keuangan inklusif ke seluruh daerah di Tanah Air. Namun pengembangan tersebut harus disesuaikan dengan arah perkembangan perbankan nasional. Inke menjelaskan, jikaBangladesh, India, Pakistan, Afrika, Nigeria, Uganda sudah terlebih dulu menjalankan keuangan inklusif, pihaknya pun berharap Indonesia belajar dari negara-negara tersebut.

Untuk diketahui, keuangan inklusif memiliki tujuan agar masyarakat perdesaanyangjauhdari kebiasaan, yang jauh dari cabangcabangbank, bisamengaksesdan bisa menjadi nasabah melalui telepon seluler atau melalui agenagen. Bahkan saat ini sejumlah negara di Asia telah menjalankan program keuangan inklusif sehingga Indonesia bisa belajar dari negara-negara tersebut. Presiden Jokowi menemui Melinda didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Dalam pertemuan itu, Presiden berkesempatan menunjukkan beberapa kartu yang merupakan bantuan sosial nontunai. ”Kami memiliki Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Program Keluarga Harapan. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami juga mulai memanfaatkan layanan perbankan,” ucap Presiden.

Mendengar penjelasan tersebut, Melinda mengapresiasi program bantuan sosial nontunai tersebut. Melinda melanjutkan, selama kunjungannya di Indonesia, pihaknya pun akan mempelajari program bantuan sosial nontunai tersebut agar dapat diadopsi di negara lain. Selepas pertemuan, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pertemuan tersebut mendiskusikan sejumlah hal yang berkaitan dengan keuangan inklusif hingga pengentasan masyarakat dari kemiskinan.

Kedua belah pihak menyampaikan pemikiran masingmasing untuk segera ditindaklanjuti ke tahap pelaksanaan. Sementara itu Menteri BUMN Rini Soemarmo menambahkan, Melinda Gates mengapresiasi sejumlah program prioritas nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Melinda Gates sangat menghargai kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dengan Universitas John Hopkin yang didukung Gates.

”Untuk penelitian mengenai nyamuk dan demam berdarah yang telah mencapai kemajuan diharapkan akan sangat bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara lain yang menghadapi permasalahan sama,” kata Sri Mulyani.

neneng zubaidah