Edisi 21-04-2017
KPK Perpanjang Penahanan Musa Zainuddin


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka kasus dugaan suap pengurusan pembahasan dan pengesahan program aspirasi Komisi V dalam bentuk proyek infrastruktur ke dalam APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2016 untuk wilayah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Musa Zainuddin.

Penahanan Musa yang juga menjabat anggota Komisi V DPR merangkap ketua kelompok fraksi (kapoksi) PKB di Komisi V itu diperpanjang hingga 30 hari ke depan. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, kemarin, Musa Zainuddin diperiksa sebagai tersangka penerima suap Rp7 miliar dalam kasus ini. “Perpanjangan penahanan 30 hari tersangka MZ terhitung sejak 22 April,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.

Menurut mantan pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi KPK ini, perpanjangan penahanan untuk Musa ada beberapa alasan. Pertama, penahanan pertama untuk 20 hari dan penahanan untuk 40 hari sudah habis. Kedua , penyidik masih membutuhkan pemeriksaan baik untuk saksi maupun tersangka dalam proses penyidikan. “Dan, sesuai dengan Pasal 21 KUHAP,” ujarnya. Febri memastikan pihaknya masih terus mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan pembahasan dan pengesahan program aspirasi Komisi V dalam bentuk proyek infrastruktur ke dalam APBN Kementerian PUPR 2016.

Musa Zainuddin merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 19.09 WIB. Saat keluar ruang steril, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung ini tidak mau berkomentar. Musa mengaku sedang capai dan akan berkomentar lain waktu. Hanya saja dia mengakui penahanannya diperpanjang. “Iya, 30 hari,” ungkap Musa. Haryo Budi Wibowo selaku kuasa hukum Musa Zainuddin mengatakan perpanjangan penahanan ini untuk perpanjangan ketiga. Perpanjangan tersebut sesuai dengan penetapan pengadilan. Menurut dia, alasan perpanjangan penahanan karena ada tersangka lain yangjugaditanganiKPK. Mungkin, ujarnya, penyidik masih terus menggali keterangan dari tersangka lain tersebut.

“Rabu kemarin kan Pak Musa juga diperiksa sebagai saksi untuk Pak Yudi,” ungkap Haryo. Dalam keterangannya sebagai saksi ataupun tersangka, Musa tidak menyebutkan dugaan keterlibatan lima pimpinan Komisi V dan kapoksi lain. “Apa yang dialami Pak Musa kan tidak selaras (dengan keinginan KPK). Tapi bukan tidak mengakui, yang dialami Pak Musa dengan apa yang dipikirkan di sini (KPK) ada perbedaan,” paparnya.

Sabir laluhu