Edisi 29-03-2017
Muslimat NU Siapkan Laskar Antinarkoba


JAKARTA – Kepengurusan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) masa bakti 2016-2021 resmi dilantik Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Badan otonomi NU pimpinan Khofifah Indar Parawansa ini bertekad memerangi narkoba yang kian merajalela di Indonesia. “Pertama, melindungi bangsa ini adalah dengan melindungi anak-anak kita yang secara sistemik maupun parsial telah dirusak oleh narkoba, pornografi, danseks bebas. Hari inikitalantik 34 Laskar Antinarkoba yang terdiri atas Pengurus Wilayah Muslimat NU.

Saya minta sampaikan di setiap kegiatan dan forum-forum pengajian tentang bahaya narkoba,” ujar Khofifah dalam pidato pelantikannya di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin. Cara kedua melindungi bangsa ini, menurut Khofifah, adalah memperkuat layanan sosial melalui 144 panti asuhan untuk merawat anak-anak telantar.

Juga merawat lansia dengan membuka panti lansia berbasis pesantren. Di bidang pendidikan, lanjutnya, Muslimat NU memiliki 16.000 TPQ, 13.000 raudatul athfal, 9.800 taman kanak-kanak, dan 6.400 pendidikan anak usia dini (PAUD). Di sekolah-sekolah tersebut para guru mendidik anakanak tentang Islam yang rahmatan lil alamin, Islam Nusantara, tentang Indonesia yang terdiri atas banyak suku, agama, dan budaya, tentang budi pekerti dan indahnya toleransi.

“Di bidang kesehatan, Muslimat mengelola satu-satunya klinik hemodialisis yang sudah mengantongi ISO. Untuk menekan angka kematian ibu dan balita, kita juga memiliki rumah sakit ibu dan anak di Jombang serta rumah sakit umum yang dikelola secara profesional oleh Muslimat NU,” tambahnya. Di bidang pemberdayaan ekonomi, Muslimat juga mengelola Koperasi An Nisa’. Saat ini jumlahnya 143 koperasi yang berbadan hukum.

Selama Rapimnas Muslimat NU yang berlangsung pada 24-26 Maret lalu juga dilakukan sejumlah kerja sama, yakni dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, dan Humpuss Grup. Kerja sama ini pada intinya adalah untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Semua upaya ini adalah bentuk dari kecintaan Muslimat NU kepada NKRI. Maka kepada ibu-ibu Muslimat saya berpesan, teruslah berjuang untuk bangsa dengan tulus ikhlas karena Allah semata. Semoga Allah meridai perjuangan kita,” kata Khofifah. Sebanyak 23.000 peserta diperkir akan menghadiri acara pelantikan ini dan hari lahir Muslimat NU ke-71.

Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu acara tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, dan istri dari Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid Sinta Nuriyah. Sementara itu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya.

MenurutPuan, selama71tahun berdiri, Muslimat telah memberikan sumbangsih yang besar kepada bangsa dan negara. “Peran Muslimat sangat besar dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui berbagai kiprahnya di berbagai bidang,” sebutnya. Ia mengatakan Muslimat telah menunjukkan indahnya toleransi beragama, menempatkan kepentingan umum lebih tinggi dari kepentingan pribadi, dan setia kepada NKRI. “Pesan saya jaga komitmen untuk bangsa ini mengingat posisi dan peran Muslimat yang sangat penting,” ujar Puan yang hadir berkerudung hitam dan berbusana hijau tersebut.

dian ramadhani