Edisi 21-01-2017
DKI Siapkan Penampungan Sementara


JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan penampungan sementara Pasar Senen, Jakarta Pusat. Para pedagang yang kiosnya terbakar diberi tempat di Blok V.

Blok I dan II Pasar Senen terbakar pada Kamis (19/1). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik di lantai satu Blok II. Sebanyak 1.012 kios yang mayoritas menjual tekstil itu ludes. Kemarin ratusan pedagang berbondong-bondong mendatangi tempat penampungan sementara sambil membawa KTP dan nomor kios.

Mereka mengantre di pelataran parkir untuk melakukan registrasi penempatan tempat relokasi. Beberapa pedagang terlihat membawa barang dagangan. Barang itu tersimpan dalam karung-karung besar di sekitar lokasi registrasi penampungan. Mereka menunggu pemanggilan dari petugas. Mimik sedih masih menyelimuti mereka.

Apalagi saat puluhan mobil pemadam kebakaran terus berjibaku memadamkan api yang masih membara di Blok I dan II. Beberapa di antaranya tak mampu menahan air mata. “Bagaimana tidak, saya sudah hampir 27 tahun berdagang di Pasar Senen. Hancur dalam waktu sehari,” ujar Fatimah, 39, salah satu pedagang di Blok II, kemarin.

Setelah peristiwa ini, dia harus kembali meniti dari bawah untuk membuka kembali bisnis turun-temurunnya. Pasalnya, asuransi yang dijanjikan pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono tidak jelas. “Beberapa tahun lalu terbakar, tapi yang diucapkan tidak sama dengan diterima, malah kita harus utang lagi ke bank,” katanya.

Tito, 26, pemilik percetakan di lantai satu Blok II, berharap relokasi sementara pasar nantinya bisa semeriah dengan lokasi Pasar Senen yang dahulu. Dengan begitu, dia yakin berapa pun modal yang didapat akan kembali bila kondisinya ramai pembeli. “Kita enggak peduli dengan janji pemerintah. Yang penting kita harus optimistis.

Saya juga terusin bisnis bapak, alhamdulillah kalau lihat dari yang sudah-sudah, balik modalnya cepat,” ungkapnya. Petugas pendataan dari PD Pasar Jaya Andre mengatakan, pemindahan pedagang ke Blok V hanya untuk sementara. Dia belum dapat memastikan kapan penyewa dan pemilik kios dapat menempatinya.

“Hasilnya bagaimana dan kapan, itu kewenangan pimpinan,” ucapnya. Sumarsono mengatakan di lantai 1 dan 2 Blok V mampu menampung sekitar 800 pedagang. Bagi yang tidak punya kios tetapi ikut terbakar, mereka disediakan di lantai 5 dan 6 Blok V dengan kapasitas 350 kios, sedangkan mereka yang tidak tertampung akan disiapkan di fasilitas parkiran. Meski demikian, dia berjanji pedagang korban kebakaran akan tertampung semua.

“Kita upayakan semuanya tertampung biar nanti BUMD yang membangun,” katanya. Pedagang akan ditampung selama tiga bulan sambil menunggu proses revitalisasi di Blok I dan II Pasar Senen. Atas fasilitas ini semua, Sumarsono memastikan para pedagang tidak akan dipungut biaya sepeser pun, karena Pemprov DKI sudah menganggarkan pembangunan melalui asuransi sebesar Rp116,9 miliar.

“Dananya kan untuk membangun kios di Pasar Senen,” ucapnya. Pembangunan akan dilakukan oleh PT Pembangunan Jaya. Pedagang bisa kembali berjualan 1-2 bulan ke depan. Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian sedang menyelidikinya. Sementara ini penyebab kebakaran akibat korsleting listrik. Meskipun sudah memiliki persyaratan sertifikat layak fungsi (SLF), penyebab kebakaran bisa karena pengguna pasar yang memakai kabel semrawut ditambah kondisi gedung yang sudah tua.

“Gedung Pasar Senen memiliki SLF. Artinya persyaratan alat kebakaran pasti sudah terpasang. Masalahnya ini kan faktor pengguna dan kondisi gedung,” ujar Sumarsono. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga meminta penataan pedagang di tempat sementara berjalan tertib dan tidak ada pedagang yang tidak mendapatkan kios, lalu berdagang di pinggir jalan.

Dia juga meminta ketika gedung dibangun kembali, para pedagang korban kebakaran harus diprioritaskan mendapatkan kios dan jaminan tertulis. Politikus PDIP itu berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di seluruh pasar yang ada di Jakarta. Apalagi banyak kondisi gedung pasar sudah tua. Untuk itu, dia meminta segera ada evaluasi di seluruh pasar.

“Siapkan semua alat pencegah kebakaran dan alat pemadamnya. Kalau butuh revitalisasi, silakan carikan dulu tempat pedagang yang strategis baru dibangun kembali,” katanya. Sementara itu, Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat mulai melakukan penyelidikan di Blok I dan II Pasar Senen.

Penyelidikan melibatkan tim Puslabfor Mabes Polri. “Kita akan kumpulkan saksi. Sekarang masih mendata saksi yang akan diperiksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Menurutnya, saksi yang diperiksa kemungkinan petugas keamanan yang berjaga pada musibah tersebut. Saat ini petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan karena masih ada titik api kecil.

Dalam penyisiran kemarin tidak ditemukan korban. “Kami juga menurunkan personel untuk mencegah penjarahan,” tandasnya. Selain itu, lokasi juga mulai dipasang garis polisi sehingga tidak sembarang orang bisa masuk ke area lokasi kebakaran. “Kami juga akan berkoordinasi dengan pengelola terkait apakah akandipagaratautidak,” ucapnya.

Api Kembali Berkobar

Api kembali berkobar di Blok I dan II Pasar Senen kemarin. Untuk memadamkannya, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta mengerahkan 73 unit mobil pemadam kebakaran. Kasudin Kebakaran dan Penanggulangan Jakarta Pusat Hardisiswan menduga api muncul dari sisa bara api yang terlewat. Banyaknya material yang mudah terbakar dengan cepat api menjalar, namun kebakaran kali ini lebih pada di sekitar puing-puing sisa kebakaran.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran sejak Kamis dan kemarin. Pihaknya sempat direpotkan dengan kondisi kebakaran, salah satunya kesulitan mencari sumber air. Untuk memadamkan, petugas terpaksa mengambil hingga kawasan kali di sekitar Kwitang. Jaraknya sekitar satu kilometer. “Kami juga terpaksa menyedot air dari kolam renang di GOR Senen,” katanya. Belum lagi banyak selang yang terinjak dan mampat sehingga aliran air tak lancar.

Untuk menjaga area lokasi yang terbakar, Polsek Senen memperketat penjagaan. Ratusan polisi disiagakan untuk menghindari kasus pencurian. Kapolsek Senen Kompol Indra S Tarigan mengatakan, tanpa adanya penjagaan pencurian bisa terjadi. Ini terbukti pada Kamis malam ketika ada tiga remaja melakukan kegiatan mencurigakan. “Saat anggota kami menegur, mereka langsung kabur. Artinya indikasi tersebut ada,” ucapnya.

yan yusuf/bima setiyadi/helmi syarif