Edisi 24-04-2017
Menggugah Simpati lewat Foto Jurnalistik


Kekuatan objek serta pesan yang ingin disampaikan merupakan faktor penting dalam fotografi, terutama fotografi jurnalistik. Foto jurnalistik yang baik tak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menggugah simpati bagi siapa pun yang melihatnya.

Semarak dan kegembiraan tersirat jelas dalam foto kembang api karya fotografer KORAN SINDO Maman Sukirman.

Memanfaatkan teknologi, momen pergantian tahun tersebut diabadikan menggunakan fitur remote wifi dari kamera DSLR yang dia gunakan. Teknik ini dilakukan agar dia dan keluarga dapat menjadi objek utama dalam komposisi foto berjudul Abadikan Momen Pesta Kembang Api tersebut. Sudut pemotretan rendah (low angle ) yang diambilnya terinspirasi dari foto berjudul Signal yang dinobatkan sebagai World Press Photo of the Year 2014.

“Foto karya John Stanmeyer yang memotret sejumlah pengungsi mengangkat telepon genggam secara visual sangat menginspirasi saya,” jawabnya tentang konsep foto kembang api yang diabadikannya jelang tengah malam (31/12/2016) di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan ini. Konsep, ide, teknik pengambilan, hasil akhir serta pesan yang disampaikan lewat foto tersebut berujung manis dan dinobatkan sebagai juara pertama kategori Art and Entertainment dalam ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2017 yang digelar di Gedung Pos Fatahillah, Jalan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (21/4) malam.

Penghargaan ini merupakan kedua kalinya untuk Maman setelah yang pertama diraihnya tahun 2011 lalu. Dua kategori dimenangi fotografer KORAN SINDO & Sindonews. com dalam ajang tahunan bergengsi bagi wartawan foto se-Indonesia ini. Lewat karya berjudul Tangis Histeris Zanette, Isra Triansyah juga meraih gelar juara pertama dalam ajang yang digelar sejak 2009 tersebut. Kepedihan yang terpancar dari ekspresi Zanette, korban selamat tragedi perampokan Pulomas, di pusara mendiang ayah dan kedua saudara kandungnya memantik simpati mendalam bagi siapa pun yang melihat foto tersebut.

Tak terkecuali bagi dewan juri APFI yang terdiri atas Oscar Motulloh, Adek Berry, Agus Susanto, Beawiharta, Kemal Jufri, Hariyanto, Rasdian A Vadin, dan Eddy Hasby. Foto headline KORAN SINDO edisi Kamis (29/12/2016) tersebut dinobatkan dewan juri sebagai juara pertama kategori People in the News . Total 5.488 karya foto yang dikirimkan 410 pewarta foto dan 127 peserta kategori Citizen Journalism berpartisipasi dalam ajang penghargaan foto jurnalistik tahunan yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) ini.

Penghargaan diberikan bagi delapan foto terbaik dari delapan kategori single dan photo story, yakni General News, Daily Life, Environment and Nature, Sport, Spot News, People in the News, Essay Photo, Art and Entertainment serta Citizen Journalism. Selain delapan kategori tersebut, APFI juga memberikan penghargaan untuk kategori Multimedia Terbaik yang diraih Clara Prima serta Life Time Achievement yang diberikan kepada Bedu Saini atas jasanya meliput momen-momen awal tsunami Aceh 2004.

Pembukaan APFI 2017 dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Biro Penerangan Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto yang turut menyerahkan trofi kepada para juara. Deretan karya para pemenang dipamerkan di Galeria Fatahillah hingga 29 April mendatang.

Djuli pamungkas