Edisi 21-01-2017
Elektabilitas Anies-Sandi Terus Meningkat


JAKARTA - Elektabilitas pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno meningkat cukup signifikan. Hal itu didasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga survei terkait tingkat keterpilihan ketiga pasangan calon gubernur DKI Jakarta.

Meski elektabilitasnya terus mengalami kenaikan, Anies- Sandi berkomitmen tetap bekerja menyerap aspirasi warga Jakarta. Lembaga survei Poltracking, misalnya, merilis hasil survei terbarunya yang dilakukan sejak November-Januari 2017. Meski menempatkan pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di posisi pertama,

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR menegaskan bahwa elektabilitas pasangan calon nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengalami kenaikan elektabilitas yang paling signifikan sebesar 8,21%, yakni 20,42% pada November 2016 menjadi 28,63% pada Januari 2017. Begitu juga dengan Konsultan Politik PolMark Indonesia yang menyatakan pasangan Anies-Sandiaga mengalami peningkatan elektabilitas paling tinggi.

CEO PolMark Indonesia Eep Saefuloh Fatah mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak 6-12 Januari dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden, pihaknya mendapatkan elektabilitas pasangan Anies-Sandi sekitar 31,7%. Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni dengan 29,9%, dan posisi terakhir Ahok-Djarot dengan 24,6%. Sisanya, 13,8% yang tidak memilih.

”Survei dilakukan tatap muka atau face to face dengan proporsi pemilih 50% perempuan dan 50% pria. Kemudian dilakukan quality control sebanyak 20% sampel secara random, yakni dengan mendatangi kembali responden terpilih atau spot check .

Dalam survei ini, margin of error sebesar 2,9%,” kata Eep melalui rilis yang diterima KORAN SINDO kemarin. Menanggapi hal tersebut, Anies menyatakan survei tersebut lebih menggambarkan kenyataan yang terjadi di lapangan jika dibandingkan dengan survei yang muncul beberapa hari lalu.

Apalagi, Museum Rekor Indonesia (Muri) memberikan penghargaan rekor dunia lantaran sudah blusukan ke 1.000 titik dalam kurun waktu satu tahun. ”Meski perlahan tetapi kita mengalami peningkatan. Kami akan terus bekerja keras menyerap aspirasi warga dan menawarkan program prorakyat,” ujarnya.

Hal itu dibuktikan Anies saat mengawali kampanyenya dengan menggelar dialog interaktif di salah satu radio swasta di bilangan Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam kesempatan tersebut, Anies menilai selama ini aspirasi sebagian warga Jakarta kurang diakomodasi oleh pemerintah. Sehingga banyak masyarakat yang sedikit skeptis dengan kinerja pemerintah. Kemiskinan yang ekstrem dan ketimpangan di Jakarta masih cukup banyak.

Ada sekitar 3,5 juta orang berada di garis rentan miskin dan miskin. ”Selama ini mereka kurang terlihat. Di sosial media mereka tidak muncul. Suara mereka kurang terdengar di media massa,” ungkapnya. Selama ini, permasalahan di Jakarta selalu berputar pada kemacetan dan banjir yang menghambat kegiatan warga yang telah mandiri secara ekonomi. Padahal, apabila berada di tengah masyarakat perkampungan, keluhan yang mereka sampaikan adalah lapangan pekerjaan.

”Bagaimana mau merasakan banjir dan macet? Mereka sendiri tidak bekerja,” ujar Anies. Namun, pembangunan manusia bukan hanya persoalan keberlangsungan dan kemandirian ekonomi. Anies berpendapat pemerintah harus mengangkat kelas mereka dalam jangka panjang melalui pendidikan berkualitas dan tuntas.

”Kalau Jakarta mau maju, perhatikan pembangunan manusianya. Mengangkat agar pembangunan manusia menjadi prioritas. Selama ini pembangunan yang lain sudah menjadi prioritas dan itu akan diteruskan,” tegasnya. Sementara itu, cagub DKI Jakarta nomor urut dua Ahok memilih berkampanye di lapangan Blok S, Jakarta Selatan.

Acara yang bertema Syukuran Jakarta tersebut diprakarsai Partai Golkar dengan membagibagikan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga. Ahok menilai kegiatan ini merupakan visinya mengubah stigma politik perihal adanya biaya mahar apabila partai politik mendukung calonnya. ”Ini Golkar membuktikan enggak ada.

Kegiatan-kegiatan ini kegiatan partai politik. Ini jadi satu kemajuan. Stigma ada mahar sudah gugurkan. Jadi, kita betul-betul merasa samasama membutuhkan. Memilih gubernur yang bisa menyejahterakan rakyat banyak,” tegasnya. Adapun cagub DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, kemarin berkampanye di kawasan Petamburan, Jakarta Barat.

Agus mengaku semakin bersemangat mengikuti kontestasi pilkada lantaran dipojokkan. Bila dirinya dan pasangannya Sylviana Murni terus dipojokkan, kata Agus, rakyat justru semakin mendukung. ”Pemanggilan itu tak mengganggunya. Kami berdua akan tetap memiliki semangat dan semakin semangat saat kami merasa dipojokkan, dicari-cari kesalahan. Mpok Sylvi bilang tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal pemanggilan dirinya itu,” tegasnya.

bima setiyadi