Edisi 27-03-2017
Perusahaan Startup Terbesar


Fenomena perusahaan rintisan atau akrab dengan sebutan startup terus berkembang secara global maupun regional. Tak sedikit perusahaan startup yang mendulang kesuksesan saat ini. Namun, kesuksesan startup ini tidaklah mudah.

Kreativitas dan kerja keras para pendiri dan karyawan menjadi kunci sukses perusahaan rintisan berevolusi menjadi perusahaan besar. Berikut 10 perusahaan startup terbesar di 2016.

PERUSAHAAN STARTUP TERBESAR

1. Uber (Amerika Serikat)
Startup rental kendaraan berbasis aplikasi ini berhasil menikmati kejayaannya dengan kucuran dana segar dari banyak investor, sebut saja Baidu, Benchmark Capital, Google Venture, hingga Jumpstart Capital. Total pendanaan yang mencapai USD7,4 miliar membuat nilai valuasi aset Uber ini pun ikut meroket.

2. Xiaomi (China)
Startup asal Beijing yang didirikan Jun Lai pada 2010 ini selain memiliki potensi sebagai kuda hitam di ranah Android, tapi juga sangat berpotensi merusak peta persaingan perusahaan teknologi yang lebih dulu berdiri, termasuk Apple Inc asal Amerika Serikat. Total pendanaan yang masuk ke kas dari Xiaomi mencapai USD1,4 miliar dengan valuasi super besar mencapai USD46 miliar.

3. Airbnb (Amerika Serikat)
Saat ini nilai aset Airbnb mencapai angka USD25,5 miliar dengan total pendanaan sebesar USD2,3 miliar. Nama-nama besar di balik startup dunia seperti Andreessen Horowitz, Sequoia Capital tak ragu untuk menginvestasikan dana miliknya karena melihat potensi Airbnb.

4. Palantir (Amerika Serikat)
Perusahaan rintisan yang berdiri sejak 2004 ini berhasil membukukan total pendanaan sebesar USD1,9 miliar dari in-Q-tel dan kawan-kawan. Saat ini Palantir ditaksir memiliki nilai valuasi mencapai USD20 miliar

5. Snapchat (Amerika Serikat)
Snapchat merupakan startup yang terbilang baru di mana pada 2012 Spiegel membangunnya di tanah Venice, CA. Tercatat beberapa Capital Firm kenamaan seperti Alibaba, Yahoo, hingga York Capital Management turut mengucurkan dana segar kepada Snapchat. Tak tanggung-tanggung tercatat pada 2016 Snapchat berhasil menghimpun dana sebesar USD1,2 miliar sekaligus membuat nilai valuasinya menembus angka USD16 miliar.

6. Didi Kuaidi (China)
Startup asal Beijing ini didirikan oleh sang founder sekaligus CEO bernama Wei Cheng pada 2012. Melalui layanan Didi Dache dan Kuaidi Dache, startup baru ini berhasil mendapatkan pendanaan hingga USD4 miliar dari China Investment Corp, Tencent Holdings, GGV Capital, DST Global, Temasek Holdings, dan lainnya.

7. Flipkart (India)
Berdiri sejak 2007 di Bangalore India, Flipkart mengumpulkan dana operasional sebesar USD3 miliar dengan valuasi hingga USD15 miliar sampai 2016. Pertumbuhan pengguna internet dan smartphone di India membuat roda bisnis belanja online akan sangat menjanjikan, termasuk bagi startup yang dipimpin Binny Bansal ini.

8. China Internet Plus (China)
China Internet Plus adalah startup baru (berdiri sejak 2015) asal China yang merupakan hasil merger dari 2 startup e-commerce, yaitu Meituan dan Dianping. Tercatat aliran dana dari Alibaba Capital Partners, Temasek Holdings, hingga Tencent Holdings membuat China Internet Plus membukukan pendanaan USD2,5 miliar dengan total valuasi sebesar USD15 miliar.

9. SpaceX (Amerika Serikat)
Startup yang didirikan oleh Elon Musk pada 2002 di Hawthorne, California, ini mampu mendulang dana segar sebesar USD1,1 miliar dengan valuasi hingga USD12 miliar. Beberapa investor yang berani mengucurkan dana segar untuk proyek teknologi tinggi milik SpaceX ini di antaranya Capricorn Capital Partners, Draper Fisher Jurvetson, Fidelity Investments, Founders Fund, Google, Valor Equity Partners.

10. Pinterest (Amerika Serikat)
Pinterest merupakan media sosial yang didirikan pada 2008 di San Francisco, California. Saat ini startup yang di bawah kendali Ben Silbermann ini telah mengumpulkan dana USD1,3 miliar dengan total valuasi mencapai USD11 miliar untuk menjadi penantang berat Facebook, Whatsapp, hingga Instagram.

FAKTA STARUP INDONESIA

- Pada 2016, Indonesia memiliki jumlah startup tertinggi se-Asia Tenggara.
- Startup yang ada di Indonesia dapat digolongkan menjadi tiga kelompok:
1. Startup aplikasi edukasi.
2. Startup pencipta game.
3. Startup perdagangan, termasuk informasi serta e-commerce.
- Tahun 2015 jadi tahun kebangkitan startup Indonesia Menurut hasil riset yang dilakukan, Daily Social menyebutkan bahwa startup Indonesia mengalami pertumbuhan pesat di 2015.
- Hanya 10% startup yang berhasil mengacu pada hasil studi Forbes, sekitar 90% usaha startup gagal berkembang. Kendalanya karena minimnya pengalaman bisnis, lemahnya komitmen mengembangkan bisnis, hingga minimnya networking.

Koran Sindo/Booby Firmansyah