Edisi 12-01-2017
Menteri Perhubungan Pecat Ketua STIP


KASUS ploncoan yang terjadi di STIP membuat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi geram.

Tanpa melalui proses penyidikan, Menteri kemudian langsung memecat Ketua STIP Weku Frederick Karuntu, dan menggantinya dengan Arifin Soenardjo. ”Hari ini (kemarin) kepala sekolah sudah dibebastugaskan. Sikap ini diambil karena kejadian penganiayaan di sekolah tinggi, yakni sudah beberapa kali terjadi. Saya juga menyatakan penyesalan dan dukacita terhadap kejadian itu,’’ kata Menhub di kawasan Istana Presiden kemarin.

Mantan direktur utama PT Pembangunan Jaya Ancol itu menegaskan, jika memang senior terbukti melakukan penganiayaan maka sanksinya akan dikeluarkan. Budi juga akan menganggap kepala sekolah itu sudah tidak mampu lagi bekerja jika tidak bisa mengendalikan rasa aman di sekolah yang dipimpinnya itu. Budi menjelaskan, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada aparat hukum untuk melakukan penindakan terhadap kelima pelaku.

Bahkan, pihaknya juga akan melakukan penelitian mendalam mengenai dugaan penganiayaan yang menimpa Amir. Bila nantinya terbukti melakukan pemukulan, lima taruna yang diamankan polisi ini akan dikeluarkan dari sistem pembelajaran. ”Saya akan ke rumah duka dan akan saya tanya apa yang terjadi,’’ terangnya.

Sementara itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, jika terjadi kekerasan di sekolah maka yang paling bertanggung jawab adalah kepala sekolah hingga menteri yang membawahi sekolah tinggi tersebut. Dia menyampaikan, untuk perguruan tinggi yang berada di bawah Kemenristek- Dikti, praktik kekerasan seperti yang biasa dilakukan saat perploncoan sudah dilarang.

”Sebenarnya tidak hanya kampus yang berada di bawah Kemenristek-Dikti, namun juga kampus yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama juga sudah menegaskan larangan yang sama,” katanya kepada wartawan kemarin. Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menjelaskan, meski Kemenristek-Dikti bertanggung jawab dalam pendidikan tinggi, tidak semua perguruan tinggi ada di bawah kontrol Kemenristek-Dikti.

Dalam hal ini, STIP sebagai sekolah kedinasan berada di bawah naungan Kemenhub. Sementara Kemenristek-Dikti hanya mengatur tentang kurikulum, akreditasi, dan pembinaan akademik. Dia mengimbau mahasiswa harus didorong aktif terlibat dalam program Bela Negara. Tidak hanya bermanfaat untuk menciptakan kebersamaan sebagai bangsa, namun juga menghapus diskriminasi antara mahasiswa senior dan junior.

neneng zubaidah