Edisi 24-04-2017
Penghargaan Pulitzer untuk Fotografi


FOTOGRAFER Daniel Berehulak dan E Jason Wambsgans meraih penghargaan terbaik dalam dunia jurnalistik, Pulitzer.

Daniel meraih penghargaan tersebut untuk kategori Breaking News Photography atas liputan mendalam tentang pemberantasan besar-besaran pemakaian dan peredaran narkotika di Filipina pada era pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte. Adapun Jason, fotografer Chicago Tribune Amerika Serikat, lewat liputannya tentang Tavon Tanner, bocah cilik berumur 10 tahun korban penembakan di Chicago, meraih Pulitzer dalam kategori Feature Photography.

Selama kurang lebih satu bulan di Filipina, Daniel Berehulak melakukan peliputan di puluhan lokasi penyergapan narkotikatempatdimanapengguna ataupun pengedar ditembak mati oleh petugas antinarkoba atas mandat Duterte. “Kisah ini akan sulit hilang dari ingatan,” kata Daniel, 41, fotografer lepas yang lahir di Sydney dan sekarang berdomisili di Mexico City, Meksiko. “Jadisangatpentinguntukmendapatkan kisah ini dan menjelaskan apa yang terjadi sekarang di Filipina,” tambah Daniel yang mengerjakan liputan tersebut untuk New York Times, dilansir dari nytimes.com. Penghargaan tahun ini merupakan yang kedua kali untuknya setelah 2015 lalu lewat peliputan krisis Ebola di kawasan Afrika Barat.

Sisi gelap jalanan Kota Chicago, Amerika Serikat, terefleksikan lewat esai foto dari Jason Wambsgans. Ia memotret prosespenyembuhanfisikdantrauma dari Tavon Tanner, bocah korban kekerasan bersenjata di kota tersebut. Atas penghargaan yang merekaraih, keduafotografer masing-masing meraih hadiah USD15.000. Selain dua kategori fotografi, Pulitzer juga memberikan penghargaan untuk sejumlah kategori, antara lain Breaking News Reporting, Investigative Reporting, Explanatory Reporting, Feature Writing dan Editorial Cartooning.

Arie yudhistira