Edisi 24-04-2017
Rekonsiliasi Jadi Program 100 Hari Anies-Sandi


JAKARTA - Pilkada DKI Jakarta telah menimbulkan perbedaan pandangan yang tajam di masyarakat. Perbedaan dukungan membawa masyarakat ke dalam kondisi berseberangan.

Perlu upaya serius untuk dapat merekatkan kembali tali persaudaraan antarwarga yang terbelah. Pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno yang dinyatakan sebagai pemenang Pilkada DKI versi hitung cepat (quick count ) dan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan siap menggunakan waktu 100 hari pertama pasca-pelantikan untuk melakukan rekonsiliasi demi menyatukan masyarakat. “Ini jadi salah satu program prioritas pada 100 hari Anies- Sandi. Rekonsiliasi dilakukan dalam setiap tahapan,” ujar tim pemenangan Anies-Sandi, Rachel Maryam, saat menjadi pembicara pada diskusi Polemik SINDO Trijaya FM bertema “Setelah Pilkada Usai” di Warung Daun Cikini Jakarta kemarin.

Menurut Rachel, rekonsiliasi juga akan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di tingkat elite, tapi juga hingga masyarakat bawah. “Seperti Pak Anies yang datang ke Balai Kota, itu sinyal baik dan harus dilakukan berjenjang sampai ke bawah,” kata anggota Fraksi Gerindra DPR ini. Rachel menegaskan Anies-Sandi berkomitmen untuk menjadi gubernur bagi semua kalangan. Sementara itu sejumlah harapanakanperbaikankondisiIbu Kota disematkan di pundak Anies-Sandi setelah dinyatakan sebagai pemenang pilkada.

Perbaikan transportasi salah satu yang diharapkan untuk segera direalisasi. Ahli tata kota Marco Kusumawijaya mengatakan, peningkatan perlu dilakukan khususnya dalam hal mengintegrasikanmoda transportasiserta perbaikan tata ruang. “Transportasi sudah mulai baik, tapi (perlu peningkatan) dengan perubahan mendasar lagi, misalnya transportasi dengan integrasi, tata ruang, dan moda,” sebut Marco pada diskusi yang sama.

Dian ramdhani/ sindonews