Edisi 27-03-2017
Ridho Konsumsi Sabu Jenis Blue Ice


JAKARTA – Pedangdut Ridho Rhoma, 28, mengonsumsi sabu kualitas terbaik jenis blue ice. Desakan untuk tetap tampil prima dan bugar menjadi alasan yang bersangkutan nekat mengonsumsi barang haram tersebut.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto mengatakan, uang yang digunakan untuk membeli sabu kualitas terbaik jenis blue ice itu bisa mencapai jutaan rupiah per gramnya. “Sabu itu dia gunakan secara sendiri selama seharian penuh. Umumnya sabu sebanyak itu digunakan untuk 4-8 orang,” katanya. Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Barat membekuk Ridho Rhoma di sebuah lobi Hotel Ibis, Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Sabtu (25/3) dini hari.

Saat dibekuk, polisi mengamankan satu paket sabu sisa pakai seberat 0,7 gram. Sebelum menangkap putra pedangdut kondang Rhoma Irama ini, penyidik terlebih dahulu membekuk rekannya berinisial MS. Dari hasil penyelidikan sementara, Ridho diketahui telah mengonsumsi narkoba selama dua tahun terakhir. Namun, konsumsi sabu secara intens baru dilakukan enam bulan terakhir. Selama enam bulan itu, setiap harinya Ridho mengonsumsi satu gram sabu.

Untuk mengelabui petugas, setiap harinya Ridho bersama dengan rekan prianya, MS, kerap berganti tempat dengan membawa satu gram sabu. Beberapa tempat yang kerap digunakan keduanya untuk mengonsumsi sabu antara lain kamar hotel, apartemen, rumah, dan tempat lainnya. “Yang paling intens dilakukan di apartemen MS, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat,” kata Suhermanto. Suhermanto menambahkan, perang terhadap narkoba dilakukan Satuan Reskrim Polres Jakarta Barat dengan mengincar bandar dan para penyuplai narkoba ke kalangan artis dan dunia hiburan.

“Nanti dari Ridho kita ketahui dari mana asalnya (narkoba), apakah bandar ini menyasar ke kalangan artis,” tuturnya. Meski demikian, Suhermanto mengaku kesulitan untuk mengungkap pemasok narkoba ke kalangan artis. Sebab, mereka cenderung tertutup dan enggan menemui langsung bandar maupun pengecernya. “Mereka lebih memilih menyuruh seseorang untuk mengambil barangnya. Itulah yang cukup sulit,” tuturnya. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium guna memastikan apakah ada narkoba jenis lainnya yang digunakan tersangka Ridho.

“Nanti akan terlihat, apakah ada selain methapetamine,” tuturnya. Sementara itu, Krisna Murti, kuasa hukum Ridho, mengaku akan melakukan upaya rehabilitasi terhadap kliennya tersebut sebagaimana yang diungkapkan ayahnya, Rhoma Irama. “Karena yang ditemukan hanya 0,7 gram sabu. Artinya kami akan mengajukan assessment dan mengirimkan surat secara resminya,” ucap Krisna. Krisna mengaku belum mengetahui kondisi Ridho saat ini. Sebab, yang bersangkutan masih berada di ruang tahanan dan belum dapat berkomunikasi.

“Karena itu, saya belum bisa berkomentar apa-apa, karena saya kan belum ketemu Ridho dan keterangan detail seperti apa, termasuk kronologinya,” tuturnya. Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, narkoba memang bisa digunakan oleh siapa saja. Baik dari kalangan artis maupun orang biasa, berpendidikan atau tidak, dan orang yang punya uang atau tidak. Pemicunya sebagian besar diawali pergaulan. “Mencoba karena ada teman yang menawari, atau tidak enak menolak ajakan teman. Akhirnya dia terjebak,” katanya.

Ketika sudah masuk dalam dunia hitam narkoba, biasanya akan sulit untuk lepas. Karena sekali terjebak akan terus berkecimpung di dalamnya. Menurut dia, narkoba bersifat adiktif atau nyandu. Secara fisik, otak akan selalu menagih asupan narkoba. Kemudian secara psikologis juga terjadi adiksi. Karena itu, sulit sekali untuk lepas kecuali dengan kemauan yang kuat atau terapi khusus.

“Gaya hidup lebih dominan, mengapa seseorang masuk dan terlibat dalam narkoba,” tegasnya. Menurut dia, lingkungan artis ini sangat rentan. Dari sisi pekerjaan lebih banyak malam hari dan terus menerus sehingga membutuhkan stamina yang prima. Hal ini membuat dia merasa perlu kekuatan khusus. “Yang paling mudah, ya pakai obat atau narkoba. Inilah yang dilihat para pedagang narkoba sehingga menjadi ‘peluang’ untuk jualan narkoba,” tukasnya.

Dari sisi keuangan, artis memang berkecukupan sehingga bisa membeli barang haram itu sesuai kebutuhannya. Diakuinya, memang ada kepribadian yang lebih mudah terkena narkoba. Biasanya karena kurang percaya diri, mudah terpengaruh, kurang bisa menghadapi tantangan.

Yan yusuf/ r ratna purnama