Edisi 20-03-2017
Polisi Diminta Usut Penyebar Hoax


JAKARTA- Berbagai kalangan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku penyebaran hoaxyang menyerang pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Anies-Sandi diterpa fitnah soal penandatanganan kontrak politik syariat Islam yang akan diterapkan di Jakarta. Surat pernyataan atau akad kontrak bertanda tangan palsu itu menyebar luas di media sosial. Atas fitnah tersebut, desakan kepolisian mengusut tuntas datang dari Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid dan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda MuhammadiyahDahnilAnzarSimanjuntak. Hidayat Nur Wahid mendesak kepolisian mengusut tuntas pelaku pemalsuan tanda tangan Anies-Sandi pada kontrak politik serta penyebar hoax tersebut.

“Jadi, inilah salah satu bukti paling anyar bagaimana Pilgub DKI telah dicemari dengan limbah fitnah,” kata Hidayat Nur Wahid di Jakarta kemarin. Menurutnya, perilaku seperti ini bisa terjadi ketika prinsip penghormatan kepada agama dan tokoh agama diabaikan. Malah, penistaan agama dan mempermalukan tokoh agama dibiarkan tanpa penghukuman. “Akibatnya machivelisme merajalela dan fitnah yang kasar pun dilakukan juga, seperti pemalsuan tanda tangan Anies dan Sandi,” ungkapnya. Fitnah seperti itu tidak berguna dan tidak memengaruhi elektabilitas Anies-Sandi.

Rakyat sudah hafal karena berulang kali Anies-Sandi dilaporkan dan difitnah, tapi selalu terbukti itu hanyalah fitnah alias kabar bohong. “Budaya memfitnah dan sebar fitnah jelas tak positif untuk kembangkan budaya politik beretika dan berkualitas,” ucapnya. Dahnil Anzar Simanjuntak juga meminta kepolisian mengusut tuntas oknum penyebar surat pernyataan atau akad kontrak bertanda tangan palsu yang menyatakan Anies-Sandi akan menerapkan syariat Islam di Jakarta.

Beredarnya surat pernyataan palsu telah menyudutkan dan memberi stigma negatif Islam dalam kontestasi Pilkada DKI 2017. Dia mengimbau warga selaku pihak yang menjadi objek penyebaran hoax untuk waspada, kritis, dan tidak mudah terpancing dengan kabar palsu. “Jangan terjebak upaya membangun stigmatisasi dan terbiasa tidak mudah menerima informasi tanpa jelas sumbernya,” ujar Dahnil.

Sebelumnya, Anies dengan tegas mengatakan kontrak politik syariat Islam itu tidak benar alias fitnah. Senada dengan Anies, Sandi juga merasa nama dan tanda tangannya dicatut. Dia pun mengaku heran ada orang atau kelompok tertentu yang mau repot-repot membuat akad kontrak seperti itu. Wakil Ketua Tim Media Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, memastikan surat pernyataan atau akad kontrak tersebut hoax atau bohong.

Tata Pasar Tradisional

Anies-Sandi mengunjungi fresh market di Pantai Indah Kapuk, Pluit, Jakarta Utara, kemarin. Keduanya ingin menata pasar tradisional melalui penataan lapak. Menurut Anies, pasar tersebut sangat tertata lantaran memiliki klasifikasi lapak pedagang sehingga memudahkan mereka untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar. “Kami memiliki rencana penataan pasar tradisional agar menjadi lokasi jual-beli yang bersih dan nyaman. Agar penataan berjalan mulus, kami akan terlebih dahulu menata lapak pedagang. Penataan lapak merupakan awal peningkatan kualitas pasar tradisional,” ujarnya.

Selama ini pasar tradisional belum banyak menggunakan sistem pembuangan limbah bahan makanan dengan baik sehingga bahan yang tidak terpakai biasanya menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Akibatnya sangat mengganggu kenyamanan pembeli. Anies-Sandi akan menata lapak tersebut agar limbah pasar dapat diatur. Misalnya lapak basah dipergunakan untuk pedagang yang menjual daging dan ikan segar. Adapun cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat yang berkampanye di Buaran 1, Klender, Jakarta Timur, kemarin, mengeluhkan banyaknya aktivitas dirinya atau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dia meminta Bawaslu menjelaskan secara detail kegiatan kampanye seperti apa yang perlu dilaporkan dan mana yang tidak. “Repot dong kalau semua aktivitasdilaporkan. Apakalausaya salatdanadayangmengikutinya, itu kampanye. Pak Ahok ke mana pun itu enggak kampanye, kecuali kalau menghubungi orang, undangtokoh, jelaskanprogram, lalu suruh milih dia, baru kampanye,” ucapnya.

Pemuda Perindo Dorong Kader Menangkan Anies-Sandi

Pemuda Perindo menyerukan kepada seluruh kadernya untuk bergerak memenangkan pasangan calon Anies Baswedan- Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua. “Kita perintahkan juga turun ke lapangan bersama Anies- Sandi karena Jakarta membutuhkan pemimpin baru,” kata Ketua DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra di sela-sela launching Safari Budaya di Tomang, Jakarta Barat, kemarin.

Dia mengatakan, Perindo ingin menunjukkan komitmen bahwa partai ini berdiri bukan atas suku, ras, dan agama tertentu. Perindo mendukung Anies-Sandi berdasarkan kapasitas dan kemampuan orangnya. Perindo melihat Anies- Sandi memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin Kota Jakarta. Dukungan Perindo ke pasangan calon nomor urut tiga sekaligus menjawab rasa penasaran masyarakat tentang sikap partai di Pilkada DKI Jakarta 2017. “Visi-misi Anies- Sandi sesuai dengan Perindo yakni menyejahterakan warga, khususnya warga Jakarta,” ujar Effendi.

Dia juga mengingatkan warga Jakarta untuk tak gusar terhadap program KJP, KJS, dan lainnya yang bermanfaat bagi rakyat akan hilang bila Anies- Sandi terpilih. Justru program itu akan disempurnakan lagi dengan segala macam tambahannya menjadi lebih baik. Masyarakat diminta tetap mengedepankan rasa persaudaraan, menghilangkan permusuhan, karena demokrasi itu harus dijalankan dengan sebaik- baiknya dan tak terprovokasi isu-isu negatif yang bisa menceraiberaikan kesatuan bangsa.

Bima setiyadi/ sindonews/okezone