Edisi 20-03-2017
Rem Blong Berujung Maut


SLAWI- Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Kalibakung-Guci, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kemarin.

Empat orang tewas, empat orang lainnya luka berat, dan belasan lainnya luka-luka akibat kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan, yakni minibus Isuzu Elf G 1437 AA, pikap Suzuki Carry Futura G 1724 HP, dan Honda Supra B 3178 NIB sekitar pukul 15.30 WIB. Kecelakaan bermula saat pikap yang dikemudikan Wahroni, 40, melaju dari arah Lebaksiu menuju Guci. Mobil berwarna hitam tersebut berisi rombongan satu keluarga yang tinggal di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Saat kejadian, mereka sedang dalam perjalanan menuju objek wisata Guci. Pada saat bersamaan, dari arah Guci melaju minibus yang dikemudikan Sunarto, 49, warga Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tiba di lokasi kejadian, tepatnya di sekitar kompleks Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung, yang kondisi jalannya menurun dan menikung, pengemudi minibus dikagetkan dengan sebuah sepeda motor yang menyalip pikap dari arah kanan jalan. Meski pengemudi minibus sudah berupaya membanting setir, tabrakan antara ketiga kendaraan tersebut tidak bisa terhindarkan.

Selain itu, tabrakan juga terjadi karena kondisi rem minibus diduga mengalami rem blong. Seusai ditabrak, pikap rusak hampir terguling ke selokan di pinggir jalan. Bodi bagian depannya ringsek dengan kondisi pengemudi dan sejumlah penumpangnya ada yang terjepit dan terpental. Kondisi serupa juga dialami sepeda motor. ”Sopir kaget karena tiba-tiba muncul motor yang menyalip mobil bak (pikap). Sopir sempat membanting setir, tapi akhirnya tetap nabrak,” kata Zamuri, 50, salah satu penumpang minibus Elf. Nurhadi, saksi mata lainnya, menyebut minibus melaju kencang dan oleng ketika sampai di lokasi kecelakaan.

Mobil tersebut langsung menghantampikapdansepeda motor melaju dari arah berlawanan. ”Pas turunan, oleng dan langsung nabrak sepeda motor sama mobil pikap,” tuturnya. Korban tewas merupakan pengemudi dan tiga penumpang pikap, yakni Khaeroni, 52, Nisfi Nur Afifah, 14, dan Zahro, 30. Seluruhnya warga Desa Kesuben. Pengemudi pikap, Khaeroni, dan Nisfi tewas di lokasi kejadian karena terjepit badan mobil, sedangkan korban Zahro meninggal di rumah sakit sekitar pukul 19.00 WIB. Adapun pengemudi sepeda motor dan sejumlah penumpang minibus hanya mengalami luka ringan.

Selain empat korban tewas, kecelakaan nahas tersebut juga mengakibatkan sedikitnya empat penumpang pikap lainnya mengalami luka berat. Mereka harus dilarikan ke IGD RS Dr Soesilo, Slawi, Kabupaten Tegal. Kasat Lantas Pores Tegal AKP Yoppy Anggi Krisna mengatakan, penyebab kecelakaan diduga karena minibus mengalami rem blong tiba di lokasi kejadian. ”Mobil Elf dari atas mau turun. Remnya diduga mengalami blong sehingga menabrak dua kendaraan lainnya,” kata Yoppy kemarin.

Untuk memastikan penyebab tersebut, anggota Satlantas masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Pengemudi mobil Elf juga dibawa ke Polres Tegal untuk diperiksa. ”Pengemudi KBM (Elf) tersebut sudah kita bawa. Sekarang masih dimintai keterangan,” ucapnya. Yoppy memastikan terdapat empat korban meninggal akibat kecelakaan tersebut dengan tiga di antaranya meninggal di lokasi kejadian, sedangkan jumlah pasti korban yang mengalami luka-luka hingga tadi malam masih didata.

”Dari keterangan sementara rumah sakit, ada empat korban luka yang dibawa ke IGD. Anggota juga masih data berapa jumlah penumpang Elf dan mobil pikap,” ujarnya. Kecelakaan juga sempat membuat arus lalu lintas di yang menuju arah Guci dan sebaliknya mengalami kemacetan hingga satu kilometer, karena proses evakuasi korban yang terjepit dan banyaknya warga yang menonton.

Farid firdaus