Edisi 21-04-2017
Peninggian Jalur Transjakarta Rusak RTH


JAKARTA – Sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Koridor III Kalideres-Harmoni rusak akibat peninggian busway oleh Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Rusaknya RTH ini terlihat di sepanjang Jalan Daan Mogot mulai dari Grogol hingga Kalideres, Jakarta Barat. Dari pantauan KORAN SINDO di lapangan, penambahan beton di jalur Bus Transjakarta yang dilakukan tanpa pengerukan membuat posisi RTH menjadi sejajar dengan jalan. Hal ini mengakibatkan taman tidak terlindungi. Tidak adanya pagar pembatas membuat roda Bus Transjakarta sering kali melewati batas separator dan melindas tanaman yang berada di RTH tersebut. Akibatnya banyak tanaman mati, sementara beberapa tanaman yang masih hidup sangat mengenaskan kondisinya karena daunnya dipenuhi debu.

Kurangnya perhatian dan perawatan membuat beberapa tanaman yang tumbuh di RTH ini mulai hilang dan berubah menjadi lahan kosong. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan karena letaknya cukup strategis di tengah-tengah. “Sayang sekali, padahal tahun lalu tamannya masih bagus-bagus, kan sejuk juga lihatnya,” tutur Kusnan, 34, saat ditemui di sekitar Flyover Pesing, Cengkareng. Kusnan berharap, PT Transjakarta maupun Pemprov DKI melalui Dinas Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman melakukan perbaikan, mengembalikan taman seperti semula.

“Kalau tamannya dijaga dan tanamannya terawat, terasa lebih sejuk dan enak dipandang,” ucapnya. Menanggapi keluhan warga, Kasudin Kehutanan Pemkot Jakarta Barat Aris Firmansyah mengatakan sudah lama protes atas masalah tersebut. Hal itu diutarakan saat rapat dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baik di lingkungan Pemkot Jakarta Barat maupun Provinsi DKI. “Tapi berulang kali protes, perbaikan taman tak kunjung dilakukan,” keluhnya.

Aris menilai, kerusakan tanaman ini sangat disayangkan mengingat Jakarta tengah gencar-gencarnya melakukan penambahan ruang terbuka hijau. Karena itu dirinya meminta peninggian jalan di jalur Bus Transjakarta harus dibarengi dengan penambahan tinggi separator taman tersebut. “Fungsi separator ketika median dijadikan taman adalah menjaga tanah agar tetap berada di tempatnya. Tak tumpah ke jalan saat terguyur hujan atau penyiraman rutin,” ucapnya. Dihubungi terpisah, Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono mengaku tak mengetahui kenapa Dinas Bina Marga membuat sejajar jalur Bus Transjakarta dengan separator. “Soalnya itu Dinas Bina Marga yang meninggikannya,” kata Budi.

Hal berbeda dikatakan Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Yudi Febriyadi. Menurut dia, peninggian jalan di sepanjang Jalan Daan Mogot dilakukan secara terpisah. Ada yang dilakukan oleh kementerian meliputi jalur dari Flyover Cengkareng hingga ke perbatasan dan jalur dari Flyover Cengkareng hingga ke arah Kyai Tapa. “Biasanya sejajar dengan jalan utama kok , tapi saya baru tahu, besok(hari ini ) saya cek. Saya juga baru tahu bahwa itu ada peninggian,” ucap Yudi. Yudi mengakui idealnya antara busway dan taman dipisahkan oleh separator. Karena itu dirinya meminta maaf atas kerusakan taman.

Yudi berjanji akan melakukan perbaikan dan penghijauan kembali taman yang rusak di kawasan itu. Sementara itu Kepala Humas PT Transportasi Jakarta Wibowo menuturkan, peninggian jalur Bus Transjakarta merupakan kewenangan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. PT Transportasi Jakarta hanya sebagai pengguna. Untuk itu dia tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai peninggian jalan tersebut. “Kami akan menyesuaikannya,” ujar dia singkat.

Yan yusuf/ bima setiyadi