Edisi 23-02-2017
KPK Interogasi Patrialis Selama 9 Jam


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan mantan Hakim MK Patrialis Akbar.

Bahkan, KPK terus menginterogasi tersangka Patrialis tentang pertemuan dengan tiga tersangka lain. Dalam kasus ini, Patrialis bersama Kamaludin (teman karib Patrialis selama 20 tahun dan Direktur PT Spekta Selaras Bumi) sudah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap USD20.000 (setara Rp270 juta) dan janji SGD200.000 (setara Rp1,95 miliar) dari dua tersangka pemberi suap, yakni pengusaha impor daging pemilik 20 perusahaan Basuki Hariman (BHR) dan Ng Fenny (NGF) selaku Sekretaris Basuki serta General Manager PT Impexindo Pratama.

Suap tersebut terkait dengan dugaan pengurusan putusan perkara Nomor: 129/ PU-XIII/2015 tentang Sistem Zonasi dalam Pemasukan (Impor) Hewan Ternak, dalam objek permohonan judicial review (JR) Undang-Undang (UU) Nomor 18/2009 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan terhadap UUD 1945.

Spesifiknya, pengujian Pasal 36C ayat (1) dan ayat (3), Pasal 36D ayat (1), dan Pasal 36E ayat (1) UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. Saat Kamaludin ditangkap di sebuah lapangan golf di Rawamangun, Jakarta Timur, KPK menyita salinan putusan perkara nomor 129 dalam bentuk softcopy. Salinan putusan itu diduga diterima dari Patrialis karena sebelum ditangkap, Kamaludin bertemu Patrialis di lapangan golf tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, penyidik memeriksa Patrialis sebagai tersangka penerima suap pengurusan putusan perkara Nomor: 129/PU-XIII/2015 sehubungan dengan uji materi Undang-Undang (UU) tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, kemarin.

Ini merupakan pemeriksaan kedua Patrialis sebagai tersangka. Ada dua materi inti yang didalami penyidik dalam pemeriksaan Patrialis. Pertama, seperti apa hubungan Patrialis dengan Kamaludin, Basuki, dan Fenny dalam rangkaian peristiwa pidana. ”Juga diklarifikasi ke PAK sejumlah pertemuan dengan tiga tersangka lain.

Jadi, dua hal itu didalami dan diklarifikasi penyidik dalam pemeriksaan kedua PAK sebagai tersangka,” kata Febri, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin. Patrialis kemarin menjalani pemeriksaan lebih dari sembilan jam. Saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, mantan Menteri Hukum dan HAM (menkumham) ini mengatakan, pemeriksaan kemarin adalah pemeriksaan perdananya sebagai tersangka.

Oleh karena itu, dia mempersilakan KPK memeriksanya. ”Silakan sekarang saya diperiksa untuk pertama kali sejak saya ditahan. Saya akan bicara apa adanya dengan KPK,” kata Patrialis. Namun, Patrialis enggan mengungkapkan materi yang dikonfirmasi penyidik. Dia berkelit, karena penyidikan itu rahasia, maka tidak boleh siapa pun tahu sampai nanti di pengadilan. ”Makanya, saya bingung ada orang yang nulis apa yang sudah saya jelaskan pada waktu terdahulu,” ujarnya.

sabir laluhu