Edisi 20-03-2017
USBN Diharapkan Berbasis Komputer


JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berharap Ujian Sekolah Berstandar Nasional( USBN) berbasiskomputer.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah ingin USBN memakai komputer. Khususnya di sekolah-sekolah yang sudah ditetapkan menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Data Kemendikbud menunjukkan, untuk jenjang SMA, ada 9.661 sekolah yang ditetapkan menjalankan UNBK. Di jenjang SMK, ada 9.832 sekolah. Untuk SMP, ada 11.128 sekolah yang menerapkan UNBK. ”Sebab dengan UNBK pada ujian sekolah kita bisa mengetahui apaapa yang kurang dan bisa dicarikan solusinya,” kata dia.

Muhadjir menjelaskan, untuk Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) sedang tahap persiapan. Dia menjelaskan, soal untuk SMK dan SMA sudah berada di provinsi masingmasing. Adapun soal untuk SMP sudah selesai cetak dan dalam proses pengemasan. Dia mengakui ada kendala dalam pengiriman naskah. Terutama untuk pengangkutan sampai ke daerah dan sekolah yang sulit dijangkau dengan kendaraan biasa. Tapi, dia menekankan, kendalanya tidak akan sesulit tahun-tahun lalu karena ujian tahun ini dibuat tidak simultan dan sebagian besar dengan komputer. Oleh sebab itu Kemendikbud masih tetap meminta dukungan Kepolisian RI untuk daerah-daerah tertentu.

”Jadi energi penyelenggara bisa lebih difokuskan ke daerah-daerah sulit dijangkau yang sudah diidentifikasi. Termasuk mengantisipasi adanya kebocoran di tengah per jalanan,” paparnya. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menjelaskan, meski sudah ada nota kesepahaman dengan Ombudsman RI maupun Lembaga Sandi Negara, hal itu tidak akan menjamin bebas dari kebocoran atau penyimpangan. Menurut guru besar Universitas Negeri Malang tersebut, MoU dengan malaikat sekalipun tidak akan bisa dijadikan patokan kejujuran. Akhirnya terpulang pada iktikad baik semua pihak.

”Terutama pada pihak-pihak yang berurusan langsung dengan UN. Oleh sebab itu saya mengimbau, marilah pelaksanaan UN dan USBN ini kita jadikan momentum untuk menghiasi sekolahsekolah dan anak didik kita dengan cahaya kejujuran. Membersihkan sekolah-sekolah dari praktik kecurangan,” urainya. SementaraituOmbudsmanRepublik Indonesia menyatakan ikut terjun ke lapangan untuk memantau pelaksanaan USBN. Sebagai lembaganegara pengawaspelayanan publik, Ombudsman akan terlibat dalam pengawasan ujian untuk mencegah terjadinya kecurangan.

Komisioner Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan Ninik Rahayu mengungkapkan, USBN harus diawasi lantaran menjadi salah satu penentu kelulusan. ”Kami berharap pelaksanaannya terhindar dari kesalahan serta penyimpangan,” ujarnya.

Neneng zubaidah