Edisi 21-04-2017
Puluhan Rumah di Bogor-Banten Rusak Diterjang Puting Beliung


BOGOR – Hujan deras yang disertai angin puting beliung di wilayah Bogor, Rabu (19/4) malam, mengakibatkan ratusan rumah di Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, mengalami rusak berat, sedang, dan ringan.

Informasi dihimpun menyebutkan, hujan deras mengguyur wilayah Bogor secara merata pada pukul 16.00 WIB. Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 19.00 WIB, di Desa Cibeuteung Udik, gemuruh angin kencang melanda daerah tersebut sehingga membuat panik ratusan warga setempat. Kepala Desa Cibeuteung Udik Bambang Indra Gunawan mengatakan, saat itu cuacanya cukup ekstrem ditambah listrik padam. “Jadi, anginnya muter kencang banget , sampai rumah warga hancur karena tersapu puting beliung,” tuturnya kemarin.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, kata dia, sebanyak 105 rumah warga di wilayah RW 4, 5, dan 6 Desa Cibeuteng Udik, Kecamatan Ciseeng, rusak setelah diterjang puting beliung. “Saat ini kami masih mendata, yang mengalami rusak berat sekitar 20 rumah,” katanya. Meski begitu, angin puting beliung yang meluluhlantakkan ratusan rumah di Desa CibeuteungUdikmenyisakankesedihan tersendiri bagi Samsudin, warga RT 02/04. Dia menjelaskan, bukan hanya karena bangunan rumah yang hancur, Samsudin beserta keluarga juga mengalami trauma psikis. “Anginnya muter sampai hitam, warga semua teriak. Saya mau menutup pintu saja sampai mental karena pintu itu berasa ada yang ngedorong kenceng banget,” katanya.

Puting beliung juga merobohkan pohon besar di dekat gapura Perumahan Budi Agung, Kelurahan Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor. Surjaman, 45, tukang ojek yang menyaksikan langsung pohon tumbang tersebut menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 14.04 WIB. Di tempat terpisah, hujan deras yang disertai angin kencang juga melanda Kampung Jati Gede RT 012/004, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Rabu (19/4) sore. Akibatnya puluhan rumah penduduk porak-poranda. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Hanya, warga terpaksa dievakuasi ke rumahrumah tetangga dan tenda pengungsian lantaran rumahnya tidak dapat dihuni kembali. Dari informasi yang dapat dihimpun, kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam kejadian ini, ada 10 rumah yang rusak ringan dan 3 rumah rusak berat miliki Rojiun, Mudtasir, dan Uus Aryadi. “Kejadian ini berlangsung sekitar dua jam,” kata Camat Binuang Muhamad Iskandar kemarin. Menurut Iskandar, warga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah dalam musibah ini. Dikatakan Iskandar, pihaknya sudah menyampaikan bencana alam ini ke Pemkab Serang.

Bantuan sembako dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang sudah turun ke warga, selain itu pihaknya pun sudah menyampaikan kondisi rumah rusak milik warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku sudah mengirimkan bantuan sembako serta mendirikan tenda untuk mengevaluasi bagi warga yang rumahnya ambruk. “Bantuan untuk rumah rusak, kita akan koordinasikan dengan dinas terkait seperti Dinas Sosial Kabupaten Serang,” ujarnya.

Haryudi/ teguh mahardika