Edisi 21-01-2017
Oknum Polisi di Banten Ditangkap saat Nyabu


SERANG - Seorang oknum polisi ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten saat melakukan pesta sabu bersama rekanrekannya di sebuah kamar indekos, di Kompleks Baladika, Jalan Perintis, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kemarin.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sabu, alat isap, dan ponsel milik tersangka. Dari informasi yang dihimpun KORAN SINDO, para tersangka yang ditangkap itu adalah BH, anggota Polsek Mancak yang tinggal di Kompleks Asrama Polres Blok C Nomor 062 RT 04/07, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Selain itu A alias Ar, warga Kampung Ketileng, Desa Ketileng, Kecamatan Sukmajaya, Kota Cilegon; AH, warga Lingkungan Keanggotaan RT 04/- 010, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon; SD, warga Jalan Kenanga, Linkungan, Ramanuju, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon; dan DJ, warga Pandeglang.

Penangkapan para tersangka ini berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan adanya pesta sabu-sabu yang dilakukan para tersangka. Mendapat laporan tersebut, petugas BNNP langsung bergerak menuju lokasi yang digunakan untuk menggelar pesta, yaitu kamar milik tersangka B alias DJ. Saat petugas mendobrak pintu kamar indekos tersebut, para tersangka kedapatan berada di kamar mandi.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin mengatakan akan menelusuri kebenaran informasi terkait dugaan adanya oknum kepolisian yang tertangkap penggerebekan tersebut. “Dari BNN akan diserahkan penanganannya kepada Polda Banten. Polda Banten akan menelusuri apakah betul anggota Polda Banten atau bukan, karena info yang saya terima bahwa yang ditangkap itu adalah mantan anggota Polda Banten,” kata Zaenudin.

Dijelaskan Zaenudin, bahwa anggota yang sudah dipecat bukan lagi termasuk anggota. “Tapi Propam masih melakukan pendalaman,” ucapnya. Di bagian lain, Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi Kota meringkus pelaku pembunuhan Murtani, 40, calo PO Sari Indah. Korban dibunuh di Terminal Bus Bekasi pada Sabtu, 5 April 2014.

Pelaku RM alias Ucok, 28, ditangkap saat bersembunyi di Kampung Rawakalong, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Sementara pelaku lainnya, Wahyu alias Kiwai, keberadaannya masih diburu polisi. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan, korban dengan kedua pelaku saling kenal di Terminal Bekasi. Korban juga sering memalak kedua pelaku.

Lantas suatu saat setelah diberi uang, korban malah memukul salah satu pelaku. Tak terima dengan pukulan korban, keributan akhirnya terjadi. Salah satu pelaku mengambil besi tusukan es batu lalu menikam korban sebanyak dua kali. Korban yang terkapar ditinggalkan begitu saja oleh pelaku. Dua pelaku bersembunyi di Kisaran, Sumatera Utara.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing menambahkan, selama ini korban dikenal sangat meresahkan. Korban kerap meminta uang secara paksa kepada sopir maupun kernet. Polisi sudah meminta keterangan pelaku Ucok mengenai tempat persembunyian rekannya.

teguh mahardika / abdullah m surjaya