Edisi 12-01-2017
Peneliti Indonesia Berhasil Kembangkan Smartphone 4G


CIKARANG – Peneliti Indonesia berhasil mengembangkan smartphone 4G. Pemerintah berjanji akan membantu memproduksi secara massal.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan merasa bangga bahwa produk smartphone 4G berhasil dikembangkan para peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia mengungkapkan, pemerintah akan membantu membuat produk handphone ini menjadi produk massal hasil karya anak bangsa.

Dia menjamin produk ini akan laku di pasarankarenadiIndonesiaangka pengguna smartphone sangat besar, yakni mencapai 25% dari total penduduk atau sekitar 65 juta orang. ”Produk ini bisa menjadi produk yang sangat kompetitif, punya nilai tambah dan menjadi kebanggaan Indonesia. Saya merasa sangat bangga,” katanya saat berkunjung ke PT VS Technology Indonesia di Cikarang kemarin.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu menyampaikan, fitur yang ada dalam smartphone ini antara lain fitur short message service (SMS), browsing, VOIP c all dan streaming YouTube. Model smartphone ini pun telah mendapatkan sertifikasi TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) sebesar 20,2% pada akhir 2016.

Nasir menyampaikan, inovasi yang lahir dari skema pendanaan inovasi perguruan tinggi di industri ini akan digunakan secara perdana oleh para anggota dari Forum Silaturahmi Masjid Serantau. Dia menjelaskan, anggota forum itu memiliki jaringan yang bagus dalam memberdayakan dan menyebarluaskan produk ini. Maka targetnya, masyarakat dapat mengetahui bahwa produk ini kebanggaan Indonesia.

Ponsel pintar ini nantinya akan diadopsi dan dilanjutkan produksi massalnya oleh Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM/Digital Coop) dengan melibatkan kerja sama antara ITB, PT Jalawave Integra, PT VS Technology Indonesia, dan PT TSM. Pemerintah telah menetapkan bahwa seluruh vendor smartphone 4G LTE harus memenuhi kewajiban 30% TKDN mulai 1 Januari 2017 sebagai syarat berjualan di Indonesia.

Kebijakan tersebut harus dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri smartphone di Indonesia, khususnya terkait dengan pengembangan hardware dan software. Mengenai hal diatas, menurut Nasir, adanya pusat desain seperti yang dikembangkan ITB menjadi sangat penting. Melalui pusat desain tersebutlah harapan industri smartphone Tanah Air yang saat ini riset dan pengembangannya dilakukan di luar negeri bisa ditarik ke dalam negeri.

Terutama untuk dapat memenuhi kewajiban 30% TKDN tersebut. ”Kemenristek Dikti akan terus mendukung riset dan pengembangan smartphone serta pembangunan designcenter di ITB atau di perguruan tinggi atau lembaga litbang lainnya untuk meningkatkan TKDN,” tegasnya. Ketua Umum KDIM Henry Kasyfi mengatakan, bentuk koperasi merupakan badan yang sangat tepat untuk melakukan penjualan ponsel ini.

Pihaknya menegaskan model bisnis tersebut diharapkan menjadi model nasional yang dapat menegakkan teknologi digital yang mandiri. ”Korporasi lain bisa melakukan investasi, tapi tidak memiliki hak suara. Jadi benar-benar berbasis ke-rakyatan di mana anggotanya adalah WNI. Hanya dengan menabung di koperasi para anggota akan mendapatkan ponsel pintar buatan anak bangsa. Dan setiap dua tahun sekali ponsel tersebut akan diganti dengan tipe terbaru,” jelasnya.

neneng zubaidah