Edisi 21-04-2017
Rekap C-1, Anies-Sandi Tetap Unggul


JAKARTA – Data hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berdasarkan entry data model C-1 oleh KPU DKI Jakarta hingga tadi malam sudah mencapai 5.485.994 suara.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh hasil 57,78% atau 3.169.927 suara. Berdasarkan data di laman situs resmi KPU DKI Jakarta, tingkat partisipasi pemilih sebanyak 75.7% dengan total suara sah 5.475.135 dan suara tidak sah 59.632. Terkait rekapitulasi subwilayah, pasangan Anies- Sandi memenangkan seluruh wilayah. Di Jakarta Barat dengan jumlah pemilih 1.693.679 dan pengguna hak pilih 1.307.203 dikurangi suara tidak sah 11.313, pasangan nomor tiga mendapat 685.079 suara dan nomor dua 611. 621 suara.

Di Jakarta Pusat dengan pemilih 762.639 dan pengguna hak pilih suara sah sebanyak 583.155, pasangan Anies-Sandi mendapat 332.850 suara, sedangkan pasangan Ahok-Djarot mendapat 243.767 suara. Di Jakarta Selatan dengan jumlah pemilih suara sah sebanyak 1.209.518, pasangan nomor tiga mendapat 753826 suara, sedangkan nomor dua 459.574 suara. Di Jakarta Timur pasangan nomor dua juga mendapat suara lebih kecil yakni hanya sekitar 577.618 dan pasangan nomor tiga sebanyak 922.808. Di Jakarta Utara yang merupakan basis suara terbesar pasangan nomor dua pada putaran pertama pun mengunggulkan pasangan nomor tiga yang jumlahnya mencapai 466.568.

Pasangan nomor dua di sana hanya selisih sedikit dengan perolehan 418. 096 suara. Data hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berdasarkan entry data model C-1 merupakan hasil sementara dan bukan hasil final. Jika terdapat kesalahan dalam model C-1, akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya. Ketua Bidang Pencalonan dan Kampanye KPUD DKI Jakarta Dahlia Umar menegaskan, rekapitulasi yang dilakukan pihaknya berjalan lancar. Ancaman server down seperti pada putaran pertama tidak terjadi.

”Semua berjalan lancar, baik-baik saja. Sekarang masih dilakukan penghitungan kok,” ucap dia ketika dihubungi KORAN SINDO kemarin. Untuk rekapitulasi, KPUD mengakui pihaknya saat ini memfokuskan untuk melakukan rekapitulasi melalui sistem online, sementara secara manual belum dilakukan karena menunggu penghitungan yang dilakukan pihak kota dan kabupaten. Untuk rekapitulasi manual, KPU DKI Jakarta mengaku tengah melakukan konsolidasi dengan KPU kota/kabupaten. ”Ini kami baru mulaimulai rapat dengan perwakilan KPU kota/kabupaten se-DKI,” kata Dahlia.

Penyidikan Sembako Pilkada Dilanjutkan

Sekalipun pilkada usai, penyidikan terhadap kasus serangan fajar tetap berlanjut. Kasus ini bahkan tengah memasuki tahap rapat pleno. Kepastian akan hal itu diungkapkan Ketua Panwaslu Puadi ketika dihubungi KORAN SINDO. Dia menegaskan pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kasus itu, bahkan pelayangan surat panggilan terhadap dua orang yang terbukti menggerakkan pembagian sembako telah dilakukan tiga kali.

”Oh, tidak berhenti, perkaranya lanjut. Kami akan memanggil kembali keduanya sebelum memutuskan melalui rapat pleno,” tegas dia kemarin. Sebelumnya petugas Polres Metro Jakarta Barat diduga berupaya menghalangi pengungkapan kasus ini. Polisi dari sektor Kalideres yang sempat mengamankan enam mobil truk/boks sembako enggan melimpahkan barang bukti ke Panwaslu karena alasan kamtibmas. ”Kita sudah kirim surat ke Ramli untuk kasus yang di Palmerah. Kebetulan kan pas pembagian sembako dilakukan di rumahnya,” jelas Puadi.

Pemanggilan kepada Ramli terkait dugaan yang dilakukan Anggota DPRD Sukoharjo dari Fraksi PDIP Slagen Abu Gorda. Dia terbukti menjadi pemodal sejumlah karung sembako yang dilakukan pada masa tenang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Meskipun pada pemanggilan sebelumnya Gorda tidak datang, Panwaslu akan tetap berupaya melakukan pemanggilan sekaligus pemeriksaan.

Sementara kepada Ferry, simpatisan Ahok Djarot yang ditangkap di Kalideres, pihaknya juga melakukan hal yang sama. Dia telah mengirimkan surat, namun Ferry kerap beralasan untuk berusaha tidak datang. ”Pertama alasan kurang nama, kedua alasan ditunda karena ke Pontianak,” ucap Puadi. Hingga berita ditulis, penyidikan kasus ini tetap berlanjut, beberapa saksi tambahan telah dipanggil, termasuk ketua RT 09 yang melakukan pelaporan.

”Kalau tidak dilanjuti, kita kena sanksi dari DKPP, bisa dipidanakan kita,” ucap Puadi menanggapi kasus ini. Untuk mendapatkan kasus ini, pihaknya akan mendatangi Ferry dan Gorda pada hari ini, Jumat (21/4/2017).

Yan yusuf/bima setyadi