Edisi 29-03-2017
Siklon Paksa 25.000 Warga Mengungsi


SYDNEY- Siklon berkekuatan hebat, Debbie, menghantam Negara Bagian Queensland, Australia, mengakibatkan lebih dari 25.000 warga mengungsi dan 50.000 rumah tanpa aliran listrik.

Siklon Debbie menghantam Pantai Bowen dan Airlie yang mengakibatkan angin kencang berkecepatan hingga 263 km per jam. Siklon itu masuk kategori empat. Tapi, siklon itu bergerak ke daratan dan menjadi kategori dua. Belum ada laporan korban tewas, tetapi satu warga dilaporkan terluka. Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengungkapkan kepada parlemen bahwa dia sudah mengaktifkan rencana respons bencana.

”Kondisi akan memburuk dengan cepat,” kata dia dilansir BBC. Dia menyarankan agar warga Queensland menjaga diri dan tetap mengutamakan keselamatan. ”Bersiaplah ke tempat penampungan,” imbuh dia. Komisioner Polisi Queensland Ian Stewart mengungkapkan, kecepatan badai semakin pelan juga mengakibatkan kerusakan.

”Saya sedih karena kita menerima laporan korban luka. Kita belum menerima laporan korban tewas,” ujar dia. Dia mengatakan, seorang pria mengalami luka serius akibat tembok yang roboh karena diterjang badai di Proserpine sekitar 900 km dari ibu kota Queensland, Brisbane. PM Negara Bagian Annastacia Palaszczuk mengaku kesulitan untuk menilai dampak kerusakan akibat siklon Debbie sebab banyak kawasan tidak bisa dijangkau karena jaringan listrik dan telepon terputus.

”Semua orang akan terkejut besok (hari ini) karena melihat dampak akibat siklon ini,” ujar dia. Perusahaan penyedia listrik juga belum mengetahui kapan aliran listrik akan kembali pulih. Palaszczuk memperingatkan masyarakat agar tetap berada di dalam rumah hingga kondisi siklon mereda. ”Kita akan melihat dampak siklon Debbie dalam tiga atau lima hari mendatang di sepanjang wilayah pantai,” ungkap Palaszczuk.

Lebih dari 25.000 orang diminta mengungsi dari rumah mereka sebelum siklon itu tiba di Queensland. ”Siklon Debbie akan menjadi peristiwa serius dan kita tidak ingin melihat ada korban jiwa,” kata dia. Seorang warga di Kepulauan Whitsunday membandingkan siklon itu seperti kereta api yang berjalan dari sisi kanan dan kiri. ”Banyak pohon bergoyang.

Tempat ini seperti terus terguncang,” kata Charlie kepada Australian Broadcasting Corp. Siklon Debbie menghantam Pantai Airlie di utara Prosperpine pada tengah hari dan mengakibatkan jaringan telepon tidak bisa beroperasi. ”Siklon ini sangat berisik. Suaranya seperti kereta api barang,” kata Jan Clifford kepada Reuters. Dia mengungkapkan, suara tiupan angin yang sangat kencang selama empat jam itu seperti membuat dirinya seperti orang gila.

Jaringan stasiun televisi Nine Network melaporkan hujan deras mengakibatkan jalanan tergenang dan angin kencang merobohkan pepohonan di Pantai Airlie. ”Sebanyak 50.000 rumah tidak mendapatkan aliran listrik di Kota Bowen dan Mackay di utara dan selatan Pantai Airlie,” kata juru bicara Ergon Energy John Fowler.

Pelabuhan di Abbot Point, Mackay, dan Hay Point ditutup. Maskapai Qantas, Jetstar, dan Virgin Australia menunda penerbangan dari kawasan tersebut. BHP Billiton dan Glencore juga menghentikan operasional tambang batu bara karena berada di jalur badai. Dewan Asuransi Australia mendeklarasikan siklon Debbie sebagai bencana.

Itu menjadikan warga lebih mudah untuk membuat klaim. Namun, mereka belum memperkirakan dampak kerugian akibat Debbie. Siklon itu menjadi badai terkuat yang menghantam Queensland sejak Siklon Yosi yang mengguncang pada 2011. ”Siklon itu akan mengakibatkan hujan deras dengan intensitas yang tinggi,” kata Kepala Biro Meteorologi dari Pusat Penelitian Cuaca Jeffrey D Kepert. Dia mengatakan, pergerakan itu semakin pelan.

”Wilayah yang dilewati siklon itu dipastikan akan mengalami kerusakan dan banjir besar,” ucap dia. Banyak wisatawan memilih berlindung di ruang bawah tanah di hotel tempat menginap. ”Pergi ke Kepulauan Whitsunday ternyata menjadi hal menyenangkan karena cuaca indah di sini,” kata seorang wisatawan, Kurt Moore, kepada Sydney Morning Herald.

Dia mengaku sangat senang karena bisa dievakuasi ke tempat yang aman. Wali Kota Mackay Greg Williamson mengungkapkan, kecepatan angin mencapai 95 km per jam dalam 12 bulan terakhir. ”Kita menghadapi hujan deras. Tapi, itulah risiko tinggal di surga tropis,” kata dia kepada BBC . Dia mengatakan, Kepulauan Whitsunday, Proserpine, dan Bowen diterjang siklon Debbie.

Kemudian, David Wachenfeld dari pengelola Otoritas Taman Maritim Great Barrier Reef mengaku khawatir jika Debbie akan mengakibatkan kerusakan parah pada karang. Bagaimana dampak kerusakan? ”Queensland selama beberapa dekade terakhir dihantam siklon,” kata Direktur Pusat Kajian Bencana dari Universitas James Cook, David King.

Dia mengungkapkan, wisatawan tidak perlu khawatir karena hotel mereka memiliki fondasi yang lebih tinggi dan kuat dibandingkan rumah biasa. ”Saya berharap siklon ini tidak akan berdampak buruk bagi para petani,” ujar dia.

andika hendra m