Edisi 21-01-2017
Panglima Minta TNI AU Minimalkan Kecelakaan Udara


JAKARTA – TNI AU bertekad mewujudkan zero accident (nol kecelakaan) pesawat dengan melakukan perbaikan manajemen latihan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, belakangan ini masih ada peristiwa kecelakaan pesawat. Ini menunjukkan perlunya keseriusan dalam membenahi dan membangun kekuatan TNI AU. ”Kami berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali. Tidak ada jalan lain kecuali harus sungguhsungguh dalam pembinaan alutsista mulai perencanaan, pengadaan, penggunaan, hingga pemeliharaannya,” kata Gatot.

Menurut Gatot, dalam kompetisi global, tantangan TNI AU semakin dinamis terutama terkait perkembangan kompetisi kedaulatan wilayah udara. Pemberlakuan kebijakan ASEAN Open Sky Policy 2015 perlu mendapat perhatian khusus karena diprediksi akan berimplikasi pada keamanan dan kedaulatan negara.

”Ini harus disikapi dengan kemampuan Angkatan Udara yang andal. Kebijakan pemerintah yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia membuat kita perlu menempatkan dirgantara sebagai kedaulatan negara. Yang mema-yungi kehidupan bangsa harus dipertahankan dan diamankan,” ucapnya. Karena itu, TNI AU sebagai komponen utama pertahanan bangsa dalam aspek dirgantara sudah seharusnya menjadi pertahanan udara nasional yang mumpuni.

”Dalam kaitan dengan itu, kami juga perlu melakukan penataan ulang gelar kekuatan TNI agar merata di seluruh Tanah Air,” katanya. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku akan melakukan kajian dengan memperbaiki manajemen pelatihan dan pengadaan alutsista. ”Dua manajemen saja yang bagus, tentunya akan menekan angka kecelakaan dan kami mengharapkan zero kecelakaan,” ujar Marsekal Hadi saat serah terima jabatan (sertijab) dari Marsekal Agus Supriatna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin.

Menurut dia, manajemen yang baik, mulai pengadaan barang sampai pembinaan, sangat pentingdalamupayamenghindari kecelakaan pesawat. Hadi juga menegaskanbahwaTNIAU berencana membuka rute penerbangan baru melalui jalur selatan, sebab salah satu lalu lintas penerbangan di Jawa adalah di utara.

”Apabila kita buka daerah selatan maka 15- 20% itu akan menghemat fuel yang dibakar. Itulah yang diinginkan pemerintah,” ujarnya. Disisilain, KepalaStafAngkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengatakan akan meningkatkan kesiapan operasional TNI AL dan Mabes TNI melalui penggelaranpasukansecara merata di sejumlah daerah.

”Kalau ada satuan kita dekat dengan daerah operasi maka efisiensi operasi, efisiensi logistik bisa kita capai,” kata Ade. Selama ini, gelar kekuatan AL sepertipangkalanutamaangkatan laut (lantamal) dilakukan secara bertahap.”Contohnyalantamal dulu kita hanya 3, setelah sekian tahun kemudian jadi 5. Alhamdulillah pada 2016 awal itu sudah 14 lantamal.

Jadi, kami bangun dalam rangka efisiensi operasi dan logistik,” ujarnya. Mantan kepala staf umum TNI AL ini menilai pentingnya penggelaran pasukan, mengingat wilayah Indonesia jika dibentangkan sama dengan benua Eropa dan Amerika Serikat.

Sucipto