Edisi 20-02-2017
Tempat Pemeriksaan dan Rutan Jadi Ruang Terangker


Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini bernama Gedung Merah Putih menjulang tinggi di antara sejumlah gedung dan rumah penduduk di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Yang membedakannya dengan gedung-gedung di sekitar adalah warnanya: merah dan putih. Gedung Merah Putih KPK yang terdiri atas 16 lantai dan berdiri di atas lahan seluas 39.629 meter persegi ini terbagi dua bagian, gedung utama 16 lantai dan gedung penunjang yang terdiri atas auditorium di lantai 2, masjid di lantai 3, dan rumah tahanan (rutan) berkapasitas 32 tahanan di lantai 1. Dari seluruh ruang itu, ada dua tempat ”angker” bagi para pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, yakni lantai 2 dan rutan KPK.

Di lantai 2 terdapat 72 ruang pemeriksaan untuk terperiksa, saksi, dan tersangka. Seluruh ruang pemeriksaan dilapisi kaca film yang tidak tembus pandang. Tiap ruang pemeriksaan terbagi menjadi dua bagian, yakni ruang 2,5 x 1,4 meter untuk penasihat hukum dan 2,5 x 2,5 meter untuk pemeriksaan. Selain ruang pemeriksaan, ruang ”angker” lainnya tentu rutan untuk para tersangka/ terdakwa kasus korupsi. ”Rutan KPK ini sudah sesuai dengan standar dan peratur an Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham. Perbedaan yang paling umum adalah di sini lebih secure (terjaga/ aman) dan lebih tertata. Tempatnya juga lebih aman dan terintegrasi dengan ruang penyidikan,” tegas Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang kemarin.

Biasanya bagi para pembesuk baik keluarga, kolega maupun penasihat hukum atau pengacara, mereka mesti melewati bagian bawah sisi gedung penunjang. Penjagaannya juga sangat ketat. Sebelum memasuki area depan rutan saja para pembesuk harus melewati pos pertama pemeriksaan yang dilengkapi pintu berputar berbentuk lingkaran terbuat dari besi dengan sisi-sisi yang cukup rapat. Tepat di pintu awal setelah lepas dari pos penjagaan, pembesuk dihadapkan dengan dua rutan untuk tersangka/ terdakwa korupsi yang di bagian kiri pintu ada ruang terbuka 5 x 6 meter.

”Ya kami juga harus memberikan ruang terbuka untuk mereka menghirup udara,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di lokasi. Sementara itu di bagian kanannya terdapat ruangan untuk keluarga yang sedang menjenguk tahanan. Ruangan seluas 5 x 8 meter itu dibatasi dengan teralis besi. Para tahanan dapat berjumpa dan melepas kangen dengan keluarga di situ. Di bagian atas ruangan itu terdapat empat pintu sebagai tempat pertemuan antara pengacara dan tahanan.

Bagian ruangan itu hanya dipisahkan kaca dengan lubang kecil di bagian bawahnya. Bagian inti dari rutan KPK tentu sel tersangka dan/atau terdakwa. Rutan ini terbagi dua bagian, yakni untuk perempuan dan laki-laki yang terpisah dengan tembok. Pintu masuk rutan menuju sel utama berukuran lebih dari 2 meter tingginya. Secara keseluruhan, sel tahanan bisa menampung 36 orang, 13 sel, dan 4 sel isolasi.

Seluruh bagian sel dicat abu-abu. Sel untuk perempuan sementara waktu berkapasitas 6 orang. Sel perempuan terdiri atas 4 kamar sel yang bisa diisi 3 orang. Selain itu ada 2 kamar sel isolasi saat tahanan pertama kali masuk. Kamar sel isolasi masing-masing diisi 1 orang di mana setiap kamar ada 1 kloset duduk. Sementara itu kamar sel untuk tahanan laki-laki berkapasitas 26 orang dan terdiri atas 9 kamar sel.

Di antara tiap kamar sel, ada ruangan besar ukuran 4-7 meter sebagai tempat pertemuan para tahanan. Kemudian ada juga satu tempat umum yang tersedia dengan 3 kran terpisah dengan tembok kecil untuk mencuci dan wudu serta 3 kloset duduk. Tiap kamar sel laki-laki bisa diisi 3 atau 5 orang dengan 1 kloset duduk di dalamnya.

Di bagian ini juga ada 3 kamar sel isolasi masing-masing untuk 1 orang dengan 1 kloset duduk. Kamar sel berkapasitas 3 orang ada 2 kamar dan berkapasitas 5 orang ada 4 kamar.

Sabir Laluhu