Edisi 11-01-2017
Saksi Minta Ahok Segera Ditahan


JAKARTA - Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, kemarin.

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi yakni Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, advokat Burhanudin, pengurus DKM Darussalam Kota Wisata Cibubur Ibnu Baskoro, pendiri Yayasan Pembina Muallaf Irena Center sekaligus Pondok Pesantren Muallafah Irena Center Irena Handono, serta Sekretaris Forum Umat Islam Bogor Wilyudin Abdul Rasyid Dhani.

Saksi pertama dalam sidang tersebut yaitu Pedri Kasman yang juga sebagai saksi pelapor. Dia melaporkan kasus dugaan penistaan agama ke Polda Metro Jaya pada 7 Oktober 2016. Sebelum melaporkan Ahok, dia terlebih dahulu berdiskusi dengan jajaran PP Muhammadiyah dalam sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan 60 orang.

“Setelah menonton video berdurasi 13 detik, kami berdiskusi benar itu Ahok sudah menistakan agama Islam,” ujar Pedri. Ketika Pedri memberikan kesaksian, Ahok terlihat santai. Sesekali dia mengecek berita acara pemeriksaan (BAP) Pedri dan mengobrol dengan Fifi Lety, adik kandung Ahok yang juga penasihat hukumnya. Tiba-tiba suasana riuh dan tawa terjadi saat Pedri dengan polos menanyakan mengapa Ahok mendapat BAP, sedangkan Pedri tidak.

Menutup kesaksiannya, Pedri membacakan tiga kesimpulan di antaranya permintaan permohonan penahanan Ahok. Mendengar keterangan Pedri, penasihat hukum Ahok, Sirra Prayuna, mempertanyakan perihal durasi video yang ditonton Pedri dan seluruh anggota grup WhatsApp itu. “Anda bersama seluruh anggota grup menonton yang berdurasi 13 detik atau yang full satu jam 40 menit?” ujarnya.

Menurut Pedri, sejatinya dirinya telah menonton video tersebut secara keseluruhan dan tetap menyimpulkan bahwaAhoktelahmenghinaagama Islam melalui pidatonya tersebut sebagaimana Fatwa MUI. Ahok yang mengenakan setelan batik biru tampak santai mendengarkan kesaksian saksi pertama yang berjalan selama tiga jam lebih itu.

Namun, ketika nama Daniel Azhar Siregar disebut pemimpin PP Muhammadiyah yang menyuruh Pedri melaporkannya karena dugaan penistaan agama, Ahok pun tak terima. “Saya kenal baik Daniel, bahkan dia pernah menjadikan saya contoh pemimpin bersih dan diundang diskusi di Menteng pada April 2015,” kata mantan bupati Belitung Timur itu .

Sementara itu, saksi Irena Handono membeberkan latar belakangnya melaporkan Ahok ke polisi. Pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu menjadi pemicu hingga akhirnya banyak yang menyerahkan fotokopi KTP dukungan melaporkan Ahok atas dugaan penistaan agama. “Saya melapor sebagai bagian umat Islam dengan membawa ribuan KTP sebagai bukti mewakili umat Islam Indonesia,” ucap Irena.

Di luar area ruang sidang, pihak kepolisian memisahkan jauh massa pendukung dan kontra Ahok. Dalam sidang kali ini, polisi mengamankan sekuriti berinisial IS yang hendak memprovokasi massa kontra Ahok. Pelaku diduga terpengaruh minuman keras. “Ada seseorang yang jadi pertanyaan dari teman-teman FPI. Saat ditanya dia tak bisa memberi jawaban sehingga kami amankan,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana.

helmi syarif/ Sindonews