Edisi 20-02-2017
WH-Andika Unggul di 15 TPS


SERANG - KPU Banten kembali menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kemarin.

Komisioner KPU Banten Syaeful Bahri mengatakan, tidak ada penggantian panitia dalam PSU di Desa Babakan Asem. “Penyelenggara di tingkat TPS kan tidak bermasalah. Yang melakukan kesalahan fatal itu sekretaris PPS, bukan petugas PPS,” ujarnya. Dalam coblosan ulang tersebut, Wahidin Halim (WH)- Andika unggul di 15 TPS. Berdasarkan hasil penghitungan suara, WH-Andika memperoleh 2.362 suara dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief dengan 1.965 suara.

“Hasilnya sama dengan penghitungan suara pada 15 Februari lalu. Pasangan nomor 1 menang,” kata Ketua KPU Kabupaten Tangerang Akhmad Jamaludin. Selain jumlah pemilih meningkat sekitar 7% pada PSU ini, proses pencoblosan ulang di Desa Babakan Asem pun berjalan aman, lancar, dan tertib. Sementara itu, Pilkada Banten 2017 makin panas. Setelah Rano -Embay kalah dan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), kini kubu pasangan nomor 2 ini mengungkap berbagai pelanggaran maupun kecurangan dalam pemungutan suara.

Tak hanya kubu Rano-Embay, pasangan nomor 1 WH-Andika juga mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti kecurangan yang terjadi. Juru bicara WH-Andika, Jazuli Abdillah, mengatakan semua pihak harus menaati kesepakatan dan aturan main, yakni siap menang dan siap kalah. Tentu lebih elok jika menerima kekalahan dan kemenangan dengan lapang dada. “Terkait proses yang masih berlangsung, kami meminta tim dan simpatisan untuk mengawal. Kami juga mengimbau semua pihak tidak ada yang curang,” ujarnya kemarin.

Kubu WH-Andika menangkap ada upaya atau skenario kubu berseberangan dengan menggalang opini terjadi kecurangan masif. “Sebenarnya kami telah ikut aturan main. Kami sesungguhnya adalah penantang yang melawan petahana, aneh jika kecurangan justru diskenariokan kepada kami. Karenanya kami mohon KPU dan Bawaslu benar-benar netral menjalankan tupoksi sesuai dengan UU,” ungkap Jazuli. Berdasarkan real count KPU Banten, WH-Andika memperoleh 2.405.773 suara (50,93%) dan Rano-Embay dengan 2.317.745 suara (49,07%).

Data penghitungan suara ini dari 16.540 tempat pemungutan suara (TPS) dengan total TPS mencapai 16.540 TPS atau sekitar 100%. Kecurangan maupun pelanggaran Pilkada Banten 2017 mendapat atensi tinggi dari kubu Rano-Embay. Kubu ini melaporkan dugaan kecurangan ke Bawaslu Banten. Astiruddin Purba, kuasa hukum Rano-Embay, mengatakan ada beberapa dugaan kecurangan di Kota Tangerang yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). “Temuan pelanggaran dan kecurangan ini cukup serius,” tandasnya.

Salah satu kecurangan adalah ditemukannya surat suara palsu di Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Selain surat suara terindikasi rusak, kubu Rano-Embay mengklaim menemukan jumlah surat suara tambahan yang melampaui ketentuan sebesar 2,5%. “Faktanya di beberapa TPS ada pemilih yang melebihi DPT dan pemilih tambahan. Ini indikasi kecurangan dan pelanggaran pemilu berikutnya,” ujar dia.

Pemilih menggunakan surat keterangan (suket) yang terindikasi palsu juga banyak ditemukan di 10 kecamatan se-Kota Tangerang. Temuan lain yang dilaporkan ke Bawaslu adalah tindakan KPPS yang memberikan C-1 kepada saksi-saksi untuk ditandatangani sebelum pemungutan suara.

Teguh mahardika