Edisi 21-01-2017
Plt Gubernur DKI Jakarta Temui Pimpinan KPK


JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono kemarin diamdiam mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Sumarsono diduga terkait dengan perkembangan kasus dugaan suap reklamasi Teluk Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan anak buah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo itu telah bertemu dengan para pimpinan lembaga antirasuah tersebut untuk membahas kasus reklamasi Teluk Jakarta. “Ya, memang dia hadir, tapi bukan pemeriksaan. Tadi juga diikuti oleh pimpinan,” ungkap Febri di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Saat dimintai konfirmasi soal kedatangan Sumarsono yang terkesan tertutup, Febri mengaku belum mengetahui detailnya seperti apa. Namun memang, kata Febri, keterangan yang bersangkutan sangat dibutuhkan KPK. “Saya harus cek dulu persisnya itu seperti apa (kedatangannya) karena memang ada beberapa kondisi yang kemudian membutuhkan hal tersebut,” katanya.

Dalam hal ini Febri menyatakan bahwa Sumarsono hadir untuk dimintai keterangan seputar reklamasi Teluk Jakarta. Namun memang ada yang janggal dari kedatangan Sumarsono. Seharusnya setiap tamu atau saksi yang hadir lewat depan pintu utama KPK. Sumarsono justru tidak lewat pintu depan KPK. Diduga dia datang secara diam-diam dan masuk ke dalam Gedung KPK lewat akses pintu belakang.

“Saya belum dapat info tersebut, tapi sebenarnya ini bukan bagian dari pemanggilan saksi karena saksi biasanya lewat depan, kecuali saksi-saksi yang dilindungi atau ada risiko lain,” paparnya. Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya membenarkan pimpinan KPK mengundang Sumarsono pada Jumat (20/1).

Menurut Agus, rapat ini diperlukan pihaknya untuk mendalami ada tidaknya aliran dana sumbangan dari pihak pengembang sebagai kompensasi pembangunan reklamasi. “Kita akan tanya, itu masuk APBD atau tidak, menyalahi aturan atau tidak, mengalami kerugian atau tidak?” ungkap Agus.

Seperti diketahui, dalam kasus ini dua tersangka telah menjadi narapidana, yakni dari pihak PT Agung Podomoro Land Aries Widjaja dan Trinanda Prihantoro. Keduanya sudah dieksekusi di Lembaga Sukamiskin, Bandung. Ariesman dihukum 3 tahun penjara, sedangkan Trinanda 2 tahun 6 bulan.

Mereka terbukti menyuap anggota DPRD DKI Jakarta Sanusi sebesar Rp2 miliar untuk menurunkan besaran kontribusi tambahan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Sementara Mohamad Sanusi telah dinyatakan bersalah dan divonis 7 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 2 bulan kurungan.

sabir laluhu/ okezone