Edisi 20-02-2017
350.000 Anak Terjebak Perang di Mosul Barat


LONDON - Save the Children memperingatkan sekitar 350.000 anak terjebak di Mosul Barat. Peringatan itu muncul saat pasukan Irak melancarkan serangan terhadap para militan di kota tersebut.

”Pasukan Irak dan aliansinya, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris, harus melakukan segalanya untuk melindungi anak-anak dan keluarga mereka dari kekerasan dan menghindari gedung-gedung sipil seperti sekolah dan rumah sakit saat mereka masuk ke dalam kota tersebut,” ungkap Direktur Save the Children Maurizio Crivallero di London, dikutip kantor berita AFP . Dia memperingatkan, sebagian besar keluarga tidak dapat mengungsi keluar dari kota tersebut karena berisiko tewas di tangan para anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau akibat peluru penembak jitu dan ranjau darat.

Warga sipil juga telah mengalami kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan. ”Ini pilihan suram bagi anakanakdiMosulBaratsekarangyakni bom, tembakan peluru, dan kelaparan jika mereka tetap berada di kotaitu. Ataueksekusidanpenembak jitu jika mereka berupaya mengungsi,” ungkapCrivallero. Dia menambahkan, ”Ruterute pengungsian aman bagi warga sipil harus dibuat sesegera mungkin.” Operasi militer untuk menguasai Mosul Barat telah dimulai akhir pekan lalu. Langkah ini dapat menjadi pertempuran paling brutal dalam empat bulan operasi di kota terbesar kedua di Irak tersebut.

Kota tersebut sangat penting bagi ISIS karena pemimpin kelompok itu mendeklarasikan kekhalifahan di tempat itu pada 2014. Pemerintah Irak telah melancarkan serangan skala besar untuk menguasai kembali Mosul pada 17 Oktober lalu. Otoritas juga mendeklarasikan Mosul Timur telah sepenuhnya bebas pada 24 Januari. Pasukan koalisi saat ini menghadapi tantangan terberat, yakni jalanansempitdiKotaTua, Mosul Barat, yang sulit dilalui sebagian besar kendaraan militer.

”Dampak artileri dan bahan peledak lainnya di lokasi itu akan lebih mematikan dan mengerikan dibandingkan apapun yang telah kita saksikan dalam konflik itu sejauh ini,” ungkap pernyataan Save the Children. Menurut data lembaga yang berbasis di London itu, 350.000 wargasipildiMosulBaratberusia di bawah 18 tahun. Pasukan Irak mengadopsi strategi melindungi warga sipil dengan menjaga merekatetapberada didalamrumah atau gedung.

Syarifudin