Edisi 24-03-2017
Anies-Sandi Maksimalkan Media Sosial


JAKARTA– Calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno terus memaksimalkan media sosial dalam putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Pasangan nomor urut 3 ini akan memanfaatkan media tersebut secara positif. Sejak putaran pertama relawan media sosial pendukung Anies- Sandi menggunakan media sosial untuk menyampaikan profil sosok Anies-Sandi dan programprogramnya yang akan direalisasi jika terpilih. Tim media sosial pun optimistis 450.000 suara yang belum memilih Anies- Sandi pada putaran pertama segera beralih ke pasangan yang diusung Partai Gerindra-PKS ini dalam putaran kedua.

“Sosok Anies yang berpengaruh dalam dunia pendidikan dan Sandiaga dalam dunia usaha itu yang kami sosialisasikan di media sosial, termasuk berbagai programnya,” ujar tim media sosial Anies-Sandi, Thomas Musa, dalam diskusi Demokrasi Kebangsaan di Republik Sosial Media yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin. Relawan Anies-Sandi di media sosial kerap mengkritik kegagalan program yang dijalankan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, tetapi kritik tersebut dibarengi evaluasi melalui program-program Anies- Sandi.

Misalnya program penataan transportasi yang dilakukan Ahok-Djarot belum menyentuh kawasan permukiman selama lima tahun menjabat. Sebagai bahan evaluasi, Anies- Sandi memaparkan program OK-Otrip untuk menyempurnakan program transportasi Ahok-Djarot agar transportasi massal menyentuh permukiman hanya dengan satu kali pembayaran. “Kami lebih banyak diserang. Kami tidak membalas, tapi kalau ada yang perlu diluruskan ya kami luruskan melalui website Anies-Sandi, yaitu Jakarta Maju Bersama. Dokumen yang tidak sesuai website dipastikan bukan milik Anies-Sandi,” kata Musa.

Pengamat komunikasi Universitas Indonesia Effendi Gazali menilai Pilkada DKI 2017 ini merupakan pilkada yang paling brutal di dunia maya. Persaingan dari kubu pendukung benar-benar luar biasa dalam memanfaatkan media sosial untuk melemparkan opiniopini yang saling serang. “Apakah perang medsos itu memengaruhi 450.000 suara yang 17%-nya diraih pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni pada putaran pertama dan 20% kelompok golput? Mereka bisa saja lelah, mungkin lebih efektif pakai opini positif. Pilkada kali ini bukan luber dari langsung, umum, bebas, dan rahasia, melainkan langsung, umum, dan brutal,” ungkap Effendi.

Di tempat terpisah, Anies- Sandi terus mendapatkan dukungan dalam kampanyenya kemarin. Dukungan tersebut datang dari Komunitas Pemenangan Agus-Sylvi yang diselenggarakan di Posko Pemenangan Agus-Sylvi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta di Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur. Anies mengucapkan terima kasih dan meminta relawan berjuang menjemput aspirasi warga Jakarta yang menginginkan gubernur baru.

“Kita berangkat dari platform bersama dan kita laksanakan semua gagasan itu bersama- sama. Kita berharap kepemimpinan yang baru dapat dirasakan kebermanfaatannya untuk seluruh warga Jakarta, bukan sekelompok warga,” ucapnya. Anies-Sandi juga akan membantu usaha mikro kecil dan menengah di Jakarta. Menurutnya, harga kebutuhan pokok di DKI dapat ditekan dengan cara kerja sama antarpemerintah daerah.

Harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan lantaran banyaknya tengkulak dalam proses distribusinya. Selain itu Anies berencana membantu UMKM melalui program OK OCE. “Di setiap kecamatan nantinya akan ada pelatihan, pendampingan, dan pemberian modal. Selain itu OK OCE akan memperluas jaringan dan disambungkan dengan pasar yang lebih luas,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. Adapun cawagub DKI 2017 nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat mendapatkan dukungan dari warga Jakarta asal Jawa Timur yang tergabung dalam Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) di Gedung Olahraga Senen, Jakarta Pusat, kemarin.

Paguyuban tersebut berharap putra terbaik dari Jawa Timur, yakni Djarot, kembali memimpin Ibu Kota. Ketua Umum Pagar Jati Jaya Hambali alias Cak Macan menuturkan, menyukseskan Pilkada DKI adalah kewajiban bagi organisasinya. “Kami sebagai warga Jakarta yang berasal dari Jawa Timur dan mayoritas Nahdliyin mendoakan Cak Djarot sukses dan memenangi Pilkada DKI,” katanya.

Menyikapi dukungan itu, Djarot mengaku senang sekaligus berharap warga Jawa Timur tetap solid mendukung dirinya hingga saat hari H pencoblosan 19 April mendatang. “Mari bersama- sama mewujudkan Jakarta yang maju dan makmur,” ucap Djarot. ?

Bima setiyadi