Edisi 11-01-2017
Anies Butuh Perjuangan Relawan


JAKARTA - Calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta 2017 Anies Baswedan-Sandiaga Uno membutuhkan perjuangan para relawan untuk mengubah Jakarta ke arah yang lebih baik.

Relawan bakal menyebarluaskan berbagai program unggulan milik pasangan nomor urut 3 ini. Perjuangan relawan memenangkan Anies-Sandi membawa harapan untuk mewujudkan Jakarta bahagia, aman, dengan jaminan hidup yang layak, serta masa depan yang terjaga. Para relawan merupakan pejuang yang tidak ingin hanya menjadi penonton.

“Mereka relawan tidak dibayar bukan karena tidak bernilai, melainkan karena perjuangannya dalam membawa perubahan di Jakarta tidak bisa dinilai dengan harga,” ujar Anies di Matraman, Jakarta Timur, kemarin. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengapresiasi relawan yang telah melakukan perencanaan dan persiapan terbaik sehingga dirinya bisa mengeksekusi dengan baik pula.

Perjuangan bersama relawan bagaikan mendaki gunung yang memiliki perjalanan bertahap. “Puncak perjalanan ini pada 15 Februari 2017. Di sana kita akan kecewakan pesimisme mereka,” katanya. Masih di Matraman, kemarin relawan Barisan Anak Jakarta (Bajak) membacakan orasi puisi hitam yang berisi ketidakadilan di Jakarta.

Relawan ini juga menaruh harapan kepada Anies-Sandi. Sumiarto, koordinator relawan Bajak, mengatakan bahwa panggung orasi puisi hitam ini merupakan wadah tepat bagi warga untuk menyampaikan unek-uneknya. Mereka menyampaikan berbagai bentuk ketidakadilan yang kerap melanda warga miskin Ibu Kota. Misalnya, masalah penggusuran yang bagaimana pun juga itu merupakan wujud nyata ketidakadilan.

“Kita butuh figur baru untuk memimpin Jakarta, yang santun dan manusiawi. Tidak berlebihan jika harapan itu kami berikan untuk Anies- Sandi,” ujar Sumiarto. Politikus PDIP Denny Iskandar yang mewakili Ketua Relawan Jakarta Bergerak Boy Sadikin menegaskan bahwa Anies- Sandi dapat mengembalikan keadilan Jakarta apabila diamanatkan menjadi pemimpin DKI Jakarta periode 2017-2022.

Pasalnya, Anies-Sandi dinilai sosok yang berakhlak, cerdas, dan sangat konsisten membahagiakan warganya sambil memajukan kotanya seperti yang menjadi slogan pasangan tersebut. “Jangan sampai kita kehilangan Jakarta, Anies-Sandi akan merebut kembali keadilan yang ada di Jakarta,” ungkapnya. Pendamping Anies, Sandiaga Uno terus menyosialisasikan program-program unggulan dalam kampanyenya meski saat ini tengah mempelajari tata cara debat yang akan digelar pada 13 Januari mendatang.

Tujuannya agar debat yang disampaikan tidak melulu berisi argumen, tetapi solusi dan inovasi untuk memajukan Ibu Kota. Selain itu, agar pemaparan program lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas. “Kalau untuk debat sudah beberapa kali internal diskusi, situasi yang simulasinya mirip-mirip debat. Tapi kan diajarkan, debat ini harus mengajarkan budaya bahwa debat harus memberikan nilai tambah dan menghadirkan terobosan yang inovatif,” ungkap politikus Partai Gerindra itu.

Adapun cagub DKI nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kemarin tidak berkampanye lantaran menjalani sidang sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan. Saat bersamaan, cawagub Djarot Saiful Hidayat beserta kader PDIP merayakan hari ulang tahun PDIP yang ke-44 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.

Kondisi tersebut memunculkan isu PDIP tengah memanfaatkan kesempatan menjadikan kadernya Djarot sebagai cagub bila Ahok diputuskan bersalah oleh pengadilan semakin kencang. Namun, isu itu langsung dibantah oleh Djarot. Dia tidak ingin berandai-andai mengenai keputusan pengadilan atas proses hukum yang dijalani Ahok.

“Perayaan yang berbarengan dengan sidang Ahok merupakan isyarat bahwa kemenangan akan diraih pasangan nomor urut 2. Persis Pak Ahok sidang kelima kita mengadakan perayaan hari ulang tahun ke-44. Masa sih kita tidak paham dengan isyarat alam, ini kan ultah ke-44, double four . Empatnya berapa? Dua, DKI ini arahnya dua,” jelas Djarot.

Sementara itu, kampanye cagub DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kemarin ditemani oleh istrinya, Annisa Pohan yang sekaligus menjadi juru kampanye AHYSylviana Murni. Agus dan Annisa mengunjungi warga di dua kelurahan di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Sama halnya dengan Agus, dalam kampanye Annisa menyalami satu per satu warga yang antusias melihatnya, termasuk melayani permintaan berfoto selfie dengan warga.

Menurut Annisa, semakin banyak warga yang ditemuinya akan semakin banyak aspirasi warga yang diserap sehingga saat Agus terpilih nanti mereka dapat mengidentifikasikan halhal yang harus dibenahi di Jakarta. “Ketika sudah terpilih, AHY-Sylvi bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut,” ujarnya.

bima setiyadi