Edisi 21-01-2017
Prostitusi Online di Bekasi Terbongkar


BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota membongkar praktik prostitusi online di sebuah apartemen di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (15/1) lalu. Dalam pengungkapan itu, tiga wanita tertangkap.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Dedy Supriadi, ketiganya sudah lama diintai dan baru tepergok saat ini. Mereka yakni BQ, 22, AC, 16, dan IK, 20. Setelah diperiksa, polisi menetapkan BQ sebagai tersangka karena berperan sebagai mucikari. Sementara yang berperan sebagai pekerja seks komersial (PSK) adalah AC, perempuan yang masih di bawah umur. Sementara, IK ikut diamankan menjadi saksi dalam kasus prostitusi online .

Kasus ini terungkap saat petugas memperoleh informasi adanya prostitusi online di sebuah apartemen di Bekasi. Polisi kemudian mendalami akun Twitter tersangka yakni @reginarenxxxxx . Petugas menyamar sebagai calon pelanggan untuk menggunakan jasa PSK. Setelah membuat janji, petugas bergegas ke sebuah kamar di lantai 10 apartemen tersebut. Di lokasi petugas langsung menangkap tiga wanita itu.

Hasil penggeledahan, polisi menyita barang bukti empat kondom baru, dua kondom bekas pakai, sembilan ponsel, pakaian dalam wanita, uang Rp1.250.000, tiga dompet, serta akta kelahiran. “Untuk transaksinya, setiap menggunakan jasa PSK dikenakan Rp800.000,” ungkapnya. Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi Kota AKP Wahid Key menuturkan, PSK yang di bawah umur merupakan korban dan sudah dikembalikan ke orangtuanya.

“Yang kami jadikan tersangka adalah mucikarinya, karena PSK-nya hanya menjadi korban,” ucapnya. Hingga kemarin penyidik masih memburu dua tersangka lagi. Keduanya diduga juga berperan sebagai mucikari. BQ dijerat Pasal 2 ayat 1 UU No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 88 juncto Pasal 76 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Di tempat terpisah, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Kementerian Sosial memberikan perhatian penuh pada kasus praktik prostitusi online yang melibatkan anak-anak di bawah umur. “Kami sangat prihatin dengan kasus yang terjadi di Bekasi,” ujarnya di Hotel Santika Bekasi beberapa waktu lalu.

Pihaknya berupaya meminimalisasi tindak kejahatan seksual terhadap anak-anak, salah satunya menyediakan call center pengaduan bagi anak-anak korban kekerasan dan kejahatan. “Kami juga bantu rehabilitasi korban,” tambahnya.

abdullah m surjaya