Edisi 29-03-2017
Anies-Sandi Siap Majukan Jakarta


JAKARTA– Calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno terus menggencarkan gagasan untuk memajukan Ibu Kota. Pasangan nomor urut 3 itu berjanji merealisasikan gagasan tersebut jika terpilih.

Gagasan Anies-Sandi di antaranya membuka lapangan kerja dan membangun kewirausahaan, pemenuhanbahan-bahankebutuhan pokok yang murah, serta pendidikan yang berkualitas. Gagasan berupa program tersebut terus disosialisasikan saat keduanya turun ke masyarakat. Di tengah gencarnya menyosialisasikan gagasan, Anies justru herandenganBasuki TjahajaPurnama (Ahok) sebagai petahana yang baru meluncurkan beragam program baru ketika masa kampanye.“

Kenapa program itu tidak direalisasikan saat petahana menjabat. Kalau sepert iitu warga Jakarta pengen masa kampanye terus dong karena gubernurnya baru mengeluarkan program baik,” ujar Anies di kediamannya, Lebak Bulus Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mencontohkan seperti program santunan untuk lansia.

Seperti diketahui, dalam debat di sebuah stasiun televisi swasta nasional, Ahok menyampaikan program untuk lansia sudah digagas sejak 2013. Padahal jika program itu berjalan dengan hitung-hitungan per tahun, para lansia mendapat Rp7 juta per tahun dan selama lima tahun bisa mendapat 30 jutaan lebih. Maka itu, sebenarnya masa kampanye bagi petahana seharusnya menunjukkan kinerja, bukannya mengeluarkan gagasan.

Itu membuat gagasan yang dimunculkan terkesan sebagai pemanis pada masa kampanye saja. “Justru masa kampanye bagi petahana adalah masa untuk membuktikan kinerja biar warga tahu, sedangkan kami penantang menawarkan gagasan, bukan sebaliknya,” kata Anies. Kendati demikian, dia percaya warga bisa menilai sendiri mana gagasan dan kinerja yang dibuat dengan sebenarnya dan mana gagasan parsial semata.

Kemarin Anies juga menghadiri istigasah di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemudian mengikuti kegiatan internal untuk berkonsolidasi. Di tempat terpisah, Sandiaga Uno mengawali kampanyenya dengan tapping di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Setelah itu, Sandi berkampanye di kawasan Glodok, TamanSari, Jakarta Barat.

Dia berdiskusi dengan warga Tionghoa yang berjualan, meski sebagian besar pendukung Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Salah satu yang menjadi keinginan warga adalah penataan kawasan tempat mereka berdagang. Dia berjanji menata tanpa menggusur para pedagang di kawasan Pecinan tersebut. “Pedagang di luar menginginkan penataan dengan memperhatikan penghasilan dan kehidupan mereka,” ujar politikus Partai Gerindra itu.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 2 Ahok-Djarot memilih berkampanye secara diam-diam. Kampanye tersebut merupakan strategi untuk menghindari terlalu banyak orang mengerubungi Ahok. Menurut Djarot, apabila satu titik kampanye disampaikan biasanya justru tidak bisa berkampanye lantaran dikerumuni warga untuk bersalaman atau berfoto ria.

Meski demikian, mantan wali kotaBlitaritumembantahbiladikatakan bersembunyi dari media cetak, online , maupun elektronik lantaran media merupakan bagian dari kampanye. “Kami biasa saja ada penghadangan atau enggak, santai saja,” ucapnya.

bima setiyadi