Edisi 24-04-2017
Aswaja Solusi Keumatan Indonesia


BANDUNG - Perbedaan pandangan politik yang tajam pada Pikada DKI Jakarta menyisakan persoalan pada hubungan antarumat.

Paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) saat ini dinilai perlu kembali disegarkan dalam konteks bernegara dan berbangsa. “Aswaja terbukti sukses menjadi benteng kebangsaan Indonesia, sebagai perekat bangsa, perekat keumatan dan keislaman,” kata Ketua Dewan Pembina DPP Laskar Aswaja Marwan Jafar seusai acara Pelantikan dan Rakorwil DPW dan DPC Laskar Aswaja Se- Provinsi Jawa Barat di Hotel Lingga, Bandung, kemarin. Rakorwil ini dihadiri 1.200 peserta.

KetuaUmumDPPLaskar Aswaja Adhie Tobing Permana, Ketua Dewan Pembina DPW Jabar Dudi S Sutandi, Ketua DPW Laskar Aswaja Jabar Abdul Aziz, dan ulama perwakilan masing-masing daerah juga turut hadir. Marwan melanjutkan, sejak Indonesia berdiri, paham Aswaja sudah menjadi pandangan hidup mayoritas umat Islam Tanah Air. Terbukti, Indonesia lebih aman dan damai dibandingkan dengannegara-negaradiTimur Tengah yang mudah tersulut konflik sosial dan politik. “Persaudaraan Islam juga terjaga, termasuk menjadi solusi masalah-masalah keagamaan dan kebudayaan. Aswaja ini menciptakan harmoni keberagaman dan keagamaan di Indonesia,” ungkap dia.

Menurut dia, keindonesiaan sudah final sejak disepakati oleh para pendiri bangsa ini. Dengan begitu, bila ada paham dan gerakan yang tidak sesuai dengan dasar negara, hal itu perlu diluruskan. Karena itu, Marwan menegaskan Laskar Aswaja siap menjadi garda terdepan untuk mengawal keindonesiaan dan keumatan dalam bingkai rahmatan lil alamin , termasuk terus menyebarkan ajaran dan paham Aswaja. Senada dengan itu, Ketua Umum Laskar Aswaja Adhie Tobing Permana mengatakan, pihaknya siap menghalau paham dan gerakan yang berpotensi memecah belah umat Islam.

“Kami tidak ingin Indonesia seperti Suriah dan Mesir. Umat Islam berperang dan terpecah belah. Indonesia ini sudah final dalam bingkai Islam Aswaja,” ujar dia. Konsolidasi pengurus Laskar Aswaja akan terus dilakukan. Hingga saat ini, kata Tobing, delapan provinsi sudah terbentuk dan dilantik sebagai pengurus laskar. Antara lain Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Banten. Mereka ini dibekali dengan materi Ahlussunnah Wal Jamaah agar nanti mampu menyebarluaskan paham keislaman yang inklusif dan rahmatan lil alamin .

“Dalam waktu dekat DKI Jakarta akan kita lantik, disusul Jateng, Jatim, dan provinsi lain. Semua provinsi di Indonesia akan kita bentuk dan lantik semua,” kata dia.

Dian ramdhani