Edisi 20-02-2017
Coblosan Ulang, Anies-Sandi Menang Telak


JAKARTA - Pilkada DKI Jakarta 2017 diwarnai pemilihan suara ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara (TPS).

Dalam coblosan ulang tersebut, pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan- Sandiaga Uno menang telak dari pasangan lainnya. Di TPS 01 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin, Anies-Sandi memperoleh 134 suara, padahal pada Rabu (15/2) lalu pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini hanya 177 suara. Sementara pasangan nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang sempat memenangkan perolehan suara 198 suara, menyusut menjadi 104 dalam hasil PSU. Warga yang melakukan coblosan ulang di TPS 01 tidak sebanyak pada 15 Februari lalu.

PSU hanya diikuti 257 pemilih dari total 601 orang, sedangkan pada pemilihan serentak ada 442 pemilih yang menyalurkan hak suaranya. Di TPS 29 Kalibata, Jakarta Selatan, Anies-Sandi juga meraih kemenangan. TPS 29 Kalibata diketahui basis pemilih Anies-Sandi. Pada 15 Februari, Anies-Sandi mendapatkan 345 suara dari 421 suara. Hasil PSU kali ini Anies-Sandi mendapatkan tambahan 40 suara menjadi 385 suara.

Sementara pasangan nomor 1 Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni mendapat 77 suara dan Ahok-Djarot dengan 29 suara. Pencoblosan ulang menyusul temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengenai adanya lima orang yang melakukan pelanggaran saat pencoblosan Rabu (15/2). Dari 5 orang itu, 2 orang melakukannya di Kalibata, 2 di Kemayoran, sedangkan 1 lagi di Jakarta Timur. “Mereka menggunakan C-6 yang bukan miliknya,” kata Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti. Anggota KPPS Awaludin Yamin menjelaskan, pencoblosan ulang karena ada warga bernama Tati mencoblos dua kali.

“Dia mengajukan diri mencoblos mewakili kakaknya yang berada di Kanada,” ucapnya. Ketika itu, dia membawa formulir dan KTP milik sang kakak. Seluruh anggota sempat berembuk dan akhirnya disepakati kalau dia diperbolehkan mencoblos. “Tapi akhirnya hal itu tidak diperbolehkan sehingga terpaksa dilakukan pencoblosan ulang,” ucapnya. Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, pihaknya juga mengganti seluruh petugas PPS yang bertugas pada 15 Februari lalu.

“Ini kesalahan berjamaah ya petugasnya, saksi- saksinya kok ngebolehin kemarin. Ini KPPS-nya diganti baru. Petugas yang kemarin tidak lagi bertugas,” ujarnya. Tim Pemenangan Anies- Sandi memuji sikap Bawaslu DKI Jakarta yang merekomendasikan dilakukan PSU. Syarif, sekretaris tim pemenangan Anies-Sandi, mengatakan coblosan ulang merupakan pertanda bahwa demokrasi di Indonesia semakin baik, karena ada satu suara yang dianggap melanggar maka harus diulang. “Itu mengajarkan orang taat hukum,” ucapnya di TPS 29 Kalibata kemarin.

Secara umum ada tiga hal yang diperhatikan dari PSU, yakni prosedural pemilu, tata aturan, dan hak politik. Secara prosedur memang ada yang dilanggar, yaitu ada warga yang menggunakan C-6 milik orang lain. Itu secara aturan harus diulang, sebab apabila pelanggaran kecil dibiarkan maka dikhawatirkan yang besar juga akan diloloskan. Pelanggaran ini memang serupa dengan TPS 01 Kemayoran, yakni menggunakan C-6 milik orang lain. Salah satu asas pemilu adalah langsung, namun ketika ada orang yang menggunakan C-6 orang lain maka dianggap sudah tidak langsung. “Yang paling penting, hak politik warga harus dilindungi,” katanya.

Ketua Bidang Teritori dan Jaringan Tim Pemenangan Anies-Sandi, Khoiruddin berterima kasih kepada seluruh pemilih Anies-Sandi yang telah mengorbankan waktu dan tenaga hanya untuk memenangkan Anies-Sandi di PSU. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh tim sukses, mulai para pengurus PKS, Partai Gerindra, hingga relawan yang telah berlelah-lelah menjaga suara dengan jaga malam hingga sampai pelaksanaan pencoblosan hari ini (kemarin).

“Kalian luar biasa. Allahu akbar ,” kata Wakil Ketua DPW PKS DKI Jakarta itu. Cagub DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan juga memantau langsung pencoblosan ulang di TPS 29 Kalibata. Dia berharap pencoblosan berjalan lancar. “Meskipun hanya ada dua TPS yang diulang, kami memastikan aspirasi warga tidak tercederai karena kemarin di tempat ini ada beberapa masalah,” ujarnya. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu juga tidak merasa dirugikan karena semuanya dipercayakan kepada KPU sehingga bila dijalankan dengan baik maka tidak akan ada yang dirugikan.

Menurutnya, hasil ini tentu tidak memengaruhi strategi untuk putaran kedua. Sementara itu, cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak rugi bila ada dua TPS yang melakukan PSU dimenangkan pasangan Anies-Sandi. Terpenting, dia meminta agar penyelenggara pemilu dapat mencegah terjadinya kecurangan. “Saya hanya meminta penyelenggara pemilu jujur dan adil,” ungkapnya.

Bima setiyadi/ helmi syarif