Edisi 27-03-2017
DPP Golkar Kecam Usulan Munaslub


JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar mengecam pernyataan dan usulan Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) untuk mengganti pimpinan dengan menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono dan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham setelah GMPG menggelar jumpa pers dan mendorong agar DPP segera melakukan munaslub akibat Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto diserang isu dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Agung mengatakan, dorongan GMPG menggelar munaslub untuk mencari pengganti Setya Novanto yang sedang tersandung kasus e-KTP terlalu dini. ”Terlalu dini berpendapat seperti itu dan tidak punya dasar apa pun, baik secara AD/ART maupun secara hukum. Kita tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, harus dijunjung tinggi, siapa lagi kalau bukan kita,” tandas Agung di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, peran Generasi Muda Partai Golkar harusnya berada paling depan untuk patuh pada proses hukum dan bukannya memecah belah Partai Golkar. ”Saya kira pandangan munaslub sekarang ini keliru karena belum apa-apa sudah memvonis bersalah. Beliau (Novanto) kan belum ada keputusan apa pun, ini proses peradilan sedang berjalan, berikan waktulah,” sebutnya.

Agung mengatakan ini bukan yang pertama kali Partai Golkar menghadapi masalah, namun sudah berulang kali ditempa cobaan. ”Golkar kan sudah sering kali begitu, terbukti sekarang kita masih 15,4%, dari Indobarometer, karena Golkar bukan milik seseorang, bukan milik ketua umum saja, bendahara umumnya, sekjen, tapi milik seluruh warga,” ungkapnya. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham juga mengecam pernyataan sikap kader muda yang meminta untuk diadakan munaslub. Dia meminta kader untuk tidak perlu menanggapi kasus tersebut.

”Enggak perlu dipertanyakan, jadi langkah-langkah yang diambil itu adalah langkah untuk mengembangkan politik belah bambu Golkar,” ujarnya. Menurut dia, keadaan Partai Golkar saat ini sudah sangat solid. Kesolidan itu tergambar dari rapat konsultasi nasional yang telah dilakukan di Bali. Dan terkait Setya Novanto, dia meminta semua kader tetap mengutamakan asas praduga tak bersalah. ”Sudah solid, sangat solid, dan baru saja melakukan rapat konsultasi nasional di Bali. Semua komitmen menghargai proses hukum yang ada dan mengedepankan asas hukum praduga tidak bersalah,” katanya.

Dia juga mengatakan seluruh kader tetap berkomitmen untuk melakukan langkahlangkah dalam rangka konsolidasi penguatan. Dia menilai, konferensi pers yang dilakukan Generasi Muda Golkar hanya provokasi yang menyulut perpecahan. ”Kader juga berkomitmen untuk melakukan langkah- langkah dalam rangka konsolidasi penguatan. Nah, press conference yang dilakukan itu justru melakukan provokasi dan justru itu yang sebenarnya menyulut perpecahan di Golkar. Golkar solid. Tidak ada masalah,” katanya.

Mula akmal