Edisi 11-01-2017
CEO Yahoo Marissa Mayer Segera Mundur Dari Posisi Dewan Komisaris


Yahoo membenarkan kabar bahwa Chief Executive Officer (CEO) Marissa Mayer akan mundur dari dewan komisaris perusahaan itu setelah proses merger dengan Verizon selesai.

Mayer memang tidak keluar dari Yahoo. Dia tetap memegang bisnis inti di perusahaan yang saat ini sedang dalam proses merger dengan raksasa telekomunikasi Amerika Serikat (AS) tersebut. Yahoo menjual operasional internetnya sebagai cara untuk memisahkannya dari saham yang lebih bernilai di perusahaan internet China, Alibaba.

Setelah merger selesai, Yahoo akan diberi nama Altaba Inc yang akan bertindak sebagai perusahaan investasi dengan dewan komisaris yang dikurangi menjadi lima orang, sesuai dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Saham AS. Co-founder Yahoo David Filo dan Mayer akan mundur dari dewan komisaris tersebut, menurut dokumen yang diajukan ke otoritas.

Saat ditanya apa peran yang akan dimainkan Mayer setelah merger dengan Verizon, Yahoo menjelaskan keterangan yang diunggah di Tumblr pada Juli lalu, setelah kesepakatan menjual operasional inti perusahaan diumumkan. ”Bagi saya secara pribadi, saya berencana tetap bertahan. Penting bagi saya melihat Yahoo memasuki tahap selanjutnya,” ungkap Mayer dalam keterangan tersebut. Mayer pun hingga saat ini tetap sebagai CEO di Yahoo.

Masih tidak jelas hingga saat ini bagaimana berita tentang peretasan skala besar terbaru di Yahoo, mungkin memengaruhi kesepakatan untuk menjual aset operasional inti pada Verizon senilai USD4,8 miliar. Tidak pasti juga apa peran Mayer selanjutnya. Yahoo menjelaskan pada Desember lalu bahwa data pribadi dari lebih setengah miliar pengguna telah dicuri peretas sejak 2013.

Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar dari pengumuman tiga bulan sebelumnya. Verizon menjelaskan, dalam pernyataan bulan lalu bahwa pihaknya akan menunggu berita selanjutnya tentang investigasi kasus tersebut sebelum membuat keputusan apa pun. ”Seperti kami katakan sejak lama, kami akan mengevaluasi situasi saat Yahoo melanjutkan investigasi,” papar pernyataan Verizon.

Dokumen yang diajukan pada otoritas AS itu menyatakan berbagai risiko yang dihadapi perusahaan, termasuk Verizon, mungkin mengajukan klaim atau syarat negosiasi ulang akibat fakta terkait insiden keamanan yang terungkap tersebut.

SYARIFUDIN