Edisi 21-04-2017
Baznas Bantu Peserta BPJS Kesehatan Tak Mampu


JAKARTA - BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu membiayai peserta JKN-KIS yang tidak mampu membayar iuran.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, BPJS Kesehatan akan bekerja sama dengan Baznas yang memiliki peran pengumpul dana. Adanya program crowdfunding atau urun dana akan digunakan untuk membiayai peserta yang memiliki masalah kemampuan membayar. Berdasarkan hasil penelitian kajian Pusat Kajian UGM 2016, kemampuan membayar masyarakat khususnya peserta JKN KIS kategori Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri rata-rata kelas 3 adalah sebesar Rp16.571 per orang per bulan.

Sementara iuran kelas tiga yang ditetapkan sebesar Rp25.500 per orang. Faktor itu menunjukkan bahwa angka kemampuan membayar sangat jauh dari nilai keekonomian iuran program JKN-KIS yang ideal. “Diharapkan dapat membantu peserta JKN-KIS yang kemampuan membayar iurannya tergolong rendah dan tidak dapat ditanggung oleh pemerintah,” katanya di Kantor BPJS Kesehatan.

Kepala Grup Keuangan BPJS Kesehatan Heru Chandra mengatakan, BPJS akan memberi data kepada Baznas data peserta mandiri kelas 3 yang tidak mampu bayar untuk diverifikasi. Nantinya Baznas akanmenilai sendiriapakahpeserta itu memang kompeten diberikan donasi atau tidak. Dari seluruh total kelas 3 peserta Mandiri BPJS Kesehatan sekitar 30% dalam status menunggak. Penerima manfaat program urun dana ini adalah peserta yang menunggak tiga bulan. Besaran iuran peserta sebesar Rp25.500 per jiwa.

Direktur Koordinasi Pengumpulan Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional Baznas mengatakan, Baznas mengukur kemiskinan mereka melalui peta kemiskinan yang bisa dilihat dari bentuk rumahnya lalu jenjang pendidikan, biaya listrik, dan lainlain.

Neneng zubaidah