Edisi 24-04-2017
Cita Rasa Pengikat Selera


SHANGRI-LA Hotel Jakarta termasuk hotel yang memiliki koleksi kuliner terlengkap di Ibu Kota.

Shangri-La punya empat restoran yang menyajikan sajian autentik dari mancanegara yakni Satoo untuk open-kitchen buffet menu Indonesia dan India, Rosso untuk hidangan Italia, Nishimura untuk sushi dan makanan Jepang lainnya, Jia untuk masakan China serta B.A.T.S untuk aneka steak, pizza dan burger. Assistant Communications Manager Shangri-La Hotel Jakarta, Irmadini Soekamto, mengungkapkan, beragam menu autentik ini dihadirkan untuk mengundang lebih banyak lagi tamu menginap maupun yang hanya berkunjung untuk makan di restoran.

“Pilihan restoran yang banyak merupakan unique selling pointhotel kami. Banyak tamu mancanegara pun memilih menginap di sini karena dapat langsung ke restoran tanpa harus keluar hotel lagi,” jelasnya. Dia menambahkan, Shangri-La sengaja membuat banyak menu autentik untuk memberikan variasi makanan bagi para tamu mulai dari Timur hingga Barat. Setiap hidangan dikawal oleh para chef yang didatangkan langsung dari negara asal hidangan tersebut untuk menjaga keaslian cita rasa.

“Jadi bukan demi prestise. Kami memang sangat peduli dengan cita rasa. Para chef kami juga senang menyapa pengunjung untuk mendapatkan kesan atas sajian mereka,” papar Irma. Sementara itu, salah satu menu andalan di Four Seasons Hotel Jakarta adalah nasi bali. Menu ini adalah kreasi signature dishDarius Tjahja, sous chef Four Seasons Hotel Jakarta. Dia telah menghadirkan nasi bali sebagai menu autentik sejak dua bulan lalu. Lauknya bebek yang diungkep ala Surabayaan kemudian disuwir pakai kencur dan dicampur sambal emblem atau sambal matah.

“Kami ingin Bali tidak hanya tempatnya yang dikenal di penjuru dunia tapi juga makanan khasnya,” terang Darius. Menu nasi bali ternyata mendapat respon yang sangat positif dari para tamu. Tamu lokal senang dengan rasa pedasnya yang khas sedangkan tamu ekspatriat senang dengan bumbu rempahnya. Kebanyakan dari mereka minta nasi balinya tidak terlalu pedas. Nasi bali dihidangkan seperti nasi campur atau nasi rames. Menu ini banyak pula dipesan saat jam makan siang oleh para profesional dan eksekutif di Jakarta.

Dari Jawa Tengah, ada Aston Solo Hotel yang melangkah maju dalam persaingan dunia perhotelan dengan menambah menu baru yang diberi nama pizza selera nusantara. Home made thin crust pizza ini tersedia dalam aneka pilihan di antaranya menu spesial tunadabz pizza, perpaduan ikan tuna, sambal dabu-dabu dengan lelehan keju mozzarella yang sudah tercium sebelum kita menggigitnya. Cocok untuk pecinta sensasi pedas. Bagi tamu yang tidak suka pedas ada juga turkey pizza, hidangan pizza daging ayam kalkun dengan bawang bombay, paprika segar dan saus napolitan dan keju mozarella.

“Kami juga mengenalkan pizza chocopis dengan topping pisang, cokelat dan selai stroberi. Pizza kan tidak hanya tomat dan bawang atau daging tapi bisa dihias atau di-mix dengan makanan unik yang sangat dekat dengan kita. Sensasi rasanyaistimewa,” tuturVirginiaAnggistania, public relations Aston Solo Hotel. Pizza selera nusantara bisa dinikmati di Chiffon Lounge atau Sky Dining dan Cashmere Restaurant di lantai 6 Aston Solo Hotel. Masih dari jaringan Archipelago International, kali ini ada Aston Denpasar yang menyajikan crispy duck sebagai salah satu food signature.

Menu ini dihadirkan sejak dua tahun lalu agar para tamunya yang mayoritas berasal dari China bisa mengenal olahan daging bebek selain pecking duck. Crispy duck terdiri atas paduan bahan utama yaitu daging bebek dengan bumbu tradisional Bali dan sambal ulek. “Crispy duck merupakan salah satu makanan favorit di Aston Denpasar yang tidak hanya disajikan dengan bahan bahan terbaik tetapi juga cara memasak yang unik,” terang Executive Chef Aston Denpasar, Komang Aryana.

Dia melanjutkan, dirinya telah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada chef lain untuk ikut belajar atau memasak dalam menyiapkan menu kategori food fusion yang sangat unik ini. Makanan kemudian disajikan oleh pramusaji Aston Denpasar yang ramah dan profesional dengan menggunakan platter khusus. Saking tingginya tingkat popularitas dan value dari crispy duck, manajemen Aston Denpasar selalu menempatkannya dalam menu utama tanpa batasan promosi bersama menu andalan lain seperti iga bakar, sop buntut, tenderloin burger dan lainnya.

Sementara itu, Aston Bogor mengandalkan nasi goreng wagyu dan sop buntut balado sebagai menu signature mereka sejak Februari 2017 ini. Hidangan ini dihadirkan karena para tamu hotel sudah familiar dengan makanan olahan daging. “Kami lalu mengkreasikannya untuk memberi sensasi rasa yang cita rasanya lebih tinggi,” ucap Public Relations Manager Aston Bogor, Ranky Safitri. Menurut dia, sejak menu tersebut dihadirkan, tingkat kunjungan meningkat. Tamu banyak yang datang khusus untuk menikmati nasi goreng wagyu dan sop buntut balado yang kabar kelezatannya beredar dari mulut ke mulut. Dengan perkembangan ini, maka semua chef Aston Bogor harus menguasai menu signature tersebut dengan cita rasa yang sama.

“Kami sangat serius memasarkan menu signature ini. Kami promosi di billboard di sejumlah lokasi strategis di Bogor serta memasang poster nasi goreng wagyu dan sop buntut balado di sekitar area hotel,” pungkas Ranky.

Ananda nararya/ armydian