Edisi 21-04-2017
Depok Alokasikan Penanganan Banjir Rp72 M


DEPOK - Banjir yang melanda Kota Depok beberapa waktu lalu menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani pemerintah daerah setempat.

Banyak warga mengeluh lantaran aksesnya terputus akibat banjir. Maka itu, Pemkot Depok mengalokasikan anggaran sebesar Rp72,8 miliar untuk menangani banjir. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Depok Manto Djorgi mengatakan, pihaknya mulai mengerjakan proyek penanganan banjir pada tahun ini. Lelang segera dilakukan April-Agustus 2017. ”Tahun ini diusahakan dikerjakan lebih awal agar tidak menumpuk pada tahun depan,” ujar Manto kemarin.

Menurut dia, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk membiayai pembangunan sembilan saluran air/drainase, 13 lokasi daerah aliran sungai, 4 sepadan, saluran inlet dan outlet situ, 3 sumur imbuhan, 100 lokasi saluran irigasi, 3 bangunan irigasi, dan 5 bangunan air. Pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan banjir pada 2017 karena beberapa wilayah di Depok rawan genangan atau banjir. ”Untuk banjir yang tingginya mencapai dua meter sudah tidak ada di Depok. Yang ada, genangan hanya satu sampai dua jam surut,” ucapnya.

Selain banjir, Pemkot Depok juga fokus membenahi permukiman kumuh dan kemacetan. Pembangunan saat ini di luar dari konsep awal kawasan yang dirancang sebagai kota sehingga jalan-jalan di Depok sempit dan sulit dilebarkan karena rumah warga mepet dengan jalan. ”Sulit untuk melebarkan jalan apalagi membebaskan sekaligus membangun jalan baru. Cukup sulit karena anggarannya besar,” kata Manto. Menurut anggota Komisi C DPRD Kota Depok Azhari, banyak drainase yang tidak berfungsi sehingga menyebabkan banjir di Depok.

Selain itu, Depok tumbuh sebagai kota perumahan yang mengikis ruang terbuka hijau (RTH) sebagai daerah resapan air. ”Banjir akan terus menjadi masalah selama penataan ruang tidak diperhatikan,” imbuhnya. Selain membangun dan memperbaiki drainase, Pemkot Depok juga harus membuat banyak sumur resapan dan imbuhan untuk menangkap air. Normalisasi situ juga menjadi solusi pencegahan banjir. ”Kalau hanya membuat air cepat surut dengan mengalihkannya ke sungai, itu bukan solusi tepat. Air harus dimasukkan lagi ke dalam tanah,” ucapnya.

R ratna purnama