Edisi 21-04-2017
Mencermati Tren Digital Marketing


Penemu internet Robert Taylor telah meninggal dunia. Dunia patut berterima kasih kepada ilmuwan komputer yang satu ini.

Dia telah mengubah tatanan kehidupan global ke arah yang lebih maju dan lebih praktis. Internet telah mendorong lahirnya produk-produk turunan yang sangat memudahkan dunia usaha dan masyarakat. Di dunia bisnis, internet telah melahirkan era digital marketing dengan dukungan kekuatan lima media baru yang sangat efektif dalam men-deliver pesan, yakni media sosial, website, mobile apps, mobil web, email. Kehadiran media baru ini selain memudahkan semua proses bisnis, juga menjadi tantangan serius bagi media konvensional seperti surat kabar, majalah, dan televisi dalam mengelola konsumen.

Media Sosial

Kekuatan media sosial terus meningkat hingga tahun 2020 dan tetap bertengger sebagai mediayangpalingpentingdanpaling banyak menghubungkan produsen atau penjual kepada konsumen. Dengan bisnis dan perdagangan melalui media sosial, produsen tidak lagi membutuhkan perantara untuk menyalurkan produk mereka kepasar. Apa yang disebut Philip Kotler sebagai saluran distribusi tidak lagi relevan jika tidak matching dengan jejaring digital marketing.

Dengan kata lain, media sosial telah mengubah total pola kerja saluran distribusi dan menghalau perantara perdagangan. Bahkan seorang pedagang tidak perlu lagi repot memikirkan gudang untuk mengatur stok barang. Pendekatan just in time menjadi sangat relevan dalam menjamin kecepatan dan ketepatan delivery.

Website

Sebagai media yang menduduki peringkat kedua, peranan website dalam dunia bisnis bisa dipastikan sangat vital. Perusahaan B2B (business to business) masih banyak mengandalkan website untuk berinteraksi dengan pelanggan. B2B adalah transaksi komersial antarpelaku bisnis, misalkan antara perusahaan perakitan dan perusahaan distribusi. B2B ini adalah salah satu jenis pemasaran. Dulu, sebelum Robert Taylor menemukan jaringan internet– yang kemudian menghadirkan website –, transaksi B2B tergolong rumit dan membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Dalam soal penyiapan dokumen penawaran dan perjanjian bisnis, misalnya, dibutuhkan begitu banyak perangkat dan memakan waktu bisa berharihari untuk sampai ke tangan mitra bisnis. Tapi melalui website, seorang pengusaha bisa membuat surat penawaran dan menyiapkan draf perjanjian dalam hitungan jam atau bahkan menit sudah bisa diambil sebuah keputusan besar.

Mobile Application

Menurut survei global, mobile application (mobile apps) menduduki peringkat ketiga sebagai media yang paling banyak bersentuhan dengan konsumen. Mobile Apps adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan setiap orang melakukan mobilitas dengan menggunakan perlengkapan seperti PDA atau smartphone. Dengan menggunakan aplikasi mobile, kita dapat dengan mudahmelakukanberbagaiaktivitas mulai dari hiburan, berjualan, belajar, melaksanakan pekerjaan kantor, browsing dan sebagainya.

Pemanfaatan aplikasi mobile untuk hiburan paling banyak digemari oleh hampir 70% pengguna telepon seluler karena dengan memanfaatkan fitur game, music player sampai video player, semua orang menjadi semakin mudah menikmati hiburan kapan saja dan di mana saja. Lee, Schneider & Schell (2004) mengemukakan sejumlah alasan dan keuntungan kenapa harus membuat perusahaan menjadi mobilize. Pertama,meningkatkan kehidupan manusia. Solusi untuk mobile dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan pribadi seseorang.

Seperti telepon seluler membantu para orangtua menghubungi dan mengontrol anakanaknya. Kedua, meningkatkan fleksibilitas dan aksesibilitas para pekerja. Dengan memberikan solusi mobile, para pekerja dapat diberi fleksibilitas dari lokasi dan waktu yang berbeda. Ketiga, meningkatkan keamanan para pekerja. Menyediakan pekerja dengan informasi situasi yang up to date dapat meningkatkan keamanan para pekerja, terutama jika mereka bekerjapada lokasiyangberbahaya.

Keempat,meningkatkan efisiensi dan produktivitas pekerjaan. Solusi mobile juga membantu mengeliminasi penyimpangan dalam aktivitas memasukkan data. Contohnya seseorang yang mencatat notes dalam rapat, orang tersebut harus kembali mengetik dan memasukkan informasi ke dalam komputernya. Kelima, meningkatkan akurasi dan ketepatan data. Para pekerja yang sudah mobile dapat menerima dan menyediakan informasi kepada sistem bisnis yang ada dengan waktu yang diinginkan. Selain itu angka kesalahan dapat dikurangi dalam aktivitas mengumpulkan dan melaporkan data. Keenam,meningkatkan proses bisnis yang sudah ada.

Para pekerja yang sudah mobile dapat meningkatkan sistem bisnis yang sudah ada. Perusahaan juga dapat meningkatkan dan mengeliminasi redundansi dalam aliran kerja. Ketujuh, meningkatkan kontrol inventori. Perusahaan dapat menggunakan perangkat mobile untuk membantu mencari dan memonitor perlengkapan dan aset lain. Kedelapan, meningkatkan customer satisfaction. Customer satisfaction dapat ditingkatkan begitu penjualan dan pelayanan menjadi lebih efisien dan responsif. Dengan begitu pemasukan juga akan bertambah.

Mobile Web

Mobile web menduduki peringkat keempat media yang paling banyak bersentuhan dengan konsumen versi survei global. Tujuan diciptakannyamobile web ini adalah untuk mengakses layanan data secara wireless dengan menggunakan perangkat mobile seperti handphone, PDA dan perangkat portable yang tersambung kesebuah jaringan telekomunikasi selule. Mobile web yang diakses melalui perangkat mobile perlu dirancang dengan mempertimbangkan keterbatasan perangkat mobile seperti sebuah handphone yang memiliki sebuah layar dengan ukuran yang terbatas ataupun beberapaketerbatasanpada sebuah perangkat mobile.

Pada Mei 2005 mobile web dikeluarkan oleh W3C dengan nama Mobile Web Initiative (MWI). Ini dimaksudkan agar web dapat diakses dari sebuah perangkat mobile secara sederhana seperti mengakses web dari sebuah komputer desktop. Mobile web terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi web.

E-mail

Berdasarkan survei global, email menempati peringkat kelima sebagai media yang paling banyak bersentuhan dengan konsumen. E-mail adalah singkatan dari electronic mail atau dalam bahasa Indonesia disebut surat elektronik, merupakan sarana dalam mengirim surat yang dilakukan melalui media internet. Media internet yang dimaksud bisa melalui komputer atau handphone yang memiliki akses internet. E-mail adalah alamat resmi di dunia maya.

Dengan menggunakan e-mail kita dapat terhubung dalam berbagai kegiatan internet seperti bergabung di situs jejaring sosial, maka saat pendaftaran akan membutuhkan email. Saat ini, email telah berkembang hingga memiliki fungsi yang sangat beragam. Mengirim file, foto, video dan chat dengan teman serta keluarga menjadi lebih mudah.

Pengguna Smartphone

Secara umum, pemenangnya adalah komunikasi secara mobile. Sebagian besar media sosial juga diakses secara mobile. Bahkan di beberapa negara sudah menembus 90%. Di Indonesia, 120 juta orang lebih berkomunikasi menggunakan telepon mobile, 55 juta di antaranya menggunakan smartphone. Data akhir tahun 2015 ini menunjukkan bahwa total penetrasi pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia mencapai 37,1%. Pertumbuhan pengguna smartphone yang besar ini mengakibatkan bertumbuhnya pula pengguna internet di Tanah Air.

Sebab rata-rata pengguna mengakses internet menggunakan perangkat mobile. eMarketer memproyeksikan, pada 2016 hingga 2019 pengguna smartphone di Indonesia akan terus tumbuh. Angka pertumbuhannya pun fantastis. Pada 2016 akan ada 65,2 juta pengguna smartphone. Adapun di 2017 akan ada 74,9 juta pengguna. Pada 2018 dan 2019, terus tumbuh mulai dari 83,5 juta hingga 92 juta mobile phone user di Indonesia.

Menurut data eMarketer, total pengguna smartphone di Asia-Pasifik akan mencapai 2,51 miliar pengguna di akhir tahun ini. Masyarakat perkotaan Indonesia menggemari konsumsi berita melalui smartphone. Persentasenya mencapai 96% yang merupakan angka tertinggi dibandingkan media lain seperti televisi 91%, surat kabar 31% serta radio 15% dan lainnya. Data tersebut merupakan temuan dari riset Indonesian Digital Association (IDA) yang didukung oleh Baidu Indonesia dan dilaksanakan oleh lembaga riset global GfK.

Riset yang dilakukan di 5 kota besar di Indonesia selama penghujung 2015, mencakup 1.521 panelis yang ditanam melalui perangkat mereka dan 775 responden yang dilakukan interview langsung. Berdasarkan survei ini, pembaca berita online cenderung didominasi kelompok usia 33-42 tahun. Jumlah pembaca pria sedikit lebih banyak bila dibandingkan dengan wanita. Ini menunjukkan juga bahwa pembaca berita online adalah mereka yang masuk dalam kategori usia produktif dan sedang berada di posisi puncak.

Mereka merupakan kelompok masyarakat yang memiliki daya beli tinggi. Data lain juga menunjukkan bahwa pembaca Indonesia lebih menyukai berkunjung ke situs yang menyuguhkan berbagai tipe konten sebanyak 83% dibandingkan dengan situs yang spesifik membahas kategori konten tertentu 17%. Temuan survei menunjukkan bahwa kehadiran internet telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi sekaligus juga mengubah prilaku konsumen. Data di atas menunjukkan bahwa kini dunia usaha–apa pun jenisnya–tengah memasuki era marketing automation. Era ini menuntut adanya pemahaman dan penguasaan atas teknologi.

Talenta dan jam terbang yang dimiliki para marketer senior tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan. Dunia usaha dituntut juga memiliki para marketer dari generasi milenia yang andal dalam teknologi. Tantangan yang dihadapi sebagian besar dunia usaha saat ini adalah bagaimana memadukan talenta dan jam terbang dari para marketerseniordenganpara marketergenerasimileniayangpiawai dalam teknologi informasi.

Alfian Mujani
Mahasiswa Program MM Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)