Edisi 12-01-2017
Poros Mahasiswa-Tiga Sektor Harapan Masyarakat Pada 2017


Ketika dipertanyakan mau seperti apakah Indonesia pada 2017, banyak orang pasti akan menjawab semoga lebih baik dari tahun sebelumnya.

Dari jawaban tersebut tidak ada jawaban lain yang lebih spesifik dari orang-orang yang memberi jawaban dan yang membuat orang-orang lain semakin yakin Indonesia untuk 2017. Indonesia akan maju, Indonesia akan berkembang, Indonesia akan lebih dikenal oleh orang-orang yang ada di luar negeri, masyarakat di Indonesia akan sejahtera. Perkataan tersebut adalah harapan dan doa untuk Indonesia pada 2017.

Namun, apakah kita sudah melakukan rancangan yang bisa membuat hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya pasti belum. Para pemuda-pemudi Indonesia yang telah memiliki semangat yang tinggi adalah orang-orang yang mampu membuat negara ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana cara para pemuda terutama mahasiswa bisa mengharumkan nama Indonesia sampai keluar negeri? Jawabannya, dengan cara berprestasi.

Berprestasi tidak hanya secara akademik, namun juga secara nonakademik. Kita bisa mengharumkan nama Indonesia dengan mengikuti berbagai perlombaan dari skala kota atau kabupaten, provinsi, nasional, sampai internasional. Tapi, sangat disayangkan, tidak semua para pemuda terutama anak-anak di Indonesia bisa berprestasi. Bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan atau kesempatan, melainkan tidak ada pengetahuan yang didapat dari pendidikan.

Pendidikan di Indonesia sekarang ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, namun juga belum baik untuk standar pendidikan yang tepat. Terutama di daerahdaerah terpencil atau daerah di kepulauan ujung Indonesia, sangatlah sedikit sekolah yang ada di tempat tersebut. Belum lagi terkendala masalah transportasi karena akses untuk sampai ke sekolah anak-anak kecil itu harus melewati sungai atau hutan untuk bisa sampai ke sekolah.

Banyak perkataan bahwa orang-orang di luar perkotaan ingin mendapatkan kehidupan yang layak dan sukses, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk bisa mencapai tersebut jika tidak ada pekerjaan. Hal utama yang menjadi permasalahan adalah lapangan pekerjaan. Semakin banyaknya penduduk di Indonesia tidak sebanding dengan banyaknya pembukaan lowongan pekerjaan. Selain dari pendidikan dan lapangan pekerjaan, yang perlu dibenahi oleh Pemerintah Indonesia adalah sektor kesehatan.

Bagi masyarakat yang berpenghasilan kecil sangat dibutuhkan bantuan kesehatan. Sekarang sudah ada bantuan kesehatan seperti BPJS Kesehatan, namun terkadang ada saja orang yang mampu memakai kesempatan tersebut sehingga biaya berobat kalangan miskin berkurang dan tidak mendapat bantuan karena tidak terdaftar.

Hal itu tentu sangat menyedihkan karena semua orang berhak mendapatkan pelayanan yang sama, namun pada kenyataannya tidak. Pada 2017 semoga pemerintah lebih memberi perhatian bagi orang-orang yang berpenghasilan rendah dan kurang mampu dalam berbagai sektor.

MARIA ELSE AS

Mahasiswi Departemen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor

Universitas Negeri Jakarta