Edisi 24-04-2017
Bisa Jadi Penentu Gelar


MADRID–El Clasico selalu membuat merinding siapa pun yang mendengarnya. Laga yang membuat semua fans sepak bola menahan napas menantikan siapa bakal menjadi pemenang; Real Madrid atau Barcelona.

Dini hari nanti, kedua tim bertarung di Stadion Santiago Bernabeu. Menjadi tuan rumah, Madrid lebih diunggulkan jika melihat performa keseluruhan. Sejauh ini, dari 16 pertandingan kandang di Primera Liga, Los Blancos belum tersentuh kekalahan. Pasukan Zine dine Zidane berhasil mengantongi 12 ke me - nang an dan empat kali imbang. Mereka sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi karena berhasil melangkah ke semifinal Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Muenchen dengan aggregate 6-3.

Madrid juga menatap El Clasico dengan kembalinya produktivitas Cristiano Ronaldo dan membaiknya kondisi Gareth Bale. “Berbicara El Clascio membuat saya merinding. Saya merasa istimewa karena banyak terlibat di dalamnya, dan banyak pemain senang mendapatkan kesempatan bermain di dalamnya. Sangat sulit menjelaskan karena untuk merasakannya Anda arus berada di dalam,” kata Marcelo, bek kiri Madrid. Dengan aura positif yang melingkupi Madrid, banyak yang menyebut inilah kesempatan terbaik membalas kekalahan memalukan empat gol tanpa balas di Santiago Bernabue dua tahun lalu (22/11/2015).

Menjadi tuan rumah, gawang Los Blancos digelontor dua gol Luis Suarez, satu gol Neymar dan Iniesta. Tambahan tiga poin akan membuat Madrid menjaga jarak aman dari Blagurana yang sekarang berada di peringkat kedua dengan jarak tiga poin. Kekalahan hanya akan membuka peluang Lionel Messi dkk memiliki kesempatan menutup musim dengan gelar. “Setiap pertandingan penting, tetapi ini adalah pertemuan langsung dan kami berada dalam kondisi baik. Kami ingin membuat fans senang. Kami tim hebat, bersama-sama dan menunjuk kemajuan,” tambah Marcelo.

Kondisi Barcelona jauh lebih rumit. Setelah tersingkir di Liga Champions, mereka juga harus dihadapkan status Neymar masih belum dipastikan apakah bisa tampil atau tidak karena menjalani skorsing pertandingan. Messi juga dalam tekanan setelah gagal menyelamatkan Barcelona di panggung Eropa. Media Spanyol yang berbasis di Madrid, AS, menyebut jika performa Messi di laga El Clasico terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Meski masih menyandang status sebagai top skor di laga El Clasico, striker asal Argentina itu sudah puasa gol di enam pertemuan terakhir.

Gol terakhir Messi saat di Santiago Bernabeu pada 24 Maret 2014. Saat itu Messi mencetak tiga gol untuk memastikan kemenangan Barcelona 4-3 di kandang Madrid. Namun, Pelatih Barcelona Luis Enrique memastikan timnya tidak menyerah. Menurut dia, Barcelona dibentuk untuk bersaing di semua level. “Memang menyakitkan tersingkir di Eropa. Tapi sekarang kami akan menjalani pertandingan penting karena menghadapi pemimpin klasemen dan ini pertemuan langsung,” tegas Enrique.

Dia tidak mau berspekulasi terkait Neymar meski Barcelona dikabarkan sedang mencari cara menunda pelaksanaan sanksi dengan melakukan banding ke arbitrase olahraga. Dengan melakukan banding, hukuman larangan tiga kali tampil kemungkinan bisa ditunda sampai muncul keputusan tetap. “Tim tidak pernah menyerah dan akan bertarung untuk setiap gelar. Tidak pernah santai dan selalu menerima tantangan,” tandasnya.

Ma’ruf