Edisi 11-01-2017
Bappenas - MUI Sinergi Bangun Infrastruktur


JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di bidang air minum dan sanitasi.

Kerja sama ini demi mendukung pemerintah melalui sinergi pendayagunaan harta wakaf, zakat, infak dan sedekah dengan program pemerintah dalam penyediaan layanan air minum dan sanitasi untuk masyarakat. Sebagai tindak lanjut kerja sama antara pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di bidang air minum dan sanitasi, MUI juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, akses terhadap air minum dan sanitasi berpengaruh langsung pada indeks pembangunan manusia (IPM), terutama terkait angka harapan hidup. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia.

“Dalam agenda pembangunan nasional, sanitasi dan air minum sudah diangkat menjadi salah satu agenda prioritas karena kami melihat bahwa pembangunan sanitasi dan air minum membawa dampak yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, serta produktivitas bangsa Indonesia,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya kemarin. Salah satu kebutuhan dasar bangsa Indonesia yang belum dapat dipenuhi adalah akses terhadap air minum dan sanitasi.

Terkait dengan kondisi tersebut, amanat yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah tersedianya akses air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat atau yang disebut dengan Universal Access. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada 2015 capaian akses air minum di Indonesia mencapai 70,97% dan sanitasi mencapai 62,14%.

hafid fuad