Edisi 20-02-2017
AJB Bumiputera Targetkan Premi Bisnis Baru Tumbuh 25%


JAKARTA - Manajemen PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) menargetkan pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 20-25% dari perolehan pada 2016 sebesar Rp1,2 triliun, saat masih di bawah bendera Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB).

Hal itu melihat potensi yang ada di Bumiputera dan strategi yang ditetapkan manajemen. “Prioritas utama kami meningkatkan etos kerja dan kompetensi karyawan. Kami juga memperkuat proses bisnis dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan agen serta memastikan 25.000 agen Bumiputera tetap produktif,” ujar Direktur Utama PT AJB WiroyoKarsono dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Wiroyo optimistis, dalam waktu 2-3 tahun ke depan, Bumiputera bisa kembali masuk 10 besar perusahaan asuransi di Indonesia. Dia menjelaskan, strategi jangka pendek untuk merealisasikan target masuk 10 besar itu adalah dengan meluncurkan produk baru dan cross sell kepada 6,5 juta pemegang polis AJBB. Sedangkan, strategi jangka panjang adalah melakukan ekspansi agency ke segmen menengah atas, pengembangan channel telemarketing dan bancassurance . Langkah-langkah itu juga untuk menepis isu negatif yang masih menyelimuti Bumiputera.

“Bumiputera bisa kembali diperhitungkan setelah berbagai isu negatif tentang Bumiputera berlalu. Tentunya dengan meningkatkan pelayanan dengan memastikan terpenuhinya standar layanan yang konsisten kepada nasabah. Keyakinan penuh ini diselaraskan dengan tagline PT AJB, yakni semangat baru, kekuatan baru,” tutur Wiroyo. Dia menambahkan, nantinya seluruh usaha asuransi, seperti penjualan polis baru, dialihkan kepada AJB. Selain itu, 40% laba bersih PT AJB akan disetorkan kepada AJBB sebagai salah satu pendapatan yang diproyeksikan untuk menyangga pembayaran klaim pemegang polis AJBB.

Menurut Wiroyo, pemberian 40% laba bersih PT AJB itu bukan hadiah, melainkan pembayaran atas penggunaan intangible asset Bumiputera yang dipakai PT AJB, yaitu nama Bumiputera, jaringan, dan SDM serta 25.000 agen berpengalaman. “Dari 25.000 agen itu, sebanyak 10.000 adalah agen yang aktif produksi tiap bulannya,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pengelola statuter AJBB yang ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan skema restrukturisasi penguatan perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut.

Skema besar restrukturisasi AJBB adalah lewat penerbitan promissory note dari PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) yang kelak diserap Erick Thohir dan konsorsiumnya. Skema tersebut memastikan hak-hak pemegang polis tetap terjaga dan terlindungi. Bahkan, pada Maret 2017, PT AJB akan mendapat suntikan dana sekitar Rp2,1 triliun dari konsorsium. Wiroyo mengungkapkan, pihaknya akan tetap menjaga nilai luhur dan profesionalisme yang dibangun para pendiri. Pihaknya akan mempertahankan dan mengembangkan halhal baik di Bumiputera, termasuk pasar tradisional menengah ke bawah yang sudah nyaris dikuasai Bumiputera.

“Termasuk, memperbaiki dan meningkatkan instrumen bisnis asuransi modern dan masuk ke kota besar,” kata dia. Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengapresiasi terbentuknya PT AJB. “Sudah 105 tahun AJBB dengan badan hukum berbentuk mutual. Ketika perlu akses modal yang besar, kami sedikit mengalami hambatan,” ujar dia saat menghadiri peluncuran PT AJB di Jakarta kemarin.

Muliaman menambahkan, dengan terbentuknya PT AJB, diharapkan akses permodalan bias ditingkatkan. Hal itu agar bisa meningkatkan kapasitas layanan dan menyempurnakan kualitas pelayanan kepada seluruh nasabah.

Hatim varabi