Edisi 20-03-2017
Aksi Ambil Untung Bayangi Pergerakan IHSG


JAKARTA– Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini dibayangi aksi ambil untung (profit taking) setelah pekan lalu menembus rekor baru di level 5.540.

Selain itu, bursa masih minim sentimen yang bisa membuat indeks bergerak naik. Research Analyst OCBC Sekuritas Indonesia Liga Maradona memperkirakan tren IHSG untuk pekan ini akan bergerak melemah di kisaran 5.490-5.560. Pelemahan indeks akan didorong oleh aksi profit taking investor terhadap saham- saham yang telah menguat signifikan. Saham yang berpotensi mengalami aksi ambil untung oleh investor dari sektor perbankan dan aneka industri.

“Pekan ini diprediksi ada aksi ambil untung untuk saham-saham yang sudah naik tinggi pekan kemarin. Namun, sektor yang akan positif pada pekan ini adalah konstruksi, pertambangan, dan infrastruktur,” ujar Liga saat dihubungi di Jakarta kemarin. Sementara sentimen global yang harus diwaspadai investor seperti kawasan Eropa yang menunggu pemilihan umum, seperti di Belanda, Italia, Prancis. Isu lain tidak lain datang juga dari kebijakan Donald Trump di AS.

Sementara dari internal, investor harus memperhatikan perkembangan politik terkait pilkada Jakarta putaran kedua. Sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat 2,78% dari pekan sebelumnya di level 5.390,68 poin. Rekor penutupan IHSG sebelumnya terjadi pada 7 April 2015 di level 5.523,29 poin. Pergerakan IHSG mampu berbalik positif seiring aksi beli memanfaatkan pelemahan sebelumnya dan dukungan dari cukup banyaknya berita positif dari makroekonomi Indonesia.

Di antaranya pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution, yang menilai pertumbuhan ekonomi kuartal I/2017 dapat mencapai 5 % lebih tinggi dari periode sebelumnya. Kemudian pernyataan Goldman Sachs yang menilai peningkatan rating dari S&P dapat meningkatkan dana masuk ke Indonesia serta bertambahnya dana repatriasi amnesti pajak ke pasar modal. Hingga pertemuan antara Presiden Jokowi dan para pejabat Toyota Motor Corp untuk membahas komitmen pengembangan industri yang dapat memberikan nilai tambah pada ekonomi Indonesia.

Sementara analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai sentimen positif pekan lalu masih cukup kuat untuk menopang kenaikan IHSG pada pekan ini. Dia memprediksi IHSG akan bergerak di level support 5.480-5.500 dan akan resisten di level 5.560-5.580. Secara pola, IHSG memberikan sinyal indeks yang berpotensi naik secara terbatas. Kepastian dari suku bunga AS atau Federal Fund Rate (FFR) dan respons dari Bank Indonesia (BI) menjadi momentum positif kenaikan IHSG. Momentum positif tersebut telah terbukti berhasil pada pekan lalu.

Dia melihat masih ada imbas keputusan The Fed yang juga berimbas pada menguatnya bursa saham Asia dan pergerakan Rupiah. Selain itu, pasar obligasi yang masih melanjutkan penguatannya memberikan aura positif pada keberlanjutan penguatan IHSG. “Pergerakan selanjutnya akan ada potensi untuk melanjutkan kenaikan. Namun, diharapkan tidak terjadi aksi ambil untung atau profit taking demi menjaga sentimen positif di pasar,” tutur Reza. Dia juga mengingatkan investor harus terus fokus mengamati pergerakan setiap sahamnya, daripada hanya melihat pergerakan sektoral. Investor harus mengawasi dan waspadai sentimen dari hasil kinerja korporasi dan sentimen kabar global.

“Kami berharap agar pergerakan IHSG tidak terganggu dengan keinginan untuk profit taking sehingga lanjutan tren menyentuh level tertinggi terbaru dapat terwujud,” katanya. Sementara analis dari PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya juga menilai pekan ini market akan minim sentimen pendorong untuk membuat IHSG kembali mencetak high level . Dia melihat investor besar masih akan terus mencatatkan arus modal yang masuk sehingga masih ada kenaikan yang terbatas. “Profit taking dilakukan oleh trader yang harian tapi untuk investor besar belum akan melakukannya. Kenaikan tetap akan ada namun terbatas,” ujar William kemarin.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pada pekan lalu rata-rata volume transaksi harian meningkat 27,62% menjadi 14,46 miliar unit saham dari 11,33 miliar unit saham pada akhir pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI naik 4,79% menjadi 329.290 kali transaksi dari 314.230 kali transaksi. Investor asing mencatatkan beli bersih Rp5,42 triliun sepanjang pekan ini sehingga pada tahun ini investor asing masih mencatatkan beli bersih Rp4,28 triliun.

Hafid fuad