Edisi 21-04-2017
Astra Bagi Dividen Rp6,8 Triliun


JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk (ASII) memutuskan membagikan dividen sebesar Rp6,8 triliun atau sekitar Rp168 per saham untuk tahun buku 2016.

Jumlah tersebut setara dengan 44,8% dari total laba bersih perseroan 2016 yang sebesar Rp15,15 triliun. “Dengan memperhitungkan dividen interim Rp55 pada 21 Oktober 2016 maka sisanya sebesar Rp113 per saham akan dibayarkan pada 19 Mei 2017,” ujar Presiden Direktur ASII Prijono di Jakarta, kemarin. Prijono mengatakan, untuk sisa laba bersih sebesar Rp8,35 triliun diputuskan sebagai laba ditahan. Selain memutuskan pembagian dividen, RUPST juga mengangkat anggota direksi dan komisaris baru.

Sudirman MR, Djoko Pranoto dan Gunawan Geniusahardja memasuki masa pensiun dari anggota direksi. “RUPST memutuskan mengangkat Henry Tanoto,” katanya. Sementara untuk komisaris diangkat yang baru, yakni Yasutoshi Sugimoto menggantikan Michinobu Sugata yang mengundurkan diri. Astra mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 63% pada kuartal I/2017 dari Rp3,112 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp5,087 triliun.

Kenaikan laba bersih ASII didorong oleh tumbuhnya pendapatan perseroan sebesar 16% menjadi Rp48,78 triliun pada kuartal I/2017 dibandingkan per akhir Maret 2016 yang sekitar Rp41,887 triliun. Prijono mengatakan, pada kuartal pertama tahun 2017, segmen automotif Grup Astra mencapai pangsa pasar yang kuat untuk mobil dan motor. Penjualan mobil secara nasional mengalami peningkatan, sedangkan penjualan motor secara nasional menurun. Kinerja segmen jasa keuangan mengalami peningkatan ditandai dengan perolehan profit dari Bank Permata. Sementara itu, kenaikan harga komoditas menghasilkan perbaikan kinerja dari divisi alat berat dan agrobisnis.

“Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada kuartal pertama tahun 2017. Ke depan, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi, walaupun bisnis automotif diperkirakan menghadapi persaingan harga yang lebih kompetitif,” ujar Prijono, di Jakarta, kemarin. Untuk kontribusi laba bersih masing-masing segmen bisnis, Prijono menuturkan, laba bersih dari bisnis automotif Grup meningkat 45% menjadi Rp2,3 triliun. Hal ini terutama diakibatkan oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru yang diluncurkan pada tahun 2016 dan terus berlanjut hingga tahun 2017.

Penjualan mobil secara nasional meningkat 6% menjadi 283.000 unit. Penjualan nasional mobil Astra meningkat sebesar 27% menjadi 161.000 unit mengakibatkan peningkatan pangsa pasar dari 48% menjadi 57%. Lebih lanjut Prijono mengungkapkan, untuk laba bersih bisnis jasa keuangan Grup meningkat 75% menjadi Rp1,1 triliun sebagai hasil peningkatan kontribusi dari sebagian besar bisnis jasa keuangan, termasuk Bank Permata. Sementara laba bersih dari segmen agrobisnis Grup meningkat sebesar 92% menjadi Rp638 miliar pada kuartal pertama tahun 2017.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh perseroan, membukukan laba bersih sebesar Rp801 miliar, meningkat dari Rp418 miliar pada kuartal pertama tahun 2016, disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari harga kelapa sawit yang lebih tinggi serta peningkatan produksi dan penjualan kelapa sawit.

Rakhmat baihaqi