Edisi 29-03-2017
Pasokan Pangan Jelang Puasa Aman


JAKARTA– Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan dan menjaga kestabilan harga pangan menjelang Ramadan.

Kementerian Pertanian menjamin saat ini pasokan sejumlah bahan pangan seperti beras, bawang merah, cabai, dan daging sapi mencukupi. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan, saat ini stok beras mencapai 1,9 juta ton, cukup untuk ke butuhan delapan bulan ke depan. Stok ini merupakan hasil panen dari dua hingga tiga bulan yang lalu. ”Kemudian bawang merah harganya saat ini cenderung turun, stoknya cukup.

Kita sepakati, Bulog sudah punya gu dang kapasitas 1.000 ton. Target kita satu bulan ke depan stok itu sudah tersedia. Ini persiapan mana kala harga bergerak naik. Kita bergerak lebih awal,” ujar dia kemarin. Amran melanjutkan, Kementerian Pertanian akan menyiapkan bawang merah dan bawang putih masing-masing 2.000 ton dan 1.000 ton. Ke menterian Pertanian menye pakati untuk menyiapkan bawang, sedangkan gudangnyadisediakanolehBulog bersama Kementerian Perdagangan.

”Inisinergi yangkitabuat untuk menghadapi ke butuhan pangan sebelum sam pai se sudah bulan Ramadan,” ungkap dia. Terkait daging sapi, kata Amran, saat ini stok yang di miliki pemerintah mencapai 40.000 ton. Ke depan peme rintah berencana menambah lagi stok tersebut sehingga men capai 50.000 ton. Semen tara kebutuhan daging sapi untuk bulan Ramadan hanya 30.000 ton. ”Stok daging saat ini sudah lebihdari cukupuntukmeme nuhi kebutuhan.

Harganya maksimal Rp80.000perkg, bahkanadayang jual Rp70.000 hingga Rp75.000 perkg, yang terpen ting ada tidak boleh ada yang jual melebihi Rp80.000 per kg,” kata dia. Amran juga menyampaikan harga cabai saat ini sudah turun. Menurut dia, penurunan harga cabai ini sebagai dampak dari program tiga bulan lalu yakni melakukan gerakan tanam ca bai secara nasional.

”Yang kita khawatirkan adalah harga tibatiba tidak terkendali sehingga kita siapkan juga upaya untuk menjaga stok dan harga cabai,” ungkap dia. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, upaya lain yang dilakukan dalam menjamin ketersediaan stok dan menstabilkan harga adalah menurunkan tim ke lapangan. Tim tersebut akan mengundang dinas pertanian dan dinas perdagangan untuk membahas data stok dan perkembangan harga sehingga dapat mengantisipasi jumlah stok yang ada di daerah-daerah.

”Sehingga, pemerintah pusat dapat mengatur dan menjamin sarana distribusinya dan pasokan pangan sampai cepat ke pasar dengan tetap menjaga stabilitas harga. Kami dengan menteri pertanian sudah melakukan koordinasi dengan menteri perhubungan supaya mengatur jalurnya, terutama ke Indonesia bagian timur,” papar Enggartiasto. Adapun stok minyak goreng curah yang dimiliki pemerintah saat ini mencapai 1 juta ton.

Stok ini disiapkan untuk di distribusikan ke pasar-pasar ketika ter jadi gejolak harga dan keku rang an pasokan. ”Kami meyakinkan seluruh masyarakat dan pedagang yang terlibat bahwa pemerintah betul-betul serius menyediakan stok dan mengendalikan harga. Kita akan pantau terus dengan melibat kan pemerintah provinsi sam pai kabupaten dan kota,” tuturnya.

oktiani endarwati