Edisi 21-01-2017
Teknologi dan Inovasi Jadi Fokus Industri Nasional


JAKARTA - Kementerian Perindustrian menetapkan pengembangan teknologi dan inovasi sebagai fokus industri nasional tahun ini. Hal ini sebagai upaya antisipasi penerapan sistem teknologi produksi global terbaru, yakni dampak dari revolusi industri keempat (Industry 4.0).

“Apalagi saat ini ditandai dengan munculnya beberapa terobosan teknologi seperti mobile connectivity , artificial intelligence , internet of things , next generation robotics , 3D printing , genetic engineering , nanotechnology , advanced materials , dan biotechnology ,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, kemarin.

Airlangga melanjutkan, langkah yang akan dilakukan ke depan secara keseluruhan dapat menentukan proses yang terjadi dalam industri manufaktur di dalam negeri. Di antaranya, berpengaruh pada model bisnis, jaringan suplai global, kebutuhan tenaga kerja, dan kelangsungan pembangunan industrinya.

Dia berharap, melalui World Economic Forum (WEF) 2017, akan dihasilkan agenda kerja sama yang bermanfaat di tingkat global dan regional bagi para pengambil kebijakan maupun pelaku usaha untuk menyusun pendekatan baru dalam membangun sistem produksi yang inovatif dan aplikatif, selaras dengan fenomena revolusi industri keempat.

Dalam acara di Davos, Swiss, tersebut Menperin juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Six Capital Singapore tentang pengembangan pusat inovasi digital di Indonesia. Penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh Rektor UGM Dwikorita Karnawati bersama Chairman and Founder Six Capital Singapore Patrick Teng ini berlangsung di tengah kegiatan WEF 2017.

Perusahaan analisis data berbasis financial technology yang berkantor pusat di Singapura tersebut akan menggelontorkan donasi sebesar USD9,17 juta dalam bentuk pelaksanaan enam proyek. “Kami memberikan apresiasi kepada kedua belah pihak atas inisiatif kerja sama ini, yang diharapkan akan mendukung penumbuhan wirausaha baru terutama di bidang startup digital dan dalam menghadapi era Industry 4.0,” kata Airlangga.

Airlangga mengungkapkan, pihaknya mengajak generasi muda Indonesia untuk melek teknologi agar menjadi pebisnis startup digital yang terus berkembang dengan nilai bisnis e-commerce di Indonesia saat ini mencapai USD18 miliar.

oktiani endarwati