Edisi 20-02-2017
Empat Musim Lagi


SUTTON-IN-ASHFIELD – Arsene Wenger masih belum ingin pensiun. Bahkan, pelatih berjuluk Sang Profesor itu menegaskan akan bertahan di manajemen tim setidaknya empat tahun lagi dan bersikukuh ingin bertahan di Arsenal.

Kontrak pelatih berusia 67 tahun itu akan kedaluwarsa pada 30 Juni mendatang. Setelah dipermalukan tuan rumah Bayern Muenchen 1-5 pada legpertama babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (15/2), media-media Inggris pun semakin bersemangat meniupkan spekulasi bahwa era Wenger di Emirates Stadium sudah berakhir. Merespons ini, Wenger menyatakan akan membuat keputusan soal masa depannya di Arsenal pada Maret atau April mendatang. Namun, dia menegaskan belum mau meninggalkan sepak bola di akhir musim nanti. Dia berniat masih menukangi tim musim depan bersama The Gunnersatau tim lain.

Wenger menjadi pelatih paling senior di Liga Primer sejak direkrut Arsenal dari klub Jepang Nagoya Grampus Eight pada 1 Oktober 1996. Setidaknya, tiga trofi liga dipersembahkannya untuk klub London Utara itu, paling banyak dari pelatih Arsenal sebelumnya. Namun, dalam 12 musim terakhir The Gunners selalu gagal finis di singgasana sejak terakhir meraihnya pada 2003/2004. Banyak pihak yang menyarankannya mengikuti jejak Pelatih legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson yang lengser pada 2013. Namun, Wenger tetap masih belum bersedia meninggalkan kursinya.

“Ferguson punya beberapa ketertarikan dalam hidup dan saat itu dia lebih tua dari saya hari ini. Kala itu, dia empat tahun lebih tua. Dia pensiun pada usia 71 tahun, sedangkan saya sekarang berusia 67 tahun,“ ungkap Wenger, kepada Sky Sports. Bahkan, Wenger menolak memberikan ancang-ancang kapan akan meninggalkan pekerjaannya di sepak bola. Dia malah mengatakan ingin bertahan di manajemen tim melampaui usia 71 tahun. “Mungkin lebih, mungkin kurang. Saya tidak tahu. Setiap orang berbeda dan yang utama saya tidak mau disamakan dengan Ferguson. Dia pelatih yang fantastis. Tapi, dia merasa cukup dan saya belum pada fase itu,“ ucapnya.

Wenger juga menyatakan kalaupun dirinya hijrah menukangi klub lain setelah pengabdian panjangnya bersama Arsenal, dia merasa itu bukanlah ancaman buat para petinggi The Gunners. “Bukan ancaman. Bukan sama sekali. Prioritas saya selalu menangani Arsenal dan saya sudah tunjukkan itu. Saya cukup dewasa untuk menganalisis situasi,“ paparnya. Pelatih yang juga jebolan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Ilmu Pengetahuan itu pun tak ingin lebih jauh membicarakan masa depannya kepada media.

Dia mengaku ingin fokus mempersiapkan Arsenal menjelang bertandang ke The Fieldings Stadium, markas Suttown Town, pada putaran kelima Piala FA, dini hari nanti. “Saya tak ingin membicarakan lebih banyak soal situasi pribadi saya. Yang paling penting adalah laga berikutnya. Kami memang sangat kecewa karena kami kalah (dari Bayern). Namun, kami ingin menangkan laga berikutnya,“ katanya.

Setelah hampir pasti tersingkir di Liga Champions, The Gunners bisa melirik Piala FA sebagai pelipur lara. Di Liga Primer, mereka tercecer di peringkat 4, tertinggal 10 poin dari Chelsea yang menduduki puncak klasemen. Sementara di Piala Liga, mereka sudah tersingkir di putaran kelima.

Abdul haris