Edisi 29-03-2017
Puas Audisi Pekanbaru


PEKANBARU– Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis (DBB) 2017 di Pekanbaru berakhir sukses. Para pencari bakat PB Djarum mendapatkan 15 pebulu tangkis yang meraih supertiket untuk berlaga pada grand final Audisi Umum di GOR Djarum, Jati, Kudus, September mendatang.

Dari 15 atlet yang berhasil mendapatkan super tiket, 12 di antaranya tak terkalahkan selama seleksi di tahap turnamen. Sementara tiga atlet lain pilihan tim pemandu bakat PB Djarum yang dipimpin Christian Hadinata dengan dibantu Kartono, Sigit Budiarto, Yuni Kartika, Luluk Hadiyanto, Simbarsono, Ivana Lee, dan Basri Yusuf. Christian mengatakan, pemain yang telah terpilih memang layak mendapatkan supertiket di DBB pertama pada tahun ini.

Namun, legendaris bulu tangkis Indonesia ini tetap mengimbau kepada para peserta yang sudah berhasil lolos agar kembali berlatih dengan serius karena babak final dipastikan persaingan semakin ketat. ”Di Kudus telah berkumpul pemain terbaik karena itu jangan cepat puas dengan hasil yang didapat, perbaiki kekurangan dan kelemahan. Sementara untuk yang tidak menang jangan berkecil hati karena masih ada audisi yang lain, tetap semangat,” kata Christian.

Kesuksesan PB Djarum mendapatkan 15 pemain berbakat di Sumatera memang menjadi prioritasnya dalam meningkatkan bulu tangkis di luar Pulau Jawa. Setelah Palembang dan Medan, tahun ini DBB di selenggarakan di GOR Angkasa Pekanbaru, 25–27 Maret. Christian menilai, Sumatera merupakan salah satu pulau di luar Jawa yang menjadi fokus utama ajang pencarian bakat ini.

Audisi di luar Jawa dimotori keinginan yang kuat dari Djarum Foundation untuk dapat meminimalisasi kesenjangan kompetensi talentatalenta muda di bidang olahraga bulu tangkis. Hingga saat ini masih terdapat gap atau kesenjangan kompetensi dari pemain muda berbakat antara pemain dari Jawa dan pemain yang berasal dari luar Pulau Jawa.

”Sepanjang pelaksanaan audisi di Sumatera, animo peserta luar biasa. Selain itu, Sumatera terkenal memiliki tradisi melahirkan atletatlet bulu tangkis yang bagus. Demi menjaring potensi yang terdapat di Sumatera, Pekanbaru merupakan lokasi yang tepat mengingat kota ini adalah hub atau poros penghubung di Sumatera,” ungkapnya.

Christian menambahkan, jika iklim kompetisi di luar Jawa yang relatif belum begitu ketat membuat kompetensi pemain di luar Jawa masih berada di bawah pemain Jawa. Melihat hal itu, Djarum Foundation berkomitmen terus meningkatkan kompetensi pemain muda berbakat di luar Jawa, salah satunya melalui penyelenggaraan audisi umum ini. Ivanna Lie yang juga sebagai anggota pencari bakat PB Djarum senang dengan audisi di Pekanbaru kali ini.

Pihaknya berhasil mendapatkan atlet berbakat dari sektor putri yang sampai saat ini menjadi sesuatu yang langka bagi perbulutangkisan Indonesia. Buktinya, tiga supertiket tambahan, dua di antaranya diraih putri. Dia juga memberikan super tiket tambahan kepada Melly Damai Setiani yang tersingkir pada babak perempat final U-13.

”Mereka (peserta yang lolos) berhak dapat karena layak dengan apa yang dilakukan dan perjuangkan. Sementara supertiket tambahan saya melihat Melly punya teknik dan kemampuan yang baik, meski tidak sampai semifinal. Ada bakat, maka kami ingin mengembangkannya,” tutur Ivanna.

Seusai di Pekanbaru, PB Djarum akan melanjutkan audisi umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis yang bergulir di tujuh kota lain. Kota-kota tersebut adalah Banjarmasin, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. ”Kami berharap lebih kurang sama seperti ini dan atensinya lebih banyak lagi,” ungkap Ivanna.

Para atlet yang berhasil lolos dari fase audisi umum di Pekanbaru akan melaju ke babak final audisi umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, 8–10 September mendatang. Pada tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota lain sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum.

raikhul amar