Edisi 12-01-2017
Rahasia Zidane


SEVILLA– Rabu (4/1) adalah satu tahun karier kepelatihan Zinedine Zidane bersama Real Madrid. Selama satu musim menangani Los Blancos, Zidane berhasil mem persembah kan tiga gelar prestisius, yakni Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Sayang, tiga gelar tersebut gagal mengantarkan Zidane menjadi pelatih terbaik dunia. Pelatih asal Prancis itu kalah bersaing dengan Arsitek Leicester City Claudio Ranieri. Zidane harus puas menempati peringkat kedua dengan 16,56%, suara sedangkan Ranieri dipilih 22,06% pelatih dan kapten tim negara anggota FIFA. Padahal, dari sisi gelar, apa yang diberikan Zidane bisa jadi lebih bergengsi dibandingkan Ranieri. Sebelumnya, pelatih yang menggantikan Rafael Benitez tersebut juga mendapatkan gelar sebagai pelatih terbaik Prancis dari France Football.

Selain tiga gelar, selama satu tahun bersama Madrid, sederet rekor berhasil dipecahkan. Dia menjadi pelatih pertama yang membawa El Real tak terkalahkan lebih dari 37 laga. Zidane juga sukse menyamai catatan 39 per tan - ding an tak terkalahkan yang ditorehkan Luis Enrique bersama Barcelona. Dini hari nanti, mantan pemain Juventus ini berpeluang membawa Madrid sebagai tim pertama di Spanyol yang tak terkalahkan selama 40 laga. Dengan syarat, tidak kalah melawan Sevilla pada leg kedua 8 besar Copa del Rey di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla. “Rahasianya? Memenangi pertandingan satu demi satu,” kata Zidane, dikutip Marca tentang keberhasilannya membawa Madrid melaju.

Rahasia yang sejauh ini membuat Madrid mencatatkan 30 ke me nang an dan 9 imbang sejak dikalahkan Wolfsburg, 7 April 2016. Kemenangan atas Sevilla juga menjaga El Real meraih tiga gelar. Sebab, mereka kini menempati puncak klasemen Primera Liga, di atas Sevilla dengan jarak 4 poin dan unggul 6 angka dari Barcelona yang menempati peringkat 3. Madrid juga masih memiliki asal di Liga Champions karena mereka sudah berada di 16 besar dan akan ber te mu Napoli. Sedangkan di Copa del Rey, dengan kemenangan 3-0 di leg pertama, membuat peluang mereka ke perempat final sudah di depan mata.

“Kami tidak pernah bi cara tentang treble (tiga gelar). Di ruang ganti, ini bukan sesuatu yang di bicara kan. Kami hanya bicara tentang pertandingan demi pertandingan,” kata Mar celo, yang sudah 10 tahun di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid.

Ma’ruf