Edisi 20-03-2017
Butuh 21 Poin Lagi


STOKE– Di mana ada keinginan, di situlah ada jalan. Peribahasa ini cocok untuk menggambarkan pengaruh ambisi Chelsea dalam memburu kemenangan.

Bermodal dengan gairah itu, The Blues terus mengamankan langkah menuju titel Liga Primer musim ini. Pelatih Chelsea Antonio Conte memuji keinginan menang armadanya saat kerja keras memetik tiga poin di Bet365 Stadium, markas Stoke City, pada pekan 29 Liga Primer, Sabtu (18/3) malam. Kemenangan yang semakin mendekatkan klub London Barat itu ke podium juara musim ini. Saat ini mereka masih menguasai puncak klasemen dengan poin 69.

Membuka keunggulan melalui tendangan bebas Willian pada menit ke-13, Chelsea sempat ketar-ketir saat tuan rumah membalas melalui eksekusi penalti Jonathan Walters (38). Namun, gol Gary Cahill (87) membuat Conte, para pemain, dan staf Chelsea berteriak kegirangan. Sebab, musim lalu kekalahan 0-1 di tempat tersebut membuat mereka tercecer di peringkat 16. “Tentu ini kemenangan penting. Tak mudah dalam periode ini datang ke tempat ini melawan Stoke yang merupakan tim kuat dan punya kualitas serta organisasi taktik yang bagus. Tapi, kami menunjukkan keinginan hebat untuk menang dari awal sampai akhir,” tutur Conte, dikutip Sky Sports.

“Saya sangat senang karena para pemain menunjukkan bukan hanya keinginan menang, tapi juga mereka mempersiapkan perjuangan untuk memenangkan laga ini. Sangat tak mudah,” ujarnya. Ini kemenangan kelima beruntun Chelsea di semua kompetisi. Mereka juga tak terkalahkan dalam 12 laga terkini sejak kalah 0-2 di White Hart Lane, markas Tottenham Hotspur, pada Liga Primer, 4 Januari lalu. Ini juga kemenangan tandang kedua beruntun setelah sebelumnya The Blues melibas tuan rumah West Ham United 2-1, Senin (6/3).

“Kami telah memainkan dua laga tandang dan memenangkan keduanya. Ini sangat penting dalam periode krusial musim ini. Kini kami menyisakan 10 laga lagi. Saya ingin berpikir bahwa kami butuh 21 poin lagi untuk memastikan titel liga,” papar Conte. Konsistensi Chelsea tak lepas dari kejeniusan Conte memainkan peran setiap pasukannya. Sebut saja Cesc Fabregas. Pemain yang nyaris terlupakan di awal musim ini justru kerap menjadi pemain pembeda dalam setiap kebuntuan tim. Wajar jika Conte memuji kontribusi gelandang Spanyol itu. Menurut sang bos, dia merupakan pemain penting dalam skuad yang punya kualitas dan fantasi hebat.

Padahal, dia tak selalu tampil sebagai starter. Total, dari 19 penampilannya pada Liga Primer musim ini, playmaker jebolan La Masia Barcelona itu hanya tujuh kali sebagai stater , tapi menjadi penyumbang assist terbanyak (7). “Penting untuk menata situasi dan mengerti kapan waktu yang tepat, contohnya untuk memainkan Cesc atau (Nemanja) Matic. Kita membicarakan dua pemain hebat dengan karakter berbeda. Matic lebih fisikal dan teknis, tapi fantasinya kurang dibanding Cesc. Cesc punya lebih fantasi, tapi kurang fisikal dibanding Matic,” ungkap Conte.

“Yang pasti, Cesc selalu membawa dampak luar biasa baik saat sebagai starter atau pemain pengganti. Dia punya teknik yang sangat bagus dan bisa menempatkan bola di mana pun dia inginkan. Dia pemain hebat, dengan operan, assists, juga golnya,” pungkasnya.

Abdul haris